Search

Loading...

Friday, January 25, 2013

Siapa Yang O’on?

Divisi News TVOne kembali bermasalah.

Gak heran sih sebenernya TV partisan tukang roti gitu. TVOne memang bukan sekedar TV Partai Golkar. Atau bahkan bukan TV Golkar juga, lebih bisa dibilang TVnya Aburizal Bakrie (sengaja gak disalah eja biar dapet SEO-nya). Ahasil segala yang baik baik menurut tukang roti itu, pasti ada di TVOne, dijunjung pulak. Segala yang jelek, bakal digencet abis.

Selain sering gak berimbang dalam pemberitaan, TVOne juga sering bikin so called “talkshow”, macem ILC (dulu JLC), or something lainnya. Sebenernya sih gw ngeliatnya lebih ke “ribut-show” ya. Karena setidaknya pasti ada 1 orang yang disetting untuk ribut-ribut gak jelas, pokoknya kontra, dan harus berlawanan arus.

Berlawanan arus mungkin biasa, menentang pendapat orang lain itu biasa. Tapi nggak perlu bikin pengen muntah kan?

Latest case soal TVOne adalah saat wawancara Gubernur DKI Jakart, Joko Widodo. Ceritanya nih, Joko Widodo bilang, gw mau diwawancara, tapi hanya soal banjir. Gak perlu ngomong soal kinerja 100 hari, gak perlu undang narasumber lain. Mau nonton? Silahkan buffer.

100 Hari Jokowi - Ahok [TV ONE]

Puas?

Embernya ada di belakang kalo mau muntah.

Woke, karena sudah banyak yang mencaci maki (<- perhatian! satu kata satu link), maka silahkan mencaci maki di tempat yang benar. Di blog ini, komentarlah tempatnya.

Eniwei, Busway, Waterway. Baca baca Kaskus, ternyata yang paling dicaci maki adalah presenternya, alias Muhammad Rizky <@muhammad_rizq>. Bagi yang gak tau, dampratan terhadap MR (singkat aja deh, biar gak capek nulis) ini adalah wajar. Bagi masyarakat umum, pewawancara bekerja sendiri, dia gak dikontrol oleh siapapun.

Jadi wajar jika ada yang bilang dangkal, kurang riset, dan tentu saja, blo'on alias O'on.

Dalam realitasnya, kebanyakan pewawancara memang bekerja sendiri. Misalnya dalam wawancara koran, atau pengambilan paket berita televisi secara offline. Tapi tidak dalam suatu siaran langsung. Pewawancara TIDAK bekerja sendiri.

Pewawancara atau presenter bekerja sebagai satu bagian tak terpisahkan dari tim produksi. Isinya dari satu stasiun tivi ke stasiun tivi lain pasti beda beda. Tapi ada beberapa yang nyaris sama. Pewawancara sekaligus presenter, kadang ada juga moderator, kameramen, master control, data feeder, produser, eksekutif produser, dan dewan termasuk pemimpin redaksi. Sebenernya masih banyak lagi yang terlibat, tapi merekalah yang penting-penting.

Jika kamu tertarik mengetahui bagaimana sebuah produksi siaran langsung berita televisi dijalankan, coba nonton serial The Newsroom. Serial itu bisa menggambarkan dengan baik bagaimana presenter berita, melakukan wawancara, sambil terus diberi tambahan informasi, diarahkan oleh produser, dan seterusnya.

Jadi, dalam kasus Wawancara Banjir Jokowi yang kemudian gone very wrong (menurut ribuan penonton), Muhammad Rizky tidak bisa dikepret sendirian. Satu timnya dalam produksi itu harus "dipermalukan".

Minta maaf di twitter? Itu bukan hak jawab atau hak tolak, coba minta maaf langsung di medianya sendiri. Mungkin lebih "manis" kelihatannya.

Tapi nasi udah basi, sekali lagi, bukan kali ini aja TVOne bikin masalah. Tiap minggu, TVOne bahkan bikin "ribut-show". Yang menurut gw adalah suatu pelecehan logika berpikir masyarakat Indonesia. News is NOT Entertainment.

Saya heran kenapa program ini sampai sekarang tidak direncanakan untuk ditegur oleh KPI. Mungkin karena tidak bikin konak, atau karena pemiliknya adalah bos pabrik roti?

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...