Search

Loading...

Wednesday, March 20, 2013

E Untuk Emulsifier, Belum Tentu Mengandung Babi.

Berita HOAX ini  akan menggelegar di timeline Facebook / Twitter anda dalam beberapa hari kedepan. Mari bersikap kritis, dan tidak BODOH.

Kopi Luwak White Koffie diduga mengandung lemak babi. Dugaan bahwa kopi putih produksi PT Javaprima Abadi-Semarang ini “tidak hahal” setelah ditemukan kode E471 dalam kemasannya.
Diketahui, kodifikasi makanan atau minuman yang diwali dengan hutuf “E” adalah produk yang mengandung lemak babi.

“Dikalangan BPOM mengenal kode E471 itu kandungan lemak babi. Kami heran, mengapa produk ini bisa beredar bebas dipasaran,” kata Direktur Lembaga Pengkajian Kota Pahlawan (LPKP) Surabaya, Zaenal Karim, Selasa (19/03/2013).

Benarkah? Lanjut setelah potongan ya…

Zaenal menyebutkan, kode-kode yang positif mengandung lemak babi diantaranya adalah: E100, E110, E120, E-140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E252,E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482,E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635 dan E904.

Menurut dia, untuk mengetahui produk makanan atau minuman itu halal atau haram harus dilihat ada tidaknya kode “E” dan tiga digit angka dibelakangnya.

“Jika memang emulsifier yang dipakai adalah kode E471 dan tidak ada embel-embel lain, misal: lecithin de sojaatau soy lecithin, berarti produk tersebut mengandung adalah pork or varken (babi),” terangnya. “Sebenarnya tak hanya E471 tapi juga E472,” tambahnya.

Lensa Indonesia dengan suntingan seperlunya

Terima kasih kepada agan Widya Poetra, di Kaskus. Semuanya menjadi gamblang, jelas dan NYATA bedanya.

sekedar meluruskan....

Diketahui, kodifikasi makanan atau minuman yang diwali dengan hutuf “E” adalah produk yang mengandung lemak babi.

Hoax, kode "E" gak selalu mengandung lemak babi. Kode "E" kode untuk bahan tambahan pangan yang digunakan di Eropa sono.

“Dikalangan BPOM mengenal kode E471 itu kandungan lemak babi. Kami heran, mengapa produk ini bisa beredar bebas dipasaran,” kata Direktur Lembaga Pengkajian Kota Pahlawan (LPKP) Surabaya, Zaenal Karim, Selasa (19/03/2013).

E471 gak mesti dari babi, bahkan bisa dari nabati. Jadi pernyataan di atas tidak sepenuhnya benar.

Ia juga mengaku heran, meski terdapat kode E471, namun dikemasan Luwak White Koffie tersebut juga tercetak logo halal Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Wajar saja heran karena kemakan isu geje dari blog geje. Buktinya di bawah ini.

Zaenal menyebutkan, kode-kode yang positif mengandung lemak babi diantaranya adalah: E100, E110, E120, E-140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E252,E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482,E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635 dan E904.

  • E100 -> itu kurkumin, tau kurkumin dari mana? Bukan babi, tapi dari kunyit.
  • E110 -> sunset yellow, pewarna kuning sintetis, gak ada kaitannya ama lemak babi.
  • E120 -> pigmen warna merah dari serangga, bukan dari babi.
  • E140 -> klorofil, entah sejak kapan babi punya klorofil
  • E141 -> senyawa kompleks klorofil

Segitu aja deh, tulisan E sekian-sekian mengandung babi biasa kita temukan di blog-blog ga jelas.

Menurut dia, untuk mengetahui produk makanan atau minuman itu halal atau haram harus dilihat ada tidaknya kode “E” dan tiga digit angka dibelakangnya.

“Jika memang emulsifier yang dipakai adalah kode E471 dan tidak ada embel-embel lain, misal: lecithin de sojaatau soy lecithin, berarti produk tersebut mengandung adalah pork or varken (babi),” terangnya. “Sebenarnya tak hanya E471 tapi juga E472,” tambahnya.

E471 dan E472 biasa dikenal dengan sebutan lecithin è originnya merupakan ekstrak dari tulang babi. Kedua additive ini merupakan senyawa turunan dari asam lemak (fatty acid).

Kagak ada aturan dari BPOM untuk menuliskan pada label secara mendetail emulsifier asalnya dari mana. Jadi gak ada tuh kewajiban nulis "E471 (dari kedelai)". E471 saja sudah cukup. Audit E471-nya asalnya darimana itu urusannya LPPOM.

Malu2in aja jadi direktur lembaga pengkajian. Kemakan isu blog2 ga jelas.

-- Widya Poetra @kaskus

Kemudian bertebaranlah teori konspirasi. Tapi kesimpulan gw sendiri cukup mantab: ini PERSAINGAN USAHA. Simpel kan? Hembusin isu sensitif, kepret cepret crot crot. Produk sebelah laku. Beres…

Nah, sekarang gw akan menempatkan elo kepada lingkarang kebingungan. Karena pasti salah satu dari elo akan bilang “gak ada salahnya kan waspada?”. Sumpah gw nyengir.

Lu percaya MUI dan LPPOM gak?

Nah lo.

Bikin label halal itu gak sembarangan lho. Mengungkapkan rahasia dapur untuk diteliti, kemudian test, belum lagi upetinya sendiri (baca: mahar, biaya administrasi, whatever). Kalo lo meragukan MUI, berarti lo gak percaya ulama donk. Majelis Ulama yang katanya tertinggi dan controller Islam di Indonesia. Kalo lo meragukan LPPOM, berarti ada baiknya lo jangan makan apapun makanan kemasan, soalnya itu mereka semua yang periksa. Dan hampir semua makanan kemasan ada setidaknya satu kode E yang dipakai.

Open-mouthed smile

Bagi gw, satu satunya yang tipu-tipu dari Luwak White Coffee adalah BRAND-nya sendiri. Mana ada Kopi Luwak dijual 2000 per sachet? Decaffeinated lagi.

 

Bacaan lebih jleb: E Number di Wikipedia Inggris

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...