Search

Loading...

Sunday, November 18, 2012

Harga Perangkat Blackberry 10 Tidak Akan Murah

So… I’m reading piece of Blackberry. Mumpung orang Indonesia masih banyak yang tertipu harga dan teknologi suka sama Blackberry.

Masih inget kasus antrian Blackberry Bellagio yang ricuh, sampe 4 orang pingsan + 1 patah tulang? Well, I bet my money it not gonna happened again. Gak akan terjadi lagi. Setidaknya dalam peluncuran perangkat Blackberry 10, setengah tahun lagi.

Ini gw kutip langsung (via “proxy”) dari wawancara dengan CEO RIM sendiri:

BlackBerrys are high-end devices, but what about devices for emerging markets, where costs need to be lower?

That is an interesting question, because when you look at the dynamics around BlackBerry in emerging markets -- Indonesia, Nigeria, South Africa are markets that are very, very strong markets -- you would say, "Wow, those devices need to be at $67."

And that's not where BlackBerry is in those markets. Why is that? Because you have to look at the entire package and what attracts people to BlackBerry is BBM on a competitive BlackBerry.

We are not, clearly, not just in the low-end, me-too phone game. We cannot do this. I cannot build this $60 BlackBerry. That's not where I want to be. This is not where this company needs to be. We need to be in the aspirational domain, we need to be in the mid-tier, and we need to have services associated to BlackBerry that attract the consumers and make their overall value proposition good.

Read more: CNET

Gw terjemahkan

Blackberry adalah perangkat kelas-atas, tapi bagaimana dengan pasar di negara berkembang, dimana harga harusnya lebih rendah?

Ketika kami melihat pasar Blackberry pada negara berkembang seperti Indonesia, Nigeria, Afrika Selatan, kita adalah pasar yang sangat baik. Dan “wow, harga Blackberry ini harusnya $67 saja!”

Dan kami tidak melihat Blackberry dijual di pasar (negara berkembang) seperti itu. Kenapa? Karena anda harus melihat secara keseluruhan (di negara berkembang) bahwa yang kompetitif dari Blackberry adalah BBM.

Ini sangat jelas, kami (mengeluarkan produk Blackberry) bukan untuk kelas menengah rendah, atau perangkat yang saya-juga-punya. Kita tidak bisa melakukan itu. Kami tidak akan membikin Blackberry (10) seharga $60. Bukan itu yang saya mau. Kami mau mengaspirasi, berada dalam kelas menengah, dan harus memiliki pelayanan Blackberry yang baik untuk mendapatkan konsumen yang akan menilai bahwa produk ini baik secara keseluruhan.

There you have it.

Kalian nggak akan dapet perangkat BB10 seharga 1,5jt seperti Gemini, atau Davis. Atau apapun. Berani tebak harga Blackberry 10 akan ada di angka 4 hingga 5 juta. Baik dengan QWERTY keyboard, atau full touchscreen.

Tapi gw yakin kalian para alay akan tetap ngumpulin duit buat beli device BB10. Despite goodness from more mature and business-friendly-too device from Apple, Google and Microsoft. Kenapa? Karena yang lain gak punya autotext.

But let me remind you. CEO RIM sendiri tau, kalian cuma suka becuap-cuap lewat BBM. Suatu hal yang bisa diaccomplish di Y!M, Whatsapp dan Google Talk atau yang closed platform seperti Skype, iMessage dan Facetime. Kalian membayar minimum Rp.44.000 cuma buat chatting, dan berkutat seharian di Facebook. Padahal, dengan Rp.35.000 (yang lain ada yang lebih murah, tapi promo), kalian bisa browsing, chatting, streaming sepuasnya.

Please don’t be stupid.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...