Tuesday, November 13, 2007

Sejelek Jeleknya Indonesia, Masih Jauh Lebih Demokratis Daripada Malaysia

KUALA LUMPUR, Sabtu - Tokoh Oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim, menjuluki PM Abdullah Ahmad Badawi sebagai munafik. Anwar mengatakan itu karena Badawi menyatakan aksi oposisi yang turun ke jalanan sebagai ilegal. Polisi Malaysia juga bertindak brutal dengan mementungi warga sendiri yang melakukan protes.

Sekitar 30.000 pendukung oposisi melakukan protes terbesar dalam satu dekade terakhir, Sabtu (11/10) di Kuala Lumpur. Mereka menuntut demokrasi dan kebebasan berekspresi. Aksi itu digerakkan Bersih, koalisi dari 70 partai oposisi dan organisasi kelompok nonpemerintah.

Mereka memprotes praktik penipuan pada pemilu yang selalu menguntungkan Barisan Nasional (BN). BN adalah koalisi partai yang memerintah Malaysia dan Organisasi Nasional Malaysia Bersatu (UMNO) adalah partai utamanya.

Kelompok pembela hak asasi manusia (HAM) yang bermarkas di New York, Amerika Serikat, Human Rights Watch (HRW), mengatakan, pemilu di Malaysia sarat politik uang, menggunakan uang negara untuk kepentingan BN, menekan Komisi Pemilu agar berpihak pada BN, mengerahkan pegawai pemerintah demi kepentingan BN.

Sebagian pemrotes menggunakan kaus oblong bertuliskan "Bersih". Mereka berjalan menuju stasiun kereta utama Kuala Lumpur, sebagian lagi memadati Lapangan Merdeka di Kuala Lumpur. Demonstran terpecah-pecah karena dihalangi aparat membentuk kerumunan.

Para oposisi meneriakkan kata "Reformasi", serta membawa spanduk bertuliskan "Selamatkan Malaysia", "Komisi Pemilu, Hentikan Tipu Muslihatmu!"

Polisi menghalau demonstran dengan menggunakan semprotan air dan gas air mata. Polisi juga menangkap puluhan orang.

Sebagian pemrotes berjalan menuju Istana Kerajaan Malaysia. Di sana oposisi menyerahkan sejumlah tuntutan kepada pihak Kerajaan. Pihak oposisi mengatakan akan melakukan aksi lebih besar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Malaysia lebih buruk

Menteri Kepolisian Malaysia Johari Baharum mengatakan, "Polisi bisa menguasai keadaan. Sebaiknya oposisi tidak melakukan hal itu lagi. Kami akan bertindak keras," kata Johari.

Anwar mengatakan bahwa dia bahagia karena jumlah yang turun ke jalan tergolong besar. "Saya kira ini adalah satu sukses besar dalam hal ekspresi kebebasan. "Kami akan terus melakukan aksi untuk memberi pesan kepada pemerintah bahwa rakyat sudah muak dengan praktik penipuan," kata Anwar, mantan Menteri Keuangan dan juga mantan Wakil Perdana Menteri.

Tokoh oposisi lain yang ikut aksi itu adalah Hadi Awang dari Partai Islam Se-Malaysia dan Lim Kit Siang dari Partai Aksi Demokrasi.

"Kami berhak melakukan protes. Pemimpin kami begitu bangga berbicara soal demokrasi. Faktanya, demokrasi di negara kami lebih buruk dari Myanmar dan Banglades. Kami hanya ingin mengoreksi yang salah. Tetapi lihatlah polisi yang bertindak terlalu brutal itu. Pemerintah hanya berpikir soal kroninya," kata Rosli (40), seorang pegawai negeri yang ikut turun ke jalan. (REUTERS/AP/AFP/MON)

Powered by ScribeFire.

Wednesday, September 19, 2007

One-Two-Go crash! Red Flag out!

Systems to check for a dangerous weather condition were faulty at the time of Sunday's devastating air crash at Phuket airport, Thai officials say. Some of the airport's wind shear alert systems were not working properly, said aviation official Vutichai Singhamany.

BBC News 24 - http://news.bbc.co.uk/2/hi/asia-pacific/7000919.stm
huh ampun... kecelakaan pesawat lagi, yang hampir aja membumihanguskan nama penerbangan indonesia di dunia internasional.

Maskapai penerbangan One-Two-Go baru aja sukses mendarat dengan tidak mulus di Phuket Thailand. Oh thailand... ga masalah... enak aja! pilotnya orang Indonesia tau! Halah... cape... media luar pasti seneng banget ngedenger nama Indonesia di dalam masalah kecelakaan pesawat kayak gitu.

lebih dari setengah (tapi kayaknya lebih dari 2/3 deh), kecelakaan pesawat terbang terjadi karena human error, baik yang bersifat teknis maupun non teknis. hanya sedikit yang jatuh karena cuaca, kena petir, dsb,dst,dll.

januari... taun ini, pesawat adam air sukses nyemplung ke selat sulawesi. dan dengan "bangga"nya, Adam air menyebut masalah ini musibah. setelah dikorek sedemikian rupa oleh wartawan, ternyata Adam air dengan sengaja membelokkan rute nya ke wilayah yang salah. dia nggak nyentuh beacon makassar, akibatnya ATC makassar nggak melihat adam air di radar, akibatnya, butuh hampir 2 bulan untuk menemukan sebuah pelat alumunium sayap. kecelakaan akibat human error.

belum lagi kasus garuda di jogja, yang sukses mendarat di rumput, bukan di tarmac. sampe saat ini, kayaknya sih gara gara garuda adalah maskapai pemerintah, hasil laporan yang menyebutkan kenapa garuda jatuh, belum ketauan juntrungannya. jangan jangan bener... pilotnya ngantuk gara gara nggak di shift.

sekarang pesawat berpilot warga negara indonesia, jatuh dan terbakar. dugaan media internasional pada hari pertama masih didominasi oleh "cuaca buruk". tapi masuk hari kedua, BBC World sudah mulai manas manasin... ada kemungkinan "pilot yang berasal dari indonesia tidak dilatih dengan baik"... sumpeh lo? di Indonesia dia disebut letnan kolonel! nah lo!

untung hari ini BBC kembali melaporkan kalau "penyebab utama jatuhnya pesawat lebih disebabkan kegagalan dalam sistem informasi cuaca". setidaknya berita begini cukup menyegarkan bagi dunia pilot indonesia. setidaknya kesalahan ini tidak 100% di tangan pilot pilot itu.


Powered by ScribeFire.

Thursday, June 7, 2007

Deal? I Don't Think So...

v.s.

sebenarnya kuis ini nggak bagus2 amat. apalagi kalo ngopi mentah mentah... ga ada bagus bagusnya sama sekali. bukan masalah "perjudian" yang dilakukan oleh kontestan, tapi kuis ini sebenarnya lebih ke masalah "host"-nya, alias presenternya.

deal or no deal udah ditayangkan sejak tiga season yang lalu di amerika (wp deal or no deal). cukup sukses. sehingga dikopi ke indonesia. lebih kepada usaha RCTI a.k.a. MNC menyaingi star antv. hostnya tantowi yahya.

sebenarnya deal or no deal yang paling gw suka bukan yang versi amerika. tapi versi itali, alias Affari Tuoi (wp affari tuoi). intensenya lebih kerasa gitu. host nya sih nggak terlalu "tajam" mukanya kayak tantowi, Paolo Bonolis. tapi sumpeh, intense nya kerasa banget. tekanan yang diberikan oleh si Bonolis ini kayaknya mampu menyeret gw yang sama sekali nggak ngerti italian, menjadi cukup bisa merasakan ketegangan kontestan. sementara, versi indonesianya... mungkin karena si tantowi ini kebanyakan senyum, jadi gw ga merasa tegang kali yak...

beda lagi. di AT, gw merasa sang kontestan perlu berjuang untuk memikirkan apa isi kotak yang ada di tangannya. nggak hanya soal tebak tebak buah manggis aja. sedangkan kalo di indonesia, DoND gw rasa terlalu menonjol sisi fun-nya. meninggalkan ketegangan yang terjadi di AT. dan ujung ujungnya... easy money lagi... peserta dapet duit banyak tanpa harus mengeluarkan keringat setetespun atau isi otak sesel-pun.

kesimpulan: gw cukup kecewa dengan Deal or No Deal, in case aslinya juga begitu, lebih baik gw nonton Affari Tuoi.

Powered by ScribeFire.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...