Friday, November 24, 2006

Mi Setan

mi ini rasanya enak luar biasa... dijamin bikin lidah bergetar...

bahan bahan
  1. sebungkus mi rasa apa aja, diutamakan kaldu ayam atau ayam bawang.
  2. 5 hingga 40 (rekornya sih 60) biji cabe rawit dihaluskan jangan sampe hancur
  3. beberapa potong rengginang/kerupuk
  4. segelas teh panas
  5. soft drinks.
cara membuat:
  1. buat mi sesuai dengan petunjuk pada kemasan, dan tambahkan ulekan cabe rawit.
  2. hidangkan setengah panas bersama rengginang/kerupuk, teh panas dan soft drinks.
goyangkan lidah, getarkan bibir
  1. makan mi, kalau mau dengan sedikit nasi.
  2. jika perlu dibantu teh panas.
  3. abis itu, makan rengginangnya.
  4. minum teh panas sampe abis.
  5. abisin rengginangnya.
  6. cooling down dengan soft drinks...
nikmat bukan?

hmm...


powered by performancing firefox

Friday, August 18, 2006

Kok... jadi menangis lagi?

Hari ini... adalah hari kemerdekaan Indonesia yang ke 61. sejak malam
harinya, aku patroli ke gasibu, ini berkat kebodohan (atau kemalasan,
atau ketidak tertarikan) seorang yang kutemui di chatting.

dengan stupidnya dia bilang, "hari ini sih saya nggak berencana menemui
kamu, cuma karena kamu *minta* ketemuan makanya saya temui kamu, tapi
saya nggak punya acara untuk kamu, kalau tadi malam sih ada." you say
what???

jadi simpelnya gw yang harus buat acara. secara gw cuma bawa duit 20
ribu, secara pula, dia yang kemarin duluan ngajak ketemu! whatever...
that stupid man! i will not ever call him again. so stupid. kalau
misalnya nggak tertarik dengan bodiku ya tinggalkan saja daku disitu?

situ ok? jijik deh...

akhirnya, demi memuaskan hasrat, aku naik ke gasibu, disana ada aldo
maholtra, ada... seseorang... ada... seseorang... ada... seseorang...
ada... robi. hewhewhew. saking banyaknya muka dikenal di gasibu, gw jadi
nggak kenal satu satu secara detail.

setelah perbincangan intensif di gasibu, aku digaet salah seorang
penghuni. dia mau main isep isepan. ok gw layani. secara gw juga rada
"hot" sama dia. anyway... tadinya kita bakal ke kawasan utara. tapi
kawasan itu sama sekali nggak aman. so kita pindah... ke mana lagi kalo
bukan ke cilaki.

sampai di cilaki... kita main biasa... tak perlu diceritakan lah ya...
tapi yang pasti, ga ada anal seks. yang menarik, seseorang bilang,
beberapa jam sebelumnya ada polisi berseragam turun ke cilaki dan nanya
KTP masing masing. aku belum ada disana waktu itu.

selesai "bebenah" aku pulang, namun hatiku berkecamuk. polisi itu
mengingatkan kami, kalau di cilaki sering ada laporan masuk tentang
kejahatan.

aku menangis dalam hati. sudah lama sekali aku tidak peduli dengan yang
namanya keamanan. mungkin... sejak abang pergi aku jadi careless. pergi
ke sumatera sendirian, ke palembang dan sekayu yang katanya orangnya
ganas ganas. tapi gw ga mendapatkan apa apa. maksudnya gw ga mendapat
ancaman apapun dan percobaan kejahatan apapun. mungkin... seperti yang
aku katakan kepada mas anis. aku kebal, terhadap percobaan kejahatan.

dulu biasanya, setiap ada perayaan sesuatu, idul fitri, natal, musim
liburan. aku cemas, memikirkan keamanan negara. apa yang akan diperbuat
teroris untuk mengganggu tidur abang ghaki. jangan jangan dia harus
bangun dengan segera dan menerima panggilan tugas yang tidak menyenangkan.

aku diam diam menangis. aku rindu ketika aku mengirimkan sms pagi pagi,
menanyakan apakah disana "aman dan terkendali", apakah abang bisa tidur
nyenyak, dan lain lain.

aku rindu akan rasa... ketidak-amanan akan kehilangan orang yang aku cintai.

i miss u... ghaki romeo.

merdeka.

--
Everybody would like to feel good. And have a goal in life, right? An
important goal.
Living for somebody.

Andrej Koymasky - Writings From A Prison Ch.6
--
*Adi D. Jayanto* <adjayanto@gmail.com>
2006

Sunday, August 13, 2006

Bibir jontorku

kenapa orang timur indonesia, sekitar maluku, papua, timor dsk, yang masih keturunan austronesia memiliki bibir yang beragam?

akhirnya malam ini gw menemukan jawabannya...

percaya ga percaya, mereka bercinta dengan sangat ganas...

abis dah bibir gw jontor digigitin!!!

hawhawhaw...

powered by performancing firefox

Saturday, August 12, 2006

duingin...

entah kenapa bandung beberapa hari ini dingin bangeddddd.... jadi mengigil...

aku aja yang biasanya ga gitu mengigil begitu buka kamar langsung sreng... entah kenapa... then... let's take look at the weather...

di malaysia kemarin sempat ada badai. entah dimana aku lupa, tapi beritanya jelas di TV3. begitu juga di filipin, cina, hk, macau, dsk... yang menyebalkan... dari dulu tv indonesia tu ga sadar sadar sebarapa pentingnya ramalan cuaca.

sadar ga sadar, ga adanya acara ramalan cuaca yang komperhensif, menyebabkan terjadi bencana kekeringan di indonesia, yang ujung ujungnya harga beras naek. kalau misal ada ramalan cuaca, tentu para petani, nelayan, dan semua yang ada di sektor agribisnis akan tersenyum. mereka tau kapan harus ngeluarin modal buat investasi, kapan panen, kapan krisis. sehingga mereka bisa mendapat pemasukan yang lebih!

bagi pemirsa biasa, ini juga bisa digunakan untuk mengetahui hari ini di kota ini kemungkinan akan terjadi ini, jadi ga rugi kalo ke kawinan udahpake baju bagus, sampe disana ujan deres make up ga luntur!

idup ramalan cuaca!!!

Monday, July 24, 2006

Doug Copp - Segitiga Kehidupan

Dari Artikel Doug Copp mengenai "Segitiga Kehidupan"
Diedit untuk briefing Komite Keselamatan MAA
http://www.mail-archive.com/wismamas@yahoogroups.com/msg01803.html

Saya Doug Copp, Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI), tim penyelamat paling berpengalaman di dunia. Informasi dalam artikel ini dapat menyelamatkan nyawa anda dari gempa bumi.

Saya telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara serta salah satu dari ahli PBB untuk Mitigasi Bencana selama 2 tahun. Saya telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia sejak tahun 1985.

Pada tahun 1996 kami membuat film yang membuktikan keakuratan metode bertahan hidup yang saya buat. Kami meruntuhkan sebuah sekolah dan rumah dengan 20 boneka di dalamnya. 10 boneka "menunduk dan berlindung" dan 10 lainnya menggunakan metode bertahan hidup "segitiga kehidupan". Setelah simulasi gempa, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk ke dalam bangunan untuk membuat dukumentasi film mengenai hasilnya. Film itu menunjukkan bahwa mereka yang menunduk dan berlindung tidak dapat bertahan hidup dan mereka yang menggunakan metode saya "segitiga kehidupan" bertahan hidup 100%.

Film ini telah dilihat oleh jutaan orang melalui televisi di Turki dan sebagian Eropa, dan disaksikan pada program televisi di USA, Canada dan Amerika Latin.

Bangunan pertama yang saya masuki adalah sebuah sekolah di Mexico City pada gempa bumi tahun 1985. Semua anak berlindung di bawah meja masing-masing. Semua anak remuk sampai ke tulang mereka. Mereka mungkin dapat selamat jika berbaring di samping meja masing-masing di lorong.

Pada saat itu, murid-murid diajarkan untuk berlindung di bawah sesuatu. Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furnitur sehingga menghancurkan benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. Ruangan kosong ini lah yang saya sebut "segitiga kehidupan". Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk. Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka.

Suatu saat anda melihat bangunan runtuh di televisi, hitunglah "segitiga kehidupan" yang anda temui. Segitiga ini ada di mana-mana dan merupakan bentuk yang umum.

Sepuluh Tip dalam Keselamatan Gempa Bumi

   1. Hampir semua orang yang hanya "menunduk dan berlindung" pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.

   2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus anda lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.

   3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.

   4. Jika anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, berguling lah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.

   5. Jika terjadi gempa dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.

   6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, anda tidak akan selamat!

   7. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki "momen frekuensi" yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhi lah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.

   8. Berdiri lah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup.

   9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka dan meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.

  10. Saya menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.

Sebarkan informasi ini dan selamatkan nyawa orang yang anda cintai.

--
Adi D. Jayanto
"small chance could move the world"

Wednesday, July 12, 2006

Cumi Sero isi Wortel

*Ingredients:*
2 buah cumi sero ukuran gede (>20cm)
1 buah wortel yang bisa dimasukin ke dalem cuminya.
1 atau 2 btg daun bawang

*Bumbu:*
Garem, merica, Saos Teriyaki/saos tiram

*Alat tidak standar:*
Oven dan Alumunium foil
*
Cara membuat:*

1. bersihkan cumi, buang kepala, dan plastiknya. tentakelnya bisa
digoreng renyah kalo mau. jangan dibuka, masukkan beberapa tetes
saos teri/tiram ke dalemnya. biarkan sejenak.
2. rebus wortel sama saos sampe agak lunak lalu masukkan ke dalem cumi
3. taro cumi diatas alumunium foil, lalu taburi cumi garam sama
merica, bungkus.
4. panggang dalam suhu panas (180 C) sekira 30-60 menit. tergantung
selera.

enak dech... hehehehe

--
Adi D. Jayanto
"Small chance could move the world"

Monday, July 10, 2006

SMS yuk... ke Bali TV...

"Hi, gw adi, cowok bandung jabar, cari cowok juga. kalo bisa dari
tentara atau polisi. kalo mau kenal sms atau call aja ke 0819 3149 50XX.
rahasia dijamin." send to 7667.

iseng sih... sayang sms gw terlalu cepat berlalu, alias cuma sekitar 10
detik aja. tapi lumayan. dalam 1 menit berikutnya gw dapet 2 kali
miscall dan 1 sms... hahaha.. yang satu dari cirebon yang satu ga tau
dari mana. males gw, kenalan aja musti minta telepon balik. padalah
sesama xl geto!!! btw... iseng iseng ini telah berbuat yang cukup
menyenangkan. terutama bagi kamu kamu yang hapenya adem ayem jarang ada
sms atau telepon masuk. maanfaatin deh pulsa kamu... jiakakakaka...

cocok kayaknya buat yang sering undercover undercoveran. kamu tinggal
beli kartu kedua, gunanya agar kamu ga langsung pake nomor hp kamu yang
asli. lalu sms BTVChat<SPASI>/nNAMA<SPASI>PESAN. mudah mudahan anda
beruntung smsnya ditayangkan... tapi kayaknya emang ditayangin kok...
soalnya yang sms hal beginian kan cukup sedikit.... heuw heuw heuw...

ceting bali tv ditayangin hampir setiap malam jam 11.30 Central (10.30
West). coba aja siapa tau kamu beruntung.

kamu bisa dapetin bali tv di:
Satelit PALAPA C2:
transponder : 6h
Center freq : rf 3,9260 mhz
L. band 1224 mhz
Symbol Rate : 4,208 msps
FEC : 3/4

--
Adi D. Jayanto
"Small chance could move the world"

Saturday, July 8, 2006

Ancaman Pembunuhan







Guys... just in case aja gw ga bisa nemuin elo karena sesuatu hal yang
ga gw inginkan. Tolong seseorang ke rumah gw (alamatnya ada di
Electronics Hideaway), buka komputer gw (tanpa password kok), dan ambil
file file di "D:\Batalyon Data\Detasemen Khusus Anti Teror\". Disana ada
penjelasan lengkap siapa yang mengancam gw, beserta kronologinya. Just
in case aja ya...





Gw belum mau ngungkapin ada apa sebenarnya, tapi intinya cuma salah paham aja antara gw dan si pemilik nomor hp tersebut.





Thank you very much.

House M.D. (a.k.a. Dr. House)

tayangnya sih di AXN setiap senin 22, selasa 2 dan 15 sore... ini dokter memang keajaiban dunia... hehehe... gimana nggak? di indonesia aku belum nemu dokter se... jujur itu.

seorang politisi terpaksa dirawat karena hal yang belum diketahui, pertama diagnosanya adalah "ada sesuatu di otaknya", lalu kemudian prognosisnya menjadi aids. si politisi nggak mau ngaku ada apa sebenarnya dengan dirinya. takut dianggap cacat. maklum di amerika kan yang namanya politisi nggak boleh cacat lahir batin. kesannya kotor, katanya lho... ga tau...

setelah di cek dan ricek, hasil hasil test hiv nya menunjukkan hasil yang negatif. berarti ada yang lain. house mengharuskan sang politisi menjalani scan seluruh tubuh. sambil menunggu hasil scanning keluar, sang dokter meminta politisi itu buat jujur. ada apa di masa kecilnya, karena kerusakan yang dideritanya telah ada semenjak dia masih kecil. so? si politisi belum mau ngomong. dia bersikeras untuk dirawat atas dasar "kanker". sementara kondisi sang pasien memburuk dan diiringi kejang di sebelah kanan badan.

setelah hasil scan keluar. house kaget, dan mendatangi sang pasien. dan tau nggak apa yang dilakukah oleh house? si house memutus alat bantu napasnya untuk memaksa sang politisi sekaligus pasien itu buat mengatakan yang sebenarnya. resikonya tinggi banget!!! misalnya sang politisi tetep jaim dan tidak mau ngomong alasannya? bisa aja tu politisi mati, dan house menjadi tersangka pembunuhan!!!

huff... house house... jujur banget sih lo. di trailernya aja house pernah ngambil permen, dan dikasihkan ke pasiennya. dia bilang itu obat. house memang nggak salah, secara pasiennya aja yang gimana gitu! orang ga sakit dibilangin sakit parah. ya terpaksa, demi menenangkan pasien yang panik, house membuat "obat" berupa permen.

coba kalo hal hal itu terjadi di indonesia? hmm... rasanya si dokter buru buru memberi resep obat penenang...

satu sisi, house memang "mengerikan" tapi house tahu apa yang terbaik untuk pasiennya.

Tuesday, June 20, 2006

ujian nasional

ngelihat hasil ujian nasional nak nak smu kemarin aku sedikit terkaget kaget. hasilnya nggak seperti yang "diharapkan". banyak sekali nak anak yang lulus dengan nilai yang sedemikian tinggi. seharusnya nggak demikian.

tapi ngelihat hasil kemarin. entah kenapa, aku nggak yakin itu hasil murni anak anak. pasti ada "campur tangan" guru gurunya. nggak kayak gw dulu donk. ujian nasinal gw murni hasil kerjasama anak anak. ga ada satu gurupun yang terlibat di dalamnya... hehehehe...

alhamdulillah. mudah mudahan kalian semua lulus ya adik adikku... jangan seperti kakak. 13 orang seangkatan kakak dulu ga lulus. 8 orang malah dari kelas kakak. hahaha.. whatever...

sutra lah. mending udah lulus...

ngomong ngomong soal lulus, aku kok kayaknya masih males meluluskan diri dari bangku kuliah yak? males aja gt loch... ya males nulis, males pkl. heheh... ga tau kenapa. kayaknya sih gara gara ga ada kepastian untuk dapet kerjaan setelahnya.

nu udah mulai bikin outlin kemarin, sedangkan gw masih males males walau udah ada 2 tawaran dari sctv maupun solopos radio. hm... kayaknya masih ngebet ke kalimantan atau astro nich... erwin sich... ngambil jatah gw di astro...

Friday, June 16, 2006

Life is a roller coaster... isn't it?

hidupku emang udah kayak roller coaster. dan tebak siapa yang bikin
hidup gw kayak roller coaster? yep my new husband want-meant-to-be.
opan. gimana nggak, dua hari aku nungguin berita dari dia yang bikin
jantung copot. tiba tiba aja dia menghapus semua friend di friendsternya
dengan sukses. yak ampun... salah apa gw!!!

gw yang ngambil paket langsung down nggak berselera ngapa ngapain selama
10 menitan. klik diem... menunggu harus gimana. baru kepastian dia hari
ini setelah aku miscall sekitar jam 9 malam. ternyata memang benar apa
yang dikatakan mus. dia menutup accountnya karena ada yang make...
fuih... hampir deh jantung copot... ehm... ah sudahlah... lebih baik
membahagiakan diri saja... dengan husband want meant to be... opan!!!

--
Adi D. Jayanto
"Small chance could move the world"

Tuesday, June 13, 2006

sms bersejarah

bang opan... baru beberapa hari kukenal. dia menjanjikan sesuatu yang berbeda sejak awal. ya, aku dan dia rencananya akan berhubungan keras artinya master and slave, submissive dan dominant. tampaknya hal itu bakal jadi kenyataan banget. beberapa hari yang lalu aku sms bang opan, mancing dikit, biasa... heheh... ternyata jawabannya cukup dalem dan ngena banget di hati. aku jadi mikir ulang.

hm...

"bang, lagi apa, aku udah rindu banget nih, pengen disiksa, dicambuk, diperkosa. horny banget nih." simple kan? tapi jawaban bang opan sama sekali nggak simple.

"di, selama abang di medan, kamu isi dengan kegiatan positif, orang dewasa selalu bisa menunda keinginannya."

degg... aku kaget, bang opan ngomong seperti itu. aku langsung deg degan, bagaimana ini... ternyata aku nggak bisa memperlakukan bang opan sama seperti bang ghaki atau si viker. beda sekali. kalo aku bisa bilang, he's really matured man. ajakanku untuk ngesex kepada bang ghaki biasanya dibalas dengan sesuatu yang mesra. ajakan sex sama viker dibalas dengan janjian. tapi ajakan sex dengan bang opan?

tampaknya bang opan, entah benar benar serius, atau cuma mengetesku saja. jika dia benar serius denganku, i just wishing... my dreams will be come true...

walaupun jauh, aku merasa dia mulai mengontrol diriku. aku tak bisa bergerak bebas. entah kenapa. tapi aku... suka, aku memang suka dikontrol seperti ini. bagian dari hatiku mengatakan, turuti.

hari demi hari, apalagi setelah sms "bersejarah" itu, aku makin merasakan kehadiran dia di hatiku. dia selalu berkata, jangan banyak berharap. tidak, aku tidak akan banyak berharap. karena harapanku cuma satu, memenangkan hatimu untuk memiliki diriku. tapi aku juga tak boleh banyak berharap. siapa tahu nanti setelah ketemu bang opan menolakku.

aku sudah siap untuk hal itu, walaupun aku berharap itu nggak akan pernah terjadi. artinya kami bersama sampai... well... sekali lagi maut memisahkan kami. hiks...

gbu bang opan...

Wednesday, June 7, 2006

It's time to change!!!!

hari ini... hampir 5 bulan aku menjomblo, menutup hatiku dari terpaan
dan godaan untuk mengenyam cinta. seorang lelaki datang untuk meluluhkan
hatiku.

Namanya Opan.

kalau anda ngira Opan adalah orang jawa, berarti ada harus dioven. plis
deh! mana ada opan orang jawa? Opan, calon suamiku yang baru berasal
dari pulau seberang, lagi? iya, pulau sumatera lagi. Opan berasal dari
medan. kuliah di bandung. jangan tanya marganya, karena gw belum mau
kasih tau ke elu elu pade. ntar lu semua ngiri lagi... hahaha...

kayaknya kebahagiaan mulai menyelimuti. aku sudah mulai bisa tersenyum
sendiri lagi. bahkan bayangan almarhum suamiku ghaki romeo perlahan
mulai terganti dirinya.

saatnya untuk berubah. ghaki, terima kasih kamu telah memberikan yang
terindah dalam hidupku. aku sayang pada dirimu. tapi saat ini saatnya
berubah, kehidupanku harus berjalan terus. kau selalu ada di hatiku.

Opan, selamat datang di kehidupanku yang kompleks, sudah siap untuk
meraih titel "setia" bersamaku? i hope you'll get it with me...

i love you...

--
Adi D. Jayanto
"Small chance could move the world"

Tuesday, June 6, 2006

Mediacare... beurat...!!!

> Apakah Anda punya kepekaan sosial, wahai yang mengaku pendukung partai yang jelas-jelas busuk, kawan?
>
> Silakan klarifikasi langsung ke rumah beliau, sekaligus takziah kepada keluarga beliau, kalau Anda menganggap itu penting. Itu lebih smart, sopan dan tidak menunjukkan sikap social idiocy. Saya tidak punya waktu untuk memenuhi permintaan ridiculous Anda.
>
> Penjelasan saya terakhir tidak dimuat oleh moderator milis mediacare yang sangat-sangat one-sided. Jadi cuma saya kirim ke beberapa rekan. Silakan juga coba minta penjelasan saya ke moderator (Radityo) tentang masalah ini. Saya tahu karena menyuarakan yang berbeda dari mainstream mediacare yang gemar menghujat Islam dan umat Islam, saya tampaknya di-banned.
>
> I just don't care, tanggungjawab saya untuk mengimbangi informasi di mediacare selesai.
>
> Selamat berdiskusi one sided di mediacare, dan selamat mendukung partai busuk kesayangan Anda itu. Tolong hasil korupsi partai Anda itu nanti direkap ya, biar tahu jumlah total kebusukannya secara kuantitatif.

email diatas ditulis oleh Panda yang Bijaksana. well... mana ada sih
panda yang bijaksana? well... let's forget his name.

eniweiiiiiii... aku tertarik pada paragraf keempat tulisang panda.
"tanggung jawab saya untuk *mengimbangi* informasi di mediacare
selesai." ada pernyataan besar. apa sih yang disebut dengan keseimbangan
informasi? apakah hanya dengan mencover-both-side keseimbangan akan
terjadi? rasanya enggak banget.

sama saja terasa rcti berbeda dengan sctv berbeda dengan metro tv
berbeda dengan trans tv berbeda dengan indosiar berbeda saaaaangat jauh
dengan bbc world. contoh yang paling dekat, lagi "in" saat ini, timor timur.

rcti mengambil pendekatan "menyalahkan" seakan menekankan menyalahkan
rakyat timor leste kenapa pada jajak pendapat memilih untuk merdeka.
sctv mengambil pendekatan dengan dingin, berita satu aja, paket, beres.
metro tv lebih menekankan ke jalur politiknya, biasa, mungkin jadi
mainan surya paloh. indosiar, cuma seperti ingin mengisi slot beritanya
yang kosong. apalagi aku sudah lama nggak setuju dengan cara anchor
indosiar membacakan beritanya. kedengeran lemes, ga bertenaga, beda
dengan yang sejenis, sonora. bbc? jangan tanya, walaupun hanya masuk
"asia today", "the world" dan "the world today". tampaknya beritanya
cukup komperhensif. ga melebihkan, ga menyalahkan.

kembali ke masalah panda, yang mempertanyakan keseimbangan informasi
yang ita dapat dari mediacare. seimbang, arti kasarnya tidak berat
sebelah. aku malah sering melihat informasi yang berat sebelah dari
panda ini. he's always behind pks. well, aku nggak mau mempertanyakan
sda main apa antara dia dan pks. tapi, darimana data yang dia peroleh.
apakah valid keabsahannya?

yang pasti aku ingat, indonesia tidak menganut "pembuktian terbalik"
seseorang yang menuduh seseorang melakukan kejahatan, musti mempunyai
bukti untuk memperkuat tuduhannya. seseorang yang pernah melontarkan
pernyataan, apalagi tanpa cmiiw (correct me if i'm wrong), musti
mempunyai cukup bukti dan fakta tertulis untuk memperkuat pernyataan
yang dilontarkannya.

suatu perkara, misalnya kematian relawan. untuk partai apapun, berarti
saatnya mempolitisir, ga peduli nama partai jadi baik atau malah jadi
buruk. namun dengan milis "sekelas" mediacare, satu kata salah, bisa
menjadi celah siapapun untuk medebat.

ada yang bilang dua relawan meninggal, satu dari lsm, satu dari partai.
sayangnya panda ini bilang "lsm ini anggotanya ya anggota partai x
juga". ketika dipertanyakan darimana dia dapat data demikian? dia hanya
bisa menjawab seperti diatas.

aku memahami sekarang. mediacare adalah milis keras. siapa tak tahan
panas kupingnya akan segera nomail, atau unsub. aku sekarang jarang
melihat post dari Mohamad Irwan Harahap. dia dengan "berani"nya memakai
domain XL dan memposting hal hal yang berbau politik.

aku masih berpendapat wajar jika denny sakrie selalu mengirim sampah ke
inbox. tapi aku menganggap tidak wajar mirwan menggunakan domain xl,
untuk mengepost hal hal yang berbau politik. lama lama, aku jadi ragu,
jangan jangan xl adalah milik partai tertentu. bukan milik Telekom
Malaysia. hm...

keseimbangan informasi memang tidak selalu terjadi. selalu ada bias.
namun bagaimana cara kita untuk meminimalisir biasnya itu yang penting.

--
Everybody would like to feel good. And have a goal in life, right? An
important goal.
Living for somebody.

Andrej Koymasky - Writings From A Prison Ch.6
--
*Adi D. Jayanto* <adjayanto@gmail.com>
2006

Tuesday, May 30, 2006

Dari Diary Kang Agus - A Story Of My Life - Emergency Edition

Dari Diary Kang Agus - A Story Of My Life
Emergency Travel Edition

Agus Suyono
===== ===== ===== =====

Ada sedikit rasa malas, dan takut juga sih, waktu komandan Irman
memerintahkan aku "jalan" ke jogja. Jogja yang baru saya diguncang gempa
5.9 sr. Pak Irman mengerti ketakutanku. Pak iramn paling tahu aku kurang
bisa membendung air mata kalau melihat situasi yang seperti itu. Sudah
berapa kali dia memergoki aku menangis di pangkuan kang Wira sewaktu
kami bertugas ke aceh. Dia hanya tersenyum ke kang Wira, dan berlalu.

Aceh, satu setengah tahun yang lalu. Kami bertugas disana membersihkan
puing puing sisa tsunami. Sesekali kami masih menemukan jenazah korban.
Sayang, masyarakat setempat agak alergi membantu kami pekerja sosial.
Mereka lebih senng duduk manis menunggu bantuan datang. Aku tak mau
kembali kesana lagi, kecuali atas perintah dinas.

Di aceh, aku menutup hatiku saat bertugas. Aku menutup peraaanku, tak
ada air mata yang bercucuran saat siang hari, namun malamnya, ketika aku
masih harus bekerja, diam diam aku mengucurkan air mata. Wira hanya
melihatku, memberikan sentuhan terbaik yang dapat diberikannya, dan aku
kembali bekerja, salam kesedihan.

Ke jogja aku tidak ditemani kang Wira, aku bertugas mengantarkan
beberapa perangkat komunikasi ke beberapa perwira teman komandan Irman.
Alkom mereka rusak tertimpa bangunan. Aku pergi bersama Yogi. Seorang
tamtama supir.

Aku kenal Yogi sejak beberapa tahun yang lalu, bahkan aku dan kang Wira
pernah mencicip tubuhnya. Seorang teman chatting berkata, "kalau nanti
kamu main main di jalan. Bantuan terlambat juga nggak apa apa". Aku
hanya bisa tertawa.

Kami berangkat sekitar jam 3 sore. Kang Wira memastikan aku berangkat
dalam kondisi sadar dan sehat. Bahkan dia sendiri yang mengecek mataku.
Perjalanan ke jogja kami lewati dengan santai, namun begitu memasuki
wilayah purworejo, intensitas ketegangan kami meningkat. Mulai ada rumah
rumah yang retak, bangunan setengah roboh. Maupun kondisi jalan yang
sedikit pecah.

Memasuki Wates. Aku tak dapat menahannya lagi. "Yog, boleh kupegang
tangamu?"

"silahkan bang."

Yogi memberikan tangannya untuk kugenggam. Erat sekali. Samping kiri
kana, kulihat banyak sekali rumah rumah yang hancur. Aku hanya bisa
menghela nafas, berusaha memejamkan mata. Sambil bersaha menutup perasaan.

"abang nggak apa apa kan?"

"nggak apa apa yog, nggak apa apa."

Yogi tampak khawatir, mungkin karena aku menggenggam tangannya dengan
sangat kuat.

Beberapa menit kemudian, aku sampai di tempat tujuan pertama. Seorang
kolonel. Antena komunikasinya jatuh pada saat terjadi gempa. Aku
mengambil antena baru dari dalam truk dan memasangnya. Setelah selesai,
kolonel menawarkan aku untuk istirahat sejenak, sebelum melanjutkan
perjalanan.

Halus aku menolak, dengan alasan pekerjaanku masih banyak. Sebenarnya,
aku ingin pekerjaan ini cepat selesai agar aku bisa keluar dari kota ini.

Empat perwira lain aku sambangi, radio komunikasi, instalasi antena,
bahkan sebuah dish wavelan receiver aku pasang dalam waktu kurang lebih
12 jam.

Mendekati jam 11 siang, aku bersiap menuju tujuan terakhir. Yogi menolak
memberikan alamat tujuannya.

"kang Wira memerintahkan saya untuk memakaikan ini ke abang."

Wira tahu aku semakin tegang. Aku tahu daerah berikutnya mungkin daerah
yang kerusakannya paling parah. Wira memerintahkan aku menggunakan
penutup mata.

"kita jalan bang."

Sekitar satu jam, kami tiba di tujuan terakhir. Aku dituntun turun dari
mobil, dan menuju tempat yang sedikit gelap. Yogi membuka penutup mataku.

Seorang mayor ada di depanku, dia mengeluh tidak berfungsinya baterai
alkom, dan koneksi jaringannya. Aku dibawa ke ruangan komunikasinya.
Rumahnya gelap sekali, hanya remang remang cahaya saja. Jendelanya
banyak yang ditutup. Yogi minta izin untuk istirahat. Mayor pergi untuk
mengecek anggotanya.

Di ruangan itu aku bekerja kurang lebih setengah jam, sebelum akhirnya
memutuskan untuk mengganti antena penerimaan luar. Aku berjalan ke luar
rumah dan...

Aku pingsan.

===== ===== ===== =====

"bang, bang... Bangun bang..."

Yogi mengguncang guncang tubuhku. Aku sakit kepala, karena sewaktu
jatuh, aku membentur tanah.

"gi, keluarkan antena, pasang, dan ayo keluar dari sini."

Aku menunduk, tak berani melihat pemandangan di sekitarku. Bayangan saat
bertugas di aceh kembali datang, flashback, dengan sangat cepat. Aku
masuk ke mobil, dan mulai menangis.

Beberapa menit kemudian, Yogi kembali dan melaporkan dia sudah memasang
antenanya, tapi tak tahu cara menghidupkannya.

"beritahu aku saja bang, biar aku yang menyelesaikannya."

Ada konfigurasi antena itu yang merupakan rahasia jabatan. Aku tak boleh
memberitahu Yogi. Aku mengusap air mataku, dan kemudian keluar untuk
menyambungkan antena dengan jarkom. Mengeset frekuensi. Saat itu...

"butuh bantuan mas?"

Seorang pria, tampaknya warga setempat, menawarkan aku bantuan. Berkat
bantuan dia, pekerjaanku selesai dengan waktu yang lebih singkat.

"kami memang habis dilanda bencana mas, tapi kami mau jalan terus.
Bantuan yang kami butuhkan hanya untuk sesaat saja. Kalau kami sudah
kuat, kota sudah mulai hidup, kami akan kembali kerja. Membangun rumah
dan hidup kami yang hancur.

Mas nggak usah terlalu mengkhawatirkan kami. Tolong rawat kami untuk
sementara saja."

===== ===== ===== =====

Delapan jam kemudian, aku sudah sampai kembali di gerbang markas.
Sepanjang perjalanan aku selalu menggenggam tangan Yogi. Bahkan aku
tidak peduli ketika aku menangis lagi di pangkuan kang Wira ketika di
kantor...

Pak Irman datang, "maafkan saya ya gus, tapi hanya kamu yang bisa saya
andalkan."

"nggak apa apa pak", aku menjawab lemah...

Kang Wira terus memelukku. Di bawah pandangan mata teman temanku, usapan
komandanku, dan pelukan kang Wira, aku menangis mengingat kondisi kota
bantul, tempat terakhir yang aku kunjungi.

Tapi kali ini, aku ingin kembali kesana, untuk membantu meringankan
beban mereka. Sampai saatnya tiba.

--
Adi D. Jayanto
"Small chance could move the world"

Friday, May 26, 2006

Mengapa Aku Memilih...

Kemarin... sebenernya nggak kemarin2 banget sih, john doe ngobrol sama
aku panjang lebar liwat telepon. yah ada lah 41 menit sekian detik. dia
sempet tanya: apa sih yang aku cari dari militer/polisi?

Well... aku sempet terhenyak ditanya seperti itu. bukannya aku nggak tau
jawabannya. tapi jawabannya kompleks sekali. yang pasti, nggak hanya
sekedar seks.

aku bisa bilang suka mil/pol, nggak melulu ukuran fisik. di undercover
id banyak yang melihat militer dari segi fisiknya doank. aku? nggak,
bahkan yang ndut ndut pun aku lirik. asal bukan mil/pol ga keurus aja.
soalnya ada beberapa mil/pol yang seperti nggak terawat. dan... i hate
rambut ikal. jiakakaka...

almarhum suami memberikan aku segalanya, ya, bisa dibilang segalanya.
walaupun dia nggak memberikan yang satu itu. dia memberikan semua yang
aku inginkan. bukan duit lho pastinya.

ada rasa sakit yang mendalam. ya aku menginginkannya. ketika almarhum
meninggal... dalam dinas... aku merasakan sakit yang luar biasa. sakit
bahwa aku telah sendiri. walaupun aku siap, sakitnya masih tak
tertahankan. tapi rasa sakit itu, sepertinya... membahagiakan aku. bukan
masalah meninggalnya, tapi ada rasa bangga, aku sudah memberikan
kebahagiaan padanya hingga saat saat aku lost contact.

ada rasa senang dan ada rasa bangga, ketika kutelepon dia mengatakan
"aku sedang razia, malam ini kami dapat...". terima kasih tuhan. dia
masih hidup, dia kembali menjadi pahlawan, setidaknya di hatiku. dia
memberantas kejahatan. yang walaupun kata orang sepele, tapi aku lebih
suka dia mengerjakan itu. aku malah takut kalau dia mengerjakan kasus
korupsi. aku takut dia tergoda...

ada rasa tegang, ketika dia mengatakan, jangan ditelepon, beberapa hari
aku akan dinas ke pedalaman. oh, apakah dia akan kembali dengan selamat?
apakah dia, apakah dia... dan berkali kali apakah dia....

yang pasti, mempunyai... suami, bisa dibilang begitu, dari kepolisian
ataupun dinas militer. dapat menumbuhkan rasa patriotisme. nggak
percaya? coba aja. asal hubungan dilandasi suka sama suka, sayang sama
sayang, lama lama kamu akan sebel dengan yang namanya mahasiswa yang
selalu bentrok dengan aparat, buruh yang hampir setiap demonya selalu
anarkis, dan yang kena timpuk pasti tamtama tamtama muda.

semua rasa campur aduk ketika kamu menikmati enaknya mempunyai pasangan
seorang polisi atau tentara. kalau kamu hanya merasakan enak di pantat
atau kon**l nya aja, berarti kamu hanya suka sex nya aja. bukan suka
keseluruhan.

nggak percaya? coba aja... bener ga john?

--
Adi D. Jayanto
"Small chance could move the world"

Monday, May 22, 2006

Alhamdulillah

Meskipun aku baru saja berduka cita setelah kehilangan sepeda. aku bisa
setengah berbahagia. masalah john doe dan lakinya sudah setengah
selesai. aku tu selalu menunggu kelanjutan masalah john doe dan lakinya.
bukan apa apa, sapa tau john doe nyerah gitu... and lakinya kan bisa gw
rebut ntar... hehehe...

mendengar john doe cerita soal lakinya. aku jadi super iri. yep, aku
ingin di posisi john doe sekarang ini. sejak almarhum meninggal, aku
tidak punya siapa siapa lagi yang kupikirkan. hanya doa dapat
kupanjatkan ke maha kuasa agar abang diterima di sisinya. amien.

masalah john doe... nggak jauh dari masalah kecemburuan. aku nggak tau,
tapi ada kesamaan antara lakinya john doe dengan abang. say it... sama
sama ego, sama sama pengen diperhatiin, dan sama sama, dunia ini hanya
milik kita berdua. yang lain ngontrak aja gitu loh!

bayangan john doe nyoliin laki nya di taxi membuat gw makin panas..
pinter banget yak anak ini bikin iri gw... hahaha... duh, kapan ya gw
dapet laki berseragam. pak polisi, colek gw donk.

ada kekesalan ketika john doe cerita bagaimana temannya yang OW juga bisa
masuk ke dinas. sux, kalau tahu gitu, dan sayangnya aku nggak call
john doe sejak awal. aku pasti sudah masukin lamaran ke polda. entah itu
akpol atau bintara reguler. aku ingin ke akpol aja ah... biar bisa jalan
jalan seluruh indonesia. kata john sih, aku cocok jadi polisi pariwisata.
soalnya gw lancar banget kalau bahasa inggris. secara toefl gw 700 gitu,
dan si stripped percaya lagi kalo toefl gw 700.

ah sudahlah targetku kan cuma pjr atau serse. di pjr aku setidaknya bisa
menindak preventif kejahatan yang mungkin terjadi. kalau di serse,
selain nerusin kerjaan almarhum abang, aku bisa menjawab why why and
much more why something happened in this world. why people killed each
other, why people lie to each other. dll lah! jarang kan ada bharatu
yang nulis buku? jiakakaka... ngalah ngalain kapolseknya nih... :)

whatever. perjalanan kesana masih ada beberapa bulan lagi. kesempatan
terakhirku adalah bulan januari nanti. mudah mudahan aku bisa "in" ke
dinas. and... whatever will be, tomorrow i'm gonna do entourage 125. and
now it will be on foot and running.

sepedaku sudah dimiliki orang lain gitu loh! kalo sepeda masih ada ya
kita jalan entourage 500. 50 km keliling kota bandung dengan kecepatan
medium to high! asik kan? kemarin aja jantunng hampir copot waktu suruh
ndaki dari sunda sampe simpang. secara kita udah jalan lebih dari 30
kilo gitu! mana pas mandatory pit stop ga ada pemandangan indah lagi!

dreskripsi di friendster (fs://adjayanto@gmail.com) dan faceparty
(fp://www.faceparty.com/adi_jayanto) juga sudah kuhapus. hanya kuisi
dengan "will be edited later" sepertinya dalam beberapa hari ini aku
juga akan menghapus websiteku. akan kuupgrade ke versi 5. tapi aku belum
tahu prorotypenya akan seperti apa. blog (electrohide.blogspot.com)?
nggak, itu nggak akan kuhapus. biar nanti fotonya kuganti2 saja. gampang
itu!

john nanya soal kenapa aku ga pake nama palsu di internet. gw rasa, ga
ada gunanya to gw pake nama palsu? untuk apa? yes. for people like john,
there's need using pseudonym. laki nya yang polis diraja indonesia,
"mewajibkan" - perhatikan kalau kata mewajibkan ditulis dengan tanda
kutip - untuk john menggunakan pseudonym. tapi kalau aku buat apa?

later, if i entered the service, then i (will think to) use fake name,
then i (will think to) use cover, and then i will be the only one
bharatu/bripda who bring laptop to the office... kekekekeke... boleh ga
ya... boleh donk.

"kedekatan" john doe sama lakinya, mau ga mau adalah sebuah kedekatan
yang selama ini kuinginkan dengan almarhum suamiku. kedekatan yang...
sempurna. kedekatan, yang... apa yah? well i know, walaupun mereka
saling jual mahal. there is so much love in their heart. kalau john
bilang, dia hanya mau ngasih kesempatan satu kali lagi sama lakinya?
bullshit. dia akan kasih kesempatan lagi, lagi, lagi, sampai dia tidak
punya kesempatan lagi untuk diberikan.

kalau lakinya berani meninggalkan dia ke negeri sebrang? laki itu akan
menyesal, hanya ada satu orang yang mencintai, menyayangi dia di dunia
ini. whatever it takes, i'm gonna love you to the end of the world my
lovely hero.

aku hanya berharap, seseorang seperti lakinya john, dapat jatuh ke
tanganku... dapat jatuh ke dekapanku, untuk kusembah, kupelihara,
kucintai hingga ajal tiba.

for now, i can only wishes the best for you john!
and for you too damned soldier cock pincher and f***er!
cheers!

/copies sent to:/
/blog: electrohide.blogspot.com/
/forum: john doe@boyzforum.com/

--
"Everybody would like to feel good. And have a goal in life, right? An
important goal. - Living for somebody."

Andrej Koymasky - Writings From A Prison Chp.6
--
Adi D. Jayanto <adjayanto@gmail.com>
2006

PS:
and yes!!! i want my cock to be pinched too!!!

Thursday, May 11, 2006

Main2 dengan Tickle...

Adi, A Secret Agent is the man of your dreams

Mystery and intrigue — it's not just for action-adventure movies. It's
what you are looking for in life and love. From spontaneous weekend
getaways to notes stuck in your jean pockets, you love being surprised
and appreciate the extra thought and effort that goes into making it happen.

That's why a secret agent could steal your heart — he's got what it
takes to change the world, but he's not about to go around shouting
about it. But don't worry, your secret's safe with us. Shhhh.

===============================================================================

Adi, you're a creative cook because you Improvise

There are few chefs more admired — or more in demand — than those who
know the fine art of improvisation. Ad-lib cooks like you cleverly make
things up as you go along, whether that's by switching the menu from
shrimp to steak or making a four-person stew stretch to feed 12.

Improvising demands the cook to be part scientist, part inventor, and
part negotiator — all while maintaining a steady confidence that it will
turn out fine and taste great when it's done cooking. And the funny
thing is, it usually does. That's why your dinner guests never fail to
leave happy — even when what they ate wasn't on the menu. Yes, chef!

===============================================================================

Adi, Biking Country Roads makes your mouth water

Even if you aren't Tour de France material, you're an adventurous
individual who's always up for trying something new and different and
getting out and about. Putting the pedals to the metal or even just
taking a pleasure cruise is what gets your gears going.

From smooth paved country roads to muddy mountain tracks, biking is a
great way to see the sights, enjoy the outdoors, and get some exercise
all at once. Besides, you can even go places that cars and pedestrians
can't. Sound exciting? It is! Grab your helmet and start spinning your
wheels!

--
Adi D. Jayanto
"Small chance could move the world"

Monday, May 8, 2006

KA Kertajaya Menjadi KA Marinir

KA KERTAJAYA MENJADI KA MARINIR
Bertempat di stasiun Pasarsenen (24/3) telah ditandatangani perjanjian
kerja sama antara PT KA dan TNI – AL dalam hal pengangkutan prajurit
Marinir dengan KA Kertajaya secara terkoordinir. Dengan kerjasama ini,
pengawasan perilaku prajurit Marinir di atas KA yang selama ini
”meresahkan” kita sudah dapat diatasi. Kalaupun masih ada yang melakukan
hal yang tidak kita inginkan dan bertentangan dengan ketentuan yang
dipersyaratkan bagi penumpang, kita bisa melaporkan kepada Panglima
Armabar yang sudah sepakat untuk membantu penertibannya. Langkah ini
merupakan bentuk pedulinya manajemen terhadap keluhan berbagai kalangan
pegawai yang selama ini ”krepotan” dan nyaris tak berdaya bila
berhadapan dengan mereka. Secara manusiawi rekan kita yang bertugas di
lapangan mungkin bisa mentolerir, tetapi secara aturan hal ini bisa
mengendurkan penegakan aturan atau Law Enforcement.
Dengan ditandatanganinya perjanjian kerjasama antara PT KA dan Panglima
Armabar, maka KA Kertajaya Pasarsenen – Surabayapasarturi layak disebut
sebagai KA Marinir. Sebab, selain satu kereta di bagian belakang
diperuntukkan bagi prajurit Marinir, keamanan KA selama dalam perjalanan
juga digaransi oleh prajurit Marinir yang di dalam klausal perjanjian
juga menyebutkan kewajibannya untuk ikut mengamankan KA dari hal-hal
yang tidak diinginkan. Petugas kita, baik Kondektur maupun petugas PS
pun lebih mudah dalam menjalankan tugasnya di atas KA. Gerbong terakhir
yang diisi pasukan Marinir tidak perlu diperiksa lagi, karena sudah
dipastikan para prajurit Marinir kita itu sudah membeli tiket secara
terkoordinir oleh Panglimanya secara langsung. Alangkah mulianya Pak
Panglima, yang tidak rela prajuritnya disebut-sebut telah ”meresahkan”
petugas KA karena naik KA tanpa membeli tiket.
Sikap disiplin yang digerakkan dari kemuliaan Panglima Armabar ini
diharapkan dapat kita sambut dengan sikap konsisten dalam menegakkan
peraturan. Artinya, jangan sampai ada lagi petugas kita yang menerima
pembayaran dari penumpang secara tidak sah. Kalau ada penumpang KA
Kertajaya yang tidak memiliki tiket, petugas harus mengambil tindakan
tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Bayar dua kali harga tiket, atau
diturunkan di stasiun pertama tempat KA berhenti. Sebab, akan sangat
memalukan bila ada petugas yang menerima pembayaran dari penumpang di
atas KA secara tidak sah dan ini diketahui oleh para prajurit Marinis
yang sudah didisiplinkan oleh Pak Panglima Armabar. Kalau itu terjadi,
maka giliran Pak Dirop melalui para Kasiop untuk mengambil tindakan
tegas tanpa kompromi. Tetapi, mampukah ??
Sebab, budaya permisif dan toleran sudah mengakar di kalangan kita.
Kalangan bawah, kaum minoritas seolah ditolerir menyimpang, dengan dalih
di tingkat atas hal yang sama juga terjadi hanya saja tidak kasat mata.
Kata-kata, ”Ah berapalah yang didapatkan mereka, toh lebih besar
dibandingkan dengan yang didapat oleh kalangan pejabat,” sering kali
kita dengar sebagai fenomena pembenaran atas tindak penyimpangan.
Karenanya, agar semuanya bisa bergerak pada orbitnya, tingkat
kesejahteraan pekerja merupakan kata kunci yang paling menentukan. Kita
tidak bisa berharap agar setiap kita menggunakan ”inner” jernihnya tanpa
ada stimulus yang sepadan. Sebab kita ini hanya manusia biasa, yang
selain diberi akal dan pikiran juga nafsu. Kita bukan malaikat. Hal ini
juga harus menjadi bahan renungan kita bersama. Semoga

Friday, April 28, 2006

Chatting Session with Jonis - A Mind Games

jr: janganlah
aj: kenapa
aj: kasih alasan logis
aj: dan ga usah ngomong kesehatan atau agama
jr: dalam islam kamu bahaya
aj: ada alasan lain?
aj: gw dah terlalu sering denger itu
jr: kamu kan cowok kan?
aj: ada alasan lain?
jr: banyak
jr: masa depan kamu
aj: trus?>
jr: kamu sayang orang tua?
jr: bahagiakan mereka
jr: jangan kecewakan
aj: orang tua gw aja ga sayang ma gw, kenapa gw harus sayang ma mereka
jr: saya terkejut mendengarnya
jr: tidak ada ortu yang tidak sayang sama anaknya
jr: yakinkan itu
aj: oh yeeeeeeeeeeeeeeeeeeah????????????????
aj: yakinlah apa yang dikatakan rudy
jr: serius
jr: apa itu?
jr: kamu orang yang sangat berharga
aj: so?
jr: sangat berharga
jr: apalagi dihadapan Tuhan
aj: so?
jr: he he he
jr: maaf saya juga orang yang tidak baik
jr: tetapi kok dikit-dikit mulai menyadari
aj: kok orang yang tidak baik berani nyeramahin yang tidak baik juga
jr: kamu jauh lebih baik dari saya
aj: buktinya
jr: saya yakin itu
aj: buktinya
jr: daripada gemerlapan dunia lebih baik kita mencari kerajaan Tuhan saja
jr: dunia ini kan sangat sementara
aj: tuh kerajaan tuhan sedang diadili
jr: maksudnya?
aj: "nabi" nya dituntut penodaan agama, mengganggu ketertiban umum
jr: apa itu saya tidak mengerti
aj: makanya baca koran
aj: nonton tv
aj: jangan ngentot terus!
jr: mau menceritakan kepada saya sobat?
jr: he he he
aj: google aja soal lia eden
aj: atau lia aminudin
jr: siapa itu?
aj: payah deh
aj: ngaku tahu soal agama, ceramah soal agama, tapi ga tau lia aminudin
jr: he he he
jr: memang agama tidak akan pernah menyalamatkan manusia
aj: terus apa gunanya beragama?
jr: agama itu kan buatan manusia ...
jr: bukan beragama yang penting
jr: lihat orang-orang FPI seperti apa?
aj: trus ngapain tadi kamu ceramah soal agama
aj: kalo beragama ga bakal nyelametin manusia
jr: mereka sangat beragama tetapi tidak munusiawi
jr: agama bisa seperti candu
aj: toh gw beragama jg ga bakal nyelametin gw dari neraka
jr: hilang akal sehat
aj: kayak elo
aj: hilang akal sehat <-- kayak elo
jr: he he he
jr: kamu adalah teman baik saya
jr: saya sangat menghargai kamu
aj: maaf, saya ga mau dihargai
aj: biarin saya ga ada harganya
aj: karena saya ga mau dibeli
jr: tetapi kamu benar-benar orang yang sangat berharga
jr: dan tidak ternilai dengan uang dan harta emas
aj: itu kan bagi yang punya harga diri
aj: harga dirinya tak terhingga
aj: nah gw ga punya harga diri
aj: jadi terserah gw donk
jr: tidak sobat
aj: tidak kenapa?
jr: tidak kita sendiri yang menentukan harga diri kita
jr: tetapi orang lain
jr: serius
aj: lha harga diri harga diri gw sendiri
aj: gw yang netapin
jr: saya sangat perduli sama kamu
aj: gw yang nentuin mo dibawa naik dibawa turun kok repot orang lain ngurusin
jr: saya sangat sayang pada kamu
aj: cieh... sayang
jr: tetapi bukan sayang (sexual ya)
aj: sayang kontolmu!
jr: serius
jr: tenang dulu
jr: tarik nafas dalam-dalam 2 x
aj: dah mati dari tadi
aj: makanya ga bernafas
jr: jangan kecewa
aj: kecewa sama siapa
aj: sama elo?
aj: nggak banget
jr: selagi kita bernafas kita bisa berbuat yang l ebih baik
jr: sama ortu
aj: ortu melulu dipikirin
jr: sama orang lain
aj: ga ada yang lain apa
aj: diri sendiri ga dipikirin
aj: kalo mikirin ortu terus repot
aj: kap[an mau maju
jr: berilah pengampunan maka kamu akan diampuni
aj: sekolah ga boleh
aj: nolong orang ke aceh ga boleh
aj: jalan jalan malem ga boleh
jr: kenapa nggak boleh
aj: tanya aja sendiri ma ortu gw
jr: karena mereka sangat sayang kepada kamu
aj: bah
aj: sayang apaan
aj: ga peduli ma perasaan gw dibilang sayang
jr: coba mengerti dari sudut pandang mereka
jr: empati
aj: harus?
aj: udah berkali kali tau
jr: mungkin kamu belum mengerti sepenuhnya
aj: conclusionnya cuma aku dianggap anak kecil
aj: yang ga boleh jadi gede
jr: nah coba kita evaluasi
aj: yang harus terus nurut sama orang tua
aj: ga bebas nyatain pendapat
jr: kedewasaan tidak dibuat-buat
aj: ga boleh marah
aj: kedewasaan memang ga dibuat buat, tapi orang tua gw ga pengen gw jadi dewasa
jr: cara kita merespon sesuatu menunjukkan kedewasaan kita
aj: kata guru gw pengalaman adalah guru paling berharga.
jr: benar
aj: nah orang tua gw ga mau ngasih gw pengalaman di luar rumah
aj: yang ada pengalaman gw harus terus nurut ke mereka 21 tahun lebih, kayak anjing tau gak!
jr: coba dulu bersikap yang dewasa
aj: yang bisanya cuma ya ya ya ya
jr: oh giut ya
jr: gitu
aj: ngerti lo
jr: tenang sobat
jr: ada caranya menghadapi ortu seperti itu
jr: tidak harus ngambek
aj: ngapain ngambek
jr: tenang
aj: gw lagi persiapan pisah kok
jr: boleh saja
aj: mending gw ke pedalaman kalimantan jadi tarsan
aj: daripada terus ma ortu gw
jr: tetapi dengan cara yang baik
aj: ngapain musti baik
jr: he he he
aj: mereka baik apa ma gw
aj: ga ada baik baik nya
jr: mereka yang melahirkan dan yang membesarkan kita
aj: oh ini soal melahirkan dan membesarkan?
aj: gw ga minta dilahirin kok
jr: ya nggak juga
aj: kalo gw musti lahir juga gw ga minta ortu gw itu mereka
jr: saya sangat prihatin dengan perasaan kamu
aj: ga usah repot turut prihatin deh
jr: serius
aj: aku ga perlu dikasihani
jr: saya care terhadap kamu
jr: bukan kasihan
jr: tapi perduli
aj: apa bedanya
aj: ga ada
jr: jelas beda
jr: sebentar ada telp ya
jr: kita tetap chat
aj: ok
aj: gtg

--
Adi D. Jayanto
"small chance could move the world"

Meet Egi, An IPDN Student

welcome to jatinangor, an ulikely city of education. here, sits 3 nation owned university and 1 private owned. one of them is IPDN. IPDN is an university that using "semi military" educational type. when the student graduate from that kind of university, they are already accepted as government worker, everywhere in indonesia. but mostly, will be worked on their respective origins.

meet egi, my friends from high school. he entered ipdn three years ago. and he will be graduated next year. his last name would to be too important, and i try to protecting someone identity here.

jum'at ini aku harus ke kampus untuk ngurus surat ijin pkl. tapi males banget. sejak ditinggal abang entah kenapa emang aku jadi sedikit pemalesan. hehehe... rencana mau berangkat jam 8 pagi, akhirnya jadi jam 9, lalu jam 10.30, lalu jam 11, akhirnya keluar rumah jam 11.30. dengan hitung hitungan yang tepat. maka seharusnya aku sudah sampai di jatinangor jam 12.00. tepat saat sholat jumat.

seperti biasa aku sholat jumat di stpdn, bukan apa apa, hanya faktor keamanan sepatu saja. di masjid lain suka banyak barang hilang. sedangkan di masjid stpdn, yang kehilangan... lebih tepatnya... ketuker sepatu, biasanya antar praja sendiri. masyarakat umum ga perlu takut sepatu mereka hilang... hehehe..

setelah wudhu aku sedikit ragu. akan ke atas atau ke bawah. masjid stpdn memang terdiri dari dua tingkat. instingku aku ke atas. apalagi aku belum pernah sholat di bagian atas. dugaanku menemukan sesuatu yang baru ternyata menjadi kenyataan. tadinya hanya sekedar ingin melihat kepala kepala gundul mereka... ternyata aku nemu egi. temen smu yang sudah lama tak terdengar.

ah anak itu ternyata jadi anak yang dihormati di stpdn sono. bandingkan waktu di smp nya... di smu nya... ngga ada apa apanya dia... apalagi boleh ngambil keputusan. sekarang... dia tinggal nunggu disalamin aja kalo pulang jumatan... hahahaha...

well.. egi. udah gede yah sekarang... :D

aku jadi inget janji untuk menyelesaikan website smu ku. well baru dikerjain dikiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit banget. tapi alhamdulillah. anak anak smu semuanya... well... sebagian besar, sukses. di stpdn ada mamat, egi dan... beberapa lainnya... di polri juga ada beberapa. di tni... wah aku lupa nanya tadi. sudahlah.

ok gi... semoga sukses. insya allah aku datang pas kumpul kumpul di bulan puasa nanti.

--
Adi D. Jayanto
"small chance could move the world"

Sunday, April 23, 2006

Re: [mediacare] SBY Tidak Suka Rokok, Tapi Resmikan Pabrik Rokok

T Chandra wrote:
> Coba kalau pemerintah tidak naif, dan sebagian pemuda nganggur hormat sama polisi dan tidak harus demo dan merusak Playboy dan yang kayak begitu, lalu ada izin untuk legalisasi kasino, negara bisa dapat dobel keuntungan. Tapian Sampoerna berhenti merusak kesehatan rakyat dan kalau mau invest di perkasinoan di negara ini kan pajaknya lumayan banget. (Bisa sedikit kompensasi kerugian besar-besarn akibat Freeport dan Exxon dan semacam gituan lainnya).
>
> Plus dan minus, ying dan yang, gitu kan, Pak?
>
> TCh

--
"Everybody would like to feel good. And have a goal in life, right? An
important goal. - Living for somebody."

Andrej Koymasky - Writings From A Prison Chp.6
--
Adi D. Jayanto <adjayanto@gmail.com>
2006

Tuesday, April 18, 2006

Nggak bisa ngurus diri sendiri kok protes ke orang lain!

“7 april, maaf perjalanan anda akan terganggu. kami akan menuntut agar
blue bird dihentikan ijin operasionalnya di bandung.” kalau aku tak
salah ingat. itu bunyi spanduknya. kalau tak salah pula, mereka
menamakan dirinya “asosiasi pengusaha taksi”.

tampaknya mereka belum sadar sadar juga. blue bird adalah taksi terbaik
yang pernah kota bandung miliki. taksi yang ada? wah maaf, sudah
setumpuk dan menggunung, hal hal yang menyebalkan yang kalian lakukan.

argo ada di setiap taksi kalian. tapi kalian tak pernah menggunakannya.
kalian selalu menggunakan argo tembak. ac ada di setiap taksi kalian.
tapi kalau kami penumpang tak memintanya, kalian tak akan pernah
nyalakan itu ac.

bluebird datang, kami kembali menggunakan argo dan menikmati ac di dalam
kendaraan. bandung makin panas...

taksi yang ada protes, karena merasa penghasilan akan terambil. jelas!
sampai sekarang kualitas kalian taksi lama tak berubah. tak ada
peningkatan sedikitpun. sadarkah kalian, dengan sistem setoran yang
masih perusahaan kalian berlakukan itu, kalian tak diperhatikan oleh
pemilik perusahaan? kalian hanya diperas tenaganya oleh perusahaan,
tanpa imbalan yang memadai? dan kalian masih ingin membela perusahaan
seperti itu?

cobalah kalian bikin perusahaan taksi sendiri. tiru bagaimana cara
manajemen blue bird bekerja. plagiat? ah yang penting dapur ngebul kan?
sistem manajemen perusahaan itu kan bukan sesuatu yang bisa dilindungi
oleh hak cipta atau sejenisnya!

sayangnya mereka protes ke alamat yang salah. bluebird.

--
Adi D. Jayanto
http://electrohide.sharewith.us
"Small Chance Could Move The World"

Monday, March 20, 2006

Ketika kamera merekam terlalu banyak...

Beberapa hari yang lalu, mudah mudahan dikau tidak sempat menyaksikan
"Tayangan Tersadis di Televisi". Karena, apa yang dikau saksikan waktu
itu, sangatlah... maaf saya gak tahu apa kata yang harus dituliskan
disini...

Saya (dan beberapa orang lain) menyebut tayangan tersadis di televisi,
karena saya belum pernah melihat tayangan tersebut, di televisi manapun
di dunia ini. Baru kali ini di Stasiun Televisi Siaran di Indonesia,
saya menyaksikan tayangan tersadis tersebut.

"Dalam mengulas atau merekonstruksi peristiwa traumatik (misalnya
pembantaian, kerusuhan sosial, bencana alam) lembaga penyiaran harus
mempertimbangkan perasaan korban, keluarga korban, maupun pihak terkait
dengan peristiwa traumatik tersebut."
<Pasal 25 - P3SPS>

"Tayangan tersadis di Televisi" (TTdT) menayangkan dua dari empat korban
kerusuhan Abepura, dihajar dengan...

"Adegan kekerasan tidak boleh disajikan secara eksplisit."
<Pasal 33 butir a - P3SPS>

Stop kalau begitu, karena sequence tersebut seharusnya tidak boleh
disajikan secara eksplisit. Namun saya tetap saja telah menontonnya.
Hanya rasa miris yang saya dapat. Saya tetap diam di depan televisi
sepuluh menit setelah tayangan tersebut.

Yang ada dalam otak saya... "how could they... how could they...", ya,
bagaimana manusia tega membunuh sesama manusia, sesama bangsanya
sendiri? bagaimana pula ada tayangan seperti itu? bagaimana jurnalis
yang ada di lapangan, mampu merekam semua gambar, (mungkin) tanpa
berniat sedikitpun menolong dua korban yang sedang mereka ambil
gambarnya tersebut?

"Durasi dan frekuensi penyorotan korban yang eksplisit harus dibatasi"
<Pasal 33 butir e - P3SPS>

Malam harinya saya tidak bisa tidur, bukan karena terbayang oleh
sequence tersebut. Ternyata, sequence tersebut diulang kembali. Oleh
stasiun televisi yang sama. Kali ini tanpa embel embel "Tayangan yang
anda saksikan, mungkin mengganggu anda."

Ketika kamera merekam terlalu banyak... yang ada hanyalah masalah.
Ketika kamera merekam terlalu banyak detik detik korban di<censored> di
Abepura, yang ada di benak saya, dimana naluri kemanusiaan seorang
wartawan harus diletakkan.

Eko Sudiyanto pernah melontarkan masalah ini di kelas Jurnalistik Radio.
Dia sendiri, tidak berani membuat kesimpulan, mana yang lebih baik,
merekam atau menolong.

"Saat saat kematian tidak boleh disiarkan"
<Pasal 33 butir g - P3SPS>

Kita tidak pernah tahu, kedua korban yang terekam, masih hidup, atau
sudah meninggal. Adakah kesempatan untuk mereka selamat, apabila
jurnalis mau meninggalkan kameranya untuk menolong mereka?

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Esoknya, tiga jurnalis, diambil kartu pers-nya, dirusak kameranya dan
dipukuli oknum anggota brimob. Apakah ini balasan bagi jurnalis yang
tidak memiliki nilai kemanusiaan? Saat kita punya kesempatan untuk
menolong seseorang, kita tidak melakukannya.

Serentak, tiga stasiun televisi, yang merasa dirugikan, membuat berita
tersebut. Bahkan, salah satunya, mengangkat berita tersebut, seakan
jurnalis mereka tidak bersalah apa apa. "Demo menentang kekerasan
terhadap pers merebak dimana mana", kata mereka, menutupi berita 4
korban, menutupi esensi masalah kerusuhan yang sesungguhnya.

Sekarang, jurnalis harus bersyukur, anggota brimob yang bertugas disana
sudah dirotasi.

Ketika kamera merekam terlalu banyak, kamera bersalah karena kamera
memberangus nilai nilai kemanusiaan, sehingga manusia lupa menolong
sesama manusia.

--
Adi D. Jayanto
"Save Life First"

Saturday, March 18, 2006

After Goo:) news, come Very Bad News

17:04

34 menit yang lalu trans tv menyiarkan berita terkininya. tentang kerusuhan di universitas cendrawasih. anchor sudah mengingatkan kalau sequence akan berisi kekerasan, usirlah anak anak dari ruang tv untuk sementara. alhamdulillah, saya bukan anak-anak lagi, jadi walau ibu saya menonton juga di samping saya, dia tidak mengusir saya dari ruang tv.

hanya 5 menit sebelum itu, saya masih tertawa tawa bisa menikmati good news, yang hanya berisi berita berita baik saja. suatu ironi 5 menit kemudian menjadi saat buruk bagi saya.

sequence dan narasi memperlihatkan kerusuhan yang seingat saya terakhir saya lihat tahun 1998 yang lalu. kerusuhan yang benar benar kerusuhan. sudah lama saya tidak melihat kerusuhan seperti itu, dan saya tidak berencana sama sekali untuk pernah melihat kerusuhan seperti itu.

mahasiswa universitas cendrawasih, menurut trans tv, telah merencanakan kerusuhan yang mengakibatkan 3 polisi meninggal dunia. kerusuhan sudah berlangsung selama 2 hari. saya... tidak mengerti, kenapa mahasiswa, manusia yang seharusnya lebih mengutamakan cara cara damai untuk melakukan suatu unjuk rasa, bisa berbuat hal demikian. kabar 3 polisi yang disiksa lalu dibunuh sungguh membuat hati saya miris. mahasiswa... bisa bisanya mereka menyebut diri mereka mahasiswa.

banyak yang berkata, papua sudah jenuh oleh tekanan dari freeport mc moran. papua hanya kebagian sepersekian dari keuntungan yang dihasilkan freeport mc moran (dan pemerintah pusat). tapi... apakah hal seperti itu bisa membuat anda gelap mata? kalau aksi kerusuhan dilakukan oleh masyarakat, mungkin saya bisa memaklumi, rakyat yang lapar bisa melakukan apa saja.

apakah seperti ini wajah mahasiswa dari papua? apa yang anda lakukan, sangat tidak manusiawi. di jakarta, anda melempari plaza 89, mencederai 1 orang. di papua, anda membunuh 3 polisi. apakah kami masyarakat indonesia harus mendukung aksi aksi seperti ini? aksi yang seharusnya bertujuan baik untuk menyelamatkan papua, malah anda cederai dengan melakukan hal hal yang... suku terdalam dan terasing disana pun mungkin masih berpikir 1000 kali untuk melakukannya.

mahasiswa papua, mungkin karena saya bukan orang papua, maka saya tidak mengerti dan tidak pernah mengalami yang katanya ada tekanan, ancaman, penculikan oleh polisi dan militer disana. tapi sungguh, apa yang anda lakukan, akan merusak perjuangan anda sendiri.

di milis ini, kami sedang berusaha agar anda tetap bisa memakai koteka, tetap bisa memakai pakaian adat istiadat anda. tolong bantu kami, agar kami tetap bisa mempercayai anda, karena kami masih percaya, anda masih mau menjadi bagian dari indonesia.

--
Adi D. Jayanto
"Safe Life First"
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...