Saturday, March 5, 2005

giuliana sgregna

entah kenapa aku jadi kena imbas dari pembebasan giuliana sgrena yang bermasalah karena konvoinya ditembak tentara amerika.

bukan karena apa apa, tap ya apa nggak ada koordinsi antara tim pembebasan dan kawan kawan dari tentara? apa nggak ada tanda tanda khusus yang di shiled kan pada mobilnya?

apa sih yang sebenarnya aku sayangkan? nggak ada. apa karena kematian satu agent italiani? wah nggak tau juga ya...

mas anis sampe sekarang belum balas smsku, ada sedikit tanda tanya disana, terakir aku tanysa sama ams anis kalo indonesia mungkin akan perang (lagi) sama malaysia. setela sebelumnya perang soal tki, lalu sipadan ligitan, sekarang ambalan

sipadan ligitan, ah bagi masyarakat, pulau itu hanya secuil dari wilayah indonesia, mungkin nggak penting penting amat gitu...

tki, well... ini menyangkut rakyat kecil, perang hangat pun terjadi...

sekarang ambalat, ambalat harus diperjuangkan, bukan hanya karena "bagian dari indonesia", ambalat juga full of money. ada minyak disana... kedua negara bisa rebutan karena blok ambalat mungkin memiliki minyak yang sangat besar. dan bisa dieksplorasi.

yang bertarung sebenarnya antara petronas-shell dengan pertamina, tapi karena mengandung unsur "kedaulatan" makanya urusan ini jadi gede dan menyebar luas kemana mana...

Friday, March 4, 2005

ada lautan... ada kolam syusyu...

bandung sekarang gak jauh beda sama bogor, isinya ujaan mulu, jadi dingin deh, mending kalo bisa berpelukan sama aa.. hehe... tapi sayangnay sekarang aa sedang disana, gak tau kapan dia bakal ke bandng..

ujan melulu mengakibatkan gedebage jadi kolam renang susu coklat. asik banget, apa dasarnya manusia itu berasal dari air trus yang namanya manusia jadi suka banget sama air ya? wah gak tau juga, tapi pengen deh main air sekali sekali! main air lho! bukan berenang! hehehehe...

asik banget kayaknya liat polantas kerja keras sampe nyemplung ke dalam air kira kira 1/2 meter sambil mengatur lalu lintas... iya aku ngeliat kalo mereka pake boots, tapi kan tetefff... basah juga celananya... mmm sedap deh dipandang mata... heheheh...

Wednesday, March 2, 2005

kerusuhan di stpdn

mataku bener bener gak nyangka aku bisa baca tulisan itu... maksudnay, bukan berarti aku rabun atau apaan, but... oh my... they did it again!!!

tawuran di stpdn dimulai ketika seorang praja tersinggung ketika ditegur sama praja lain yang... ya... bisa dibilang, beda aliran. hebatnya, praja praja inilah yang bikin heboh indonesia... about... mmm... one or two years ago, when wahyu hidayat killed there.

sejarahnya, akhirnya setelah kasus wahyu hidayat, seluruh praja tingkat 2 (sekarang tingkat 3) praja praja itu diboyong ke jakarta, sedemikian rupa - ceunah - diberi "kebudayaan" baru tanpa tindakan tindakan bersifat fisik apabila dia melanggar sesuatu.

sedangkan praja tingkat 3 (sekarang tingkat 4) -ceunah- tetap dicekoki dengan "kebudayaan" lama. menggunakan hukuman fisik untuk mendisiplinkan barudak bangor-nya.

today, they are back, in one place called jatinangor. tingkat 2 menjadi tingkat 3, tingkat 3 jadi tingkat 4. -ceunah- clash pun kembali terjadi, guy named Simon, entah lupa, entah sengaja, entah gak peduli, gak memasukkan kaus... olahraganya ke celana trainingnya. I don't know where is simon come from, and we can guess he is not from java.

kelakuan simon dianggap indisipliner oleh another guy named... Hasim or what... i forget his name... this guy is on 4th level. And guess what... dengan hasil didikan kebudayaan lamanya, simon dihukum dengan hukuman fisik. padahal, simon sudah dididik dengan lebih "beradab" dengan meniadakan hukuman fisik ketika di IIP jakarta sono... -ceunah-...

started from adu mulut, then bragging then... then and then... temen temen simon, dengan "solidaritas" tinggi pun ikut membantu dengan segala cara yang bisa mereka lakukan agar simon tidak dihukum, begitu juga temen temen si penghukum tadi...

demikian babak pertama berhasil dilerai oleh pengasuh pengasuh mereka...

its lunch time... hehehe... waktunya makan? makan apa? ternyata para praja sialan -ceunah- calon pemimpin bangsa itu pada sedang main freesbee di ruang makan, tapi gak hanya freesbee yang mereka lempar, gelas, piring, and everything they can grab, flying all around the dining room. rame donk... wuah rame. makanya sampe ada beberapa praja yang dirawat di klinik internal stpdn, dan satu diantaranya diungsikan ke RSHS, sukur... biar tau rasa!

nggak seperti dulu dulu, wartawan dengan cepat bisa mengendus peristiwa ini, walaupun aku udah curiga ketika traffic di persekitaran meningkat intensitasnya sehingga menyebabkan kemacetan (walau sudah biasa macet sih, cuma feeling aja kalo macetnya bukan di ikopin-unwim seperti biasa tapi di stpdn). ini dikarenakan -ceunah- ada satu pasukan polisi yang berjaga agar pesta piring terbang itu nggak berlanjut ke halaman atau keluar pager stpdn.

pak kepala sekolah stpdn cuma bilang "kami sudah menyerahkan kasus itu kepada pihak kepolisian", as simple as that? dari cerita ceriti yang berkembang di koran koran (walaupun dipampangin di halaman satu, tapi gak sempat jadi headline karena kalah sama berita soal be be em), polisi -ceunah- cuma sebagian aja yang masup ke dalem komplek stpdn, -ceunah- keadaan di dalem udah ditangani oleh pengurus.

ada pertanyaan, apa polisi takut sama mahluk mahluk yang dilabeli praja? mengapa mereka gak langsung mengamankan para praja itu? apa karena stpdn juga merupakan sebuah "kampus"?

polisi emang bisa dibilang rada keder kalo rame-rame masuk yang namanya kampus, takut dibilang mau membunuh demokrasi lah, takut kena lempar batu lah. emang kampus apaan? kampus kan sama aja, sebidang tanah, ada gedungnya, buat tempat belajar yang namanya mahasiswa. kalo di dalamnya ada kasus, masa polisi gak boleh masuk untuk meriksa? enak aja.

back to stpdn. lalu seperti apa model pendidikan yang diterapkan? apa stpdn sebegitu konservatifnya sehingga otak otak para praja nggak di update sedemikian rupa mengikuti perkembangan jaman, sehingga praja praja tingkat 4 itu masih bisa menghukum praja dengan cara fisik? apa aturan aturan stpdn nggak berlaku surut? kalo aturan yang mengatakan "dilarang menghukum secara fisik" itu hanya berlaku bagi angkatan 2002 keatas, berarti setengah dari penghuni stpdn itu masih menganut... let say... aliran yang terdahulu donk? aliran yang berhasil membunuh wahyu hidayat dan dua praja yang lain.

lalu bagaimana propsek lulusan stpdn angkatan 2001? mereka gak henti hentinya diterpa krisis. setelah kematian wahyu hidayat, mereka seperti di cap sebagai angkatan yang gagal memenuhi tuntutan masyarakat atas calon calon anggota pemerintahan yang bersih, bebas kkn, cerdas, taqwa dan terampil.

angkatan 2001 sepertinya bisa bernapas lega, ketika... tsunami melanda aceh 26 desember yang lalu, kalo aku ga salah baca, 500 orang dari angkatan mereka berangkat kesana (gak tau sampe kapan) dan disuruh mbangun kantor, menggantikan posisi orang orang pemerintahan yang tewas terjejas tsunami. mungkin juga kematian wahyu hidayat adalah suatu seleksi dari tuhan, agar orang orang stpdn yang sekarang berada di aceh bersih dari orang yang gak tau malu, gak tau sikon, dan gak tau adat tereliminasi, kalo gak salah 15 orang diantaranya masih ndekem di penjara, nunggu persidangan yang nggak kelar kelar.

sekarang, angkatan yang sama, kembali bikin problem di sekolah yang murid pria nya dipaksa berpakaian seketat mungkin agar menonjolkan seluruh bentuk tubuh, bikin orang ngiler aja... hehe. apa artinya ini? apa indonesia akan kembali menghadapi bencana lain yang lebih besar? sehingga tuhan perlu menyeleksi ulang pemimpin negara di masa mendatang? only god knows...

dan yang perlu kita cermati, apa lulusan stpdn, bisa menghadapi masyarakat indonesia yang lebih hetrogen daripada yang ada di jatinangor? kalo menghadapi sample dari sebagian masyarakat yang heterogen aja udah emosian, apalagi dengan sekelompok massa, masyarakat, dan segelintir kelompok yang banyak kemauan? mau apa? mau pake tentara? polisi? plis deh!

lebih parah lagi, di Pikiran Rakyat edisi hari ini terpampang berta lain masih dari wilayah persekitaran stpdn. tiga konco konco praja yang sudah selesai bermain frisbee di ruang makan itu mencegat 3 wartawan yang abis mengorek ngorek keterangan berita dari lokasi pertandingan lempar frisbee. mau ngajak main basket three on three? oh bukan? atau mau ngajak makan? emang mereka punya duit? wartawa walaupun sering makan di warteg, tapi kalo ditraktir mintanya di resto lho... hehe... trus mau ngapain donk?

ya mau ngrampas hasil setoran lah! ceritanya, tiga wartawan yang -ceunah- tidak dapat berbuat apa apa itu digeledah isi tas nya, diperiksa seluruh tubuh, untuk mengambil kembali setoran berita bagus (menurut mereka para wartawan lho!) agar gak bisa dimuat di media masing masing.

entah kenapa, wartawan yang -ceunah- mempunyai "kekuasaan", nggak ngomong apa apa plus nggak ngelawan ketika mahluk stpdn itu dengan santai mengobok obok isi tas mereka. padahal mereka bisa melawan kekurang ajaran (betul lho! aku gak salah ketik!) tiga oknum berseragam ketat itu!

stpdn, stpdn! anda selalu bikin masalah! apa anda tidak diajarin (makanya jadi kurang ajar) bagaimana cara ngadepin wartawan? apa anda gak tau kalo anda punya yang namanya hak jawab? apa anda masih mau make cara bar bar untuk menghalangi informasi agar sampe di masyarakat? kasus seperti ini aja mereka udah halang halangi, apalagi kasus besar kayak korupsi?

wartawan, wartawan! anda koq diem aja sih digituin? apa anda gak punya mulut untuk berbicara? atau anda mau pembaca anda bersimpati kepada anda? kami masyarakat gak butuh wartawan sinetron kayak anda, yang cuma bisa diem kalo dimarahin dan ditindas! bagaimana anda bisa dapet pulitzer kalo digituin dikit aja diem! ke laut aja deh!

what the leader of stpdn said about that? "kalo ada yang nggak seneng dengan tindakan murid saya, silahkan laporkan aja ke polisi." as simple as that? lalu, kalo wartawan sinetron tadi gak berminat ngelaporin si pemalak berita tadi? mereka bisa enak enakan donk lenggang kangkung tanpa hukuman sedikitpun? asik banget! katanya mau menjunjung keadilan? gimana sih? harusnya punya sistem penghukuman internal juga donk (yang gak pake acara pus-asp tentunya)!

akhir kata, maap pisan, kalo kata kata di tulisan ini menyinggung beberapa pihak, quotation beberapa pihak yang disebutkan disini juga hanya seingetan kepala saya aja. karena, saya jujur... nggak terbiasa dengan bahasa yang halus kalo lagi curhat. tulisan ini kan ceritanya curhat seorang mahasiswa yang kuliah sekitar 2 kilometer dari kampus stpdn, sering lewat sana kalo pake bis kota, dan sering memperhatikan mahluk stpdn yang bersliweran sambil membayangkan akan seperti apa mereka jadinya nanti di jajaran pemerintahan, apa tetap seksi? atau berubah gendut karena makan duit rakyat?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...