Thursday, September 17, 2009

Kisah Encik Nurdin: Mati Di Tangan Polis.

Hari ini, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, telah tewas, Noordin Mohammad Top. Buron teroris internasional, asal MALAYSIA.

NoordinTop-FBI

Mengapa gw bersyukur, karena tewasnya orang ini patut untuk disyukuri, bukan untuk ditangisi, apalagi, menurut gw pribadi, orang yang satu ini, ga perlu dianggap sebagai orang islam. Selesai dibersihkan, masukkan saja ke dalam “peti sejuk” dan lemparkan kembali ke keluarganya di Malaysia. Capek banget kalau kita, warga negara Indonesia, harus menyisihkan sedikit dari pajak kita untuk menyewa pesawat dan menerbangkan kembali ke kampung halamannya.

Apa mungkin bagusnya dihanyutkan aja lewat sungai-sungai di Kalimantan seperti cara para cukong pas nyuri kayu-kayu yang berharga, tidak hanya bagi Indonesia, tapi juga dunia.

Omong omong liputan “Breaking News” hari ini, gw agak skeptic ketika sekitar jam 12 siang, TVOne, sekali lagi mengumumkan bahwa yang tewas diduga kuat si Nurdin. Siapa bakal percaya secara instan sih? TVOne adalah TV yang kemarin pertama kali berkoar kalau si Nurdin tewas, padahal yang mati adalah antek Teroris Malaysia itu yang bernama Ibrahim (a.k.a. Ibrohim, Mbah, dan sederet alias lainnya). Gw meyakinkan diri untuk tidak menulis dipatching news di Facebook Update sampe ada kejelasan dari POLRI.

And thanks God, itu enggak lama. Katanya dari 11 kualifikasi untuk bisa dikatakan cocok, si ‘Nurdin’ ternyata berhasil mecocokkan 14 bagian dari sidik jarinya. Wahasil, dipastikan yang tewas adalah Noordin M. Top. Anyway, sampe sekarang gw masih menunggu breaking news apa lagi yang akan dikeluarkan para jurnalis di televisi.

Lupakan Encik Nurdin!

Sudahlah, public, sekarang saatnya melupakan encik Nurdin sang pelaku teror. Sekarang saatnya fokus kepada masa depan keluarga anda. Jangan sampai seperti keluarga Dani Dwi Permana. Kasihan banget itu keluarga, bapaknya sedang dipenjara di LP Tangerang nangis-nangis nggak karuan waktu anaknya dinyatakan meninggal setelah dihasut untuk meledakkan diri di Kuningan, Jakarta.

Mungkin saatnya kini melirik pelaku teror lainnya. Praktis sebenarnya kita hanya tahu sekitar 4 atau 5 pelaku teror yang diumumkan ke publik, karena hanya sebanyak itulah yang diumumkan ke publik. Ingat ingat aja semua wajahnya, jangan lupa.

Yang bikin miris tentu saja pekerjaan yang ditampilkan oleh para teroris itu. Semua berhubungan dengan satu agama: Islam. Jadi tentu saja akan ada kesulitan tersendiri dalam mendeteksi mereka.

Public, please remember: Apa yang ditampilkan oleh para teroris hanya selubung, jangan tertipu oleh keramahan mereka. Jangan sampai keluarga anda menjadi keluarga Permana yang berikutnya.

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...