Saturday, October 17, 2009

Tinta Asli HP Emang Lebih…

Akhir-akhir ini kita dibombardir dengan iklan dari HP yang menyebutkan kalau tinta asli jauh lebih hemat, jauh lebih murah dibanding tinta refill. Kalau mereka bilang jauh, angkanya adalah 2.4 kali lebih efisien. Bener gitu?

Gw ga gitu yakin, apalagi yang namanya bahasa iklan pasti emang segalanya “lebih”.

Pertama, yang gw lakukan adalah mendownload laporan aslinya dulu (PDF, 436KB). Lalu membaca dengan tertib apa yang ada dalam laporan itu. Setelah beberapa menit gw berkutat dengan laporan itu, banyak bias yang gw lihat dalam laporan itu.

Sebagai professional, TÜV SÜD PSB Pte Ltd, memang tidak perlu menyebutkan catridge apa yang menjadi “saingan” dari HP. Di laporan itu hanya disebutkan kalau:

The 14 brands of refilled cartridges were categorized in the following manner:

  1. “Branded Remanufactured Refills* (Remanufactured HP cartridges)
  2. “Organised Refills*” - Empty Original HP inkjet cartridges that TÜV SÜD PSB Pte Ltd had sent to be refilled at chain stores belonging to 5 locally recognised brands situated in the Asia Pacific region
  3. “Unorganised Refills*” - Empty Original HP inkjet cartridges that TÜV SÜD PSB Pte Ltd had refilled at stores that had no locally recognisable brand name situated in 4 major cities in 2 designated countries located in the Asia Pacific region

Okelah kalau kita memang tidak boleh tahu mereknya, tapi ketika mereka bilang “dikirim dari 5 merek lokal terkenal di asia pasifik, dan 4 kota besar di 2 negara juga di asia pasifik”, setidaknya kita sebagai konsumen berhak tau, kota apakah itu? Apakah Jakarta adalah salah satu diantaranya?

Kenapa gw mesti bertanya seperti itu? Karena menurut pengalaman pribadi gw, tinta refill sangat banyak menghemat pengeluaran gw. Bayangin aja, kalau mesti merogoh kocek sampai IDR 100.000 lebih untuk tinta remanufaktur, 5 kali beli bisa beli printer baru tuh!

HP bilang, tinta baru bisa langsung dipake, dan tingkat kegagalannya lebih rendah. Gw setuju dalam hal ini, kalibrasi yang gw lakukan untuk first print tinta refill selalu makan setidaknya 10 kali test print untuk halaman hitam-putih dan sekitar 40 kali malah untuk halaman berwarna. Tapi ketika dibandingkan, sekali lagi, dengan cost yang harus dibayar? Kayaknya masih lebih worthed tinta refill.

Ujung ujungnya, gw mikir, kalau mesti beli tinta remanufaktur, alias “refill asli”, kemana cartridge yang lama musti gw buang? Bukankah ada yang bilang, justru sampah cartridge itulah yang menjadi berbahaya?

Di luar negeri mungkin saja ada yang mau menampung cartridge itu dengan sedikit biaya (kita yang dibayar! bukan mereka). Misalnya kalau cartridge kosong kita dihargai IDR 40.000, sedangkan harga cartridge baru IDR 100.000. Harga untuk refill dan harga untuk beli baru sudah berbeda tidak terlalu jauh. Mungkin banyak orang mau beli cartridge asli.

Selama belum ada orang yang mau bayar cartridge asli untuk di-remanufaktur, gw pikir, gw bakalan stick di tinta refill. It just 2.4 kali lebih murah* daripada tinta asli.

 

 

* Angka 2.4 kali lebih murah hanya asal tulis! Jangan dipercaya. Biasanya justru jauh lebih gede daripada 2.4 kali, karena cartridgenya gw isi berulang kali. :)

2 comments:

  1. Kalau untuk pemakaian sendiri/orang rumahan yang banyak waktu it's okey

    tapi kalau untuk suatu perusahaan, apa layak membayar seorang staff IT 4jt hanya untuk nginfus, apa layak seorang pegawai bergaji 6 juta membuang 10 menit waktunya untuk test print 40 kali sebelum hasilnya bagus, not worthted man

    ReplyDelete
  2. kalau IT yang pinter, harusnya minta printer Laser, bukan Inkjet. Jadi bisa alasan nggak usah nginfus. Kalau beli/refill cartridge, bisa sekalian jalan jalan, sama cari ide bikin proyek.

    Ah situ aja yang nggak bisa memanfaatkan waktu... :D

    ReplyDelete

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...