Monday, September 28, 2009

De Grote Postweg, Penting Ga Sih?

Hari ini melihat sebuha liputan stasiun televisi yang sedang ngeliput soal “De Grote Postweg” alias “Jalan Besar Pos” atau “Jalan Raya Pos”. Dibuat di sekitar abad 19-an oleh William Daendles.

Jalan Raya Pos adalah jalan yang, kalau dalam ukuran sekarang sih bisa disebut “gang”. Bayangin lebarnya cuma 4 meter, untuk dua lajur. Yang mungkin kalau jaman dulu bisa sih buat dua buah kereta kuda berpapasan. Jalan Raya Pos, panjangnya sekitar 1000km lebih banyak dari Anyer menuju Pamanukan. Jauh donk.

Apa sih signifikannya tentang Jalan Raya Pos yang dibuat oleh orang Belanda untuk mentransportasikan benda-benda pos ini? Oh banyak banget. Setidaknya, Daendles berhasil membuat blueprint besar bagaimana jalan-jalan di wilayah Jawa harus dibuat. Bagaimana tidak, Jalan Pos yang panjang ini menembus banyak sekali kota besar di Jawa, dari Anyer, Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, terus ke timur hingga Semarang, Blora, Surabaya, dan berakhir di Pamanukan.

Gw pribadi agak lupa apakah pembangunan Postweg ini dimulai dari Bandung atau dari kota lain. Yang jelas, katanya perjalanan besar kota Bandung dimulai dari pembangunan Postweg ini. Dulu meneer tidak tahu Bandung, tapi sekarang meneer jajan di jalan Braga, cuma 400m dari Postweg.

Caption di stasiun televisi itu menyebutkan, “Impian Daendles memakan 12.000 korban jiwa”. Gw termasuk yang setuju, bahwa untuk sebuah kemajuan, harus ada sesuatu yang dikorbankan. Memang ga logis kalau korbannya sampe 12.000 nyawa. Tapi kalau melihat infrastruktur, teknologi dan tingkat ke-lebay-an statistik waktu itu, (sayangnya) itu menjadi terbayar lunas.

Ruas Cadaspangeran yang terkenal misalnya. Katanya disana memakan banyak sekali korban. Sampe sang pangeran yang katanya ikut jadi korban (cmiiw) berkata, “setelah jalan ini selesai, tidak akan ada korban lagi ketika melintas di jalan ini”. Ajaibnya, tidak satupun kecelakaan lalu lintas di daerah itu, memakan korban jiwa, setidaknya sampai hari ini.

Postweg terbukti penting untuk jaman sekarang. Atas dasar itulah jalan-jalan modern di Indonesia dibuat. Seharusnya, kita menghargai jasa Daendles, arsitek-nya dan 12.000 pekerja lebih yang membuat jalan itu. Berkat mereka, mudik tahun ini anda sudah punya jalan yang lumayan. Bayangkan kalau harus ke Cikampek dulu untuk menuju Sumedang. Nggak praktis kan?

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...