Search

Loading...

Tuesday, February 19, 2013

Jejualan.com, Hosting Jualan Ala Kadarnya

UPDATE: Setelah diumumkan, tentu saja seperti yang sudah gw duga, pemenang pertamanya bentuknya lebih mirip Advertorial daripada Review. Karena sudah selesai kontesnya, bannernya gw copot dari sidebar.


POSTING INI WALAUPUN DIIKUT-SERTAKAN PADA KONTES, AKAN TETAP DIJAGA KEMERDEKAANNYA

Jadi, gw udah beberapa kali mendengar ada Kontes dari Jejualan.com. Dari namanya sih gw kira semacem FJB lain, duplikat Berniaga, Tokobagus, atau another Kaskus FJB. ternyata gw salah. Jejualan adalah sebuah hosting, yang ber-spesialisasi di toko online. Mereka punya template toko online, dengan CMS sendiri, kemudian dijual.

Beda dengan hosting lainnya yang ngitung space yang dipakai, jejualan tidak. Jejualan ngitung berapa banyak barang yang bisa ditempel. Yang lebih murah maksimum nampung 500 barang, yang lebih mahal, tak terhingga. Dua duanya dengan gratis domain. Yang lebih murah masih ada embel-embel hostingnya, yang lebih mahal bisa full “white label” alias tidak perlu mencantumkan kata jejualan.com di manapun.

Pertanyaan: Murah? Atau justru boros?

image

Hosting itu sekarang murah. Domain juga murah.

Dulu gw berpendapat, yang namanya punya web sendiri itu muahal. Bayangan gw sampe berjuta-juta. Ternyata enggak. Domain gw adjayanto.web.id murah. Gw cuma harus mentransfter duit sebesar 32.000 per tahun buat domain itu. Tapi, ada tapinya… gw cuma dapet space 10MB. Cilik. Gw juga punya domain lain, generalstore.web.id. Yang ini rada mahal, hampir 150.000 per tahun. Spacenya lumayan, 100MB, dengan bandwidth unlimited.

Tapi sekarang gw pengen nge-outsource “pengelolaan” web itu ke orang lain. Kenapa? Karena gw hanya ingin memikirkan desain web gw. Hanya beberapa hari yang lalu, web gw kena hacked. Gw butuh beberapa jam untuk me-restore semuanya kembali. Toko Online gw sempat down. Dan akhirnya, gw side-resource kan toko gw ke Tumblr with custom domain. Yap bener, gw males berurusan dengan namanya security dan segala macemnya.

Nah itulah “bisnis” dimana Jejualan masuk. Mereka menawarkan stabilitas, dengan customer support yang bisa ditelepon kalo ada keluhan, tak perlu menangani back-end sebuah web. Nice isn’t it? Tentu saja ada jasa ada harga. Selama ini kamu misal beli domain sendiri, ngatur sendiri, sekarang kamu nyewa “orang” buat jadi “satpam” di tokomu. Gajinya? Noh ada di gambar. 60 ribu sebulan, 720 ribu setahun. Taruhlah biaya hosting sama dengan gw yang 150.000, lalu domain .com harganya 100.000 lagi. Berarti gaji si satpam dan OB buat bersih-bersih situs kita sebesar 470.000 sebulan.

Tapi tunggu dulu, nggak hanya sampe situ, 470.000 itu ternyata nggak cuma satpam dan OB, tapi juga sekretaris dan divisi riset dan pengembangan (website! bukan produk!). Is its cheap? Mmm maybe. Untuk menangkal hacker-hacker yang cuma haha-hehe scanning backdoor, atau gak ribet dengan skrip cara ngitung ongkir, plus harus mau update kalo ada perubahan di master biaya ongkir. Plusnya disitu.

Karena terbebas dari masalah teknis. Maka gw melihat tampilan “demo” dari beberapa template desain toko online mereka. Inilah dimulainya masalah bagi gw. Desainnya semua tampak very templaty. Sangat cetakan. Gw sebelum pake wordpress, pernah pake Opencart dan Prestashop. Nah kesan yang gw dapet dari template-template ini ya begitu. Hambar.

Belum lagi masalah CSS. Ternyata CSS-nya tidak fluid! Fluid? Maksudnya? Misalnya ini, ini adalah salah satu theme mereka, Mozaic:

image

Gw mengcapture Mozaic dengan besaran layar horizontal 1366.

Dan ini, adalah Mozaic, ketika besaran horizontal layar 480 pixel atau kurang lebih sepertiga monitor saja.

image

Seperti yang bisa kamu lihat, ada scroll bar muncul di bawah. kemudian pilihan bahasa lenyap di kanan. 2 kolom produk “lenyap”. Intinya ini unacceptable, tidak dapat diterima.

Kenapa harus fluid? Jaman dulu, sebuah website nggak harus mengikuti besaran layar, karena layar monitor komputer umumnya hanya selebar 800 atau 1024 pixel dengan variasi yang lebih lebar sedikit. Sekarang? Device elektronik pengakses internet sangat bervariasi, mulai dari 320pixel, hingga yang paling besar 4K atau sekitar 4000an pixel horizontal. OS-nya pun macam macam. Banyak dari OS modern dengan pixel berlebih sekarang menggunakan scaling. Tapi bagaimana dengan tablet, phablet, atau phone? Yang besaran layarnya masih antara 320 hingga 640 pixel  horizontal? Desain seperti ini fatal, karena tidak mampu menampilkan web secara utuh, perlu rotasi ke kanan dan ke bawah. Karena scrolling yang baik itu cuma 1, ke kanan-kiri seperti konsep Metro milik Windows 8, atau ke atas-bawah seperti web pada umumnya.

Kekurangan berikutnya adalah tipografi. Standar banget! Zaman dimana @font-face sudah bisa dipergunakan secara luas masih pake “Arial”?

Intinya…

Jadi duit 60.000 yang kamu keluarkan per bulan menurut gw cuma berguna untuk biaya security dan OB. Sementara untuk fitur, menurut gw tidak ada yang istimewa. Dan desainnya mengecewakan. Gw pikri kamu harus hitung bener, berapa biaya yang “pantas” kamu keluarkan. Apakah kamu akan hosting sendiri, ngerawat sendiri? Outsource ke hosting seperti jejualan? Atau bikin team back-end yang memang tujuannya cuma ngurus web dan kamu gaji sendiri?

Mungkin tanya sama manajer keuanganmu, apakah kamu bisa afford service seperti Jejualan, atau cari alternatif lain.

Gw? Sementara stuck di TUMBLR aja.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...