Friday, September 11, 2009

Star Trek and Physics Curiosity.

Siapa sih yang ga kenal soal Star Trek? Well, gw termasuk salah satu diantaranya. Star Trek yang dulu ditayangin di RCTI jam 2 siang menurut gw adalah sebuat story yang terlalu berat untuk anak SMP atau SMA.

200px-Startrekposter

Bayangin aja, siang siang pulang sekolah, lo bakal disuguhin sejam cerita tentang “mahluk lain” di galaksi lain, dengan ~ ini menurut gw loh! ~ storyline yang pastinya biasa biasa aja dan Hollywood bang-get! Misalnya, “Kapal Star Trek” nemu sebuah planet, kemudian berusaha survive, dan kemudian berhasil, dan kembali membawa kabar ke bumi. Males banget ga sih?

Itu juga yang menjadi pikiran gw ketika abang ngajak nonton Star Trek (film) yang kalo di Bandung penayangannya telat sekian bulan gara gara dibajak sama Harry Potter dan Transformer 2. Paling-paling it just another hollywood style movie, action mixed with love. Kids movie, like Transformer 2.

Well, ternyata gw salah…

Star Trek versi reboot ini sudah mengcapture hati gw sejak awal, tepatnya sejak logonya keluar. Simple yet energizing. Menit-menit awal, visual menyebalkan benda-benda tajam di kapal Narada dengan kapten Nero di dalamnya. Gw sebel, kenapa sih harus ada benda tajam? Ga bisa pake visual yang biasa biasa aja ya? Walaupun untuk penjahat. Menyebalkan sekali. Kesananya semua semakin terasa Hollywood standard movie, dimana peran protagonis yang (bakalan) mati, bakal di-enhance sisi psikologisnya, kemudian baru tewas (bunuh diri) secara patriotik.

Sisi fisikanya mulai muncul ketika perjalanan Enterprise dimulai. gw terpaksa kembali mengungkit pelajaran yang tidak pernah diajarkan oleh guru-guru Fisika semasa SMA dulu (dan gw yakin alasannya karena agama), yaitu Time Travelling. Gw kembali mengungkit kisah kisah Doraemon dimana sebuah laci meja bisa langsung terkoneksi dengan “ruang waktu”. Di Star Trek, kisah yang lebih mirip dengan apa yang tertulis di buku terjadi.

Dua hal yang menjadi perhatian bagi gw adalah Warp, dan Time Travel. Bisakah kita nge-warp? Bisakah kita berpindah waktu? Karena di Star Trek ini dikisahkan Romulan, dan Ambassador Spock mengalami perjalanan waktu setelah “tersedot” ke dalam Black Hole. Dan yang lebih aneh lagi, bagaimana kamu bisa keluar dari Black Hole?

Teori menyatakan, untuk keluar dari Black Hole, kamu harus berjalan dengan kecepatan melebihi cahaya (wplink: speed of light). Yang katanya tidak dimungkinkan oleh teori kuantumnya Adolf Hitler, eh Albert Einstein.

Akhirnya semuanya berakhir di pemahaman tentang bagaimana cahaya bekerja? Apakah cahaya adalah sebuah “benda” atau sebuah “gelombang”? Jika cahaya adalah benda, kenapa dia lolos dengan memancarkan sinar “hitam”? Jika cahaya gelombang, mengapa dia tidak lolos? Gw mengerti Warp hanya masalah waktu sebelum bisa dilakukan, tapi bagaimana kita bisa mencapai Warp? Memakai tembakan gelombang? Well, scientist will found it anyway.

Soal Time Travel lebih memusingkan lagi. Banyak literatur televisi dan buku nonfiksi menyebutkan, seseorang yang sudah mengalami perjalanan waktu, maju atau mundur, tidak boleh bertemu dirinya sendiri di masa itu. Kenapa? Gw ga tau. Dan Star Trek menantang pendapat itu dengan mempertemukan Spock tua dan Spock muda di akhir cerita. Pertanyaannya, boleh tidak kita bertemu diri kita sendiri setelah melintas waktu?

Finally, Star Trek membuat gw sedikit menyesal dan marah kepada guru-guru SMA gw, atas ketidak-seimbangan informasi dan ilmu yang mereka berikan. Dan sekarang mereka lebih percaya kepada Harun Yahya!

Space... the Final Frontier. These are the voyages of the starship Enterprise. Its five-year mission: to explore strange new worlds; to seek out new life and new civilizations; to boldly go where no man has gone before.

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...