Wednesday, November 11, 2009

5 Years of Firefox

Ketika yang sempurna cuma tuhan. Manusia pasti nyari sesuatu yang mendekati sifat sifat kesempurnaan (Haiyah! Apa lagi ini). Dan ketika gw nemu sesuatu yang (nyaris) sempurna atau setidaknya bagus di mana gw, maka gw akan kabarkan ke kalian semua.

Gw pribadi ga inget kapan gw mulai menggunakan Firefox. Yang jelas, dalam disk-disk yang gw simpan, jejak jejak flash disk, gw menemukan “Firefox Setup 1.0.3.exe” sebagai Firefox pertama yang gw pake. Oh that was several years ago. Dimana masa kelam internet dial up masih menggelayut.

firefox-title

Gw masih inget pada saat itu gw menggunakan Flash Disk ukuran 128 MB yang sangat terasa lega. Ditancepin di warnet lalu gw install sendiri. Pada jaman kegelapan itu, masih banyak warnet yang belum menyediakan Firefox di station-nya.

Semakin rame orang membicarakan Firefox, apalagi ditambah semakin menyebalkannya Internet Explorer (6), makin banyak warnet yang mulai memasang Firefox, bahkan di milis Asosiasi Warnet, banyak yang mulai menganjurkan agar Firefox dijadikan default browser. Lebih ekstrim di satu warnet yang pernah gw sambangi, Firefox disamarkan dengan ikon IE, lalu diganti namanya menjadi Web Browser. IE sendiri dihapus dari start menu, dan desktop.

Mozilla_Firefox_1.0_front_page_screenshot

Sekitar versi 1.5, hampir semua warnet sudah menginstall Firefox, baik sebagai default, maupun auxilliary browser. Disaat itulah gw mulai mengenal Add Ons. Gw masih inget bagaimana gw mendownload Fasterfox dan Forecastfox di setiap warnet yang gw temui, sebelum punya ide untuk bawa addon itu sendiri di flash disk. Lama lama add on gw terus berkembang, kebutuhan semakin banyak. Dan repotnya, add on seperti Performancing, nggak bisa disetup secara ringan.

Tiba tiba Firefox 2 datang. Semuanya jadi lebih ringan. Addon pun gegap gempita menyambut update ini. banyak addon yang spesial khusus digunakan untuk Firefox 2 dan tidak bisa digunakan di Firefox 1. Dan betenya, warnet-warnet sepertinya ogah beranjak dari Firefox 1. Lagi, gw terpaksa membawa installer Firefox plus Addonnya. Disinilah gw mulai mengenal PortableApps.

Gw udah mulai ga peduli ada atau enggak Firefox di warnet, selama warnet itu make Windows, gw cukup ngejalanin paker PortableApps gw yang waktu itu terdiri dari Firefox, Thunderbird, IDM dan Gaim (sekarang Pidgin). Kadang gw miris ngelihat warnet warnet itu jauh dibelakang gw, gw masih inget, gw udah pake firefox 2.0.0.5 sedangkan Firefox di warnet itu masih pake 1.x. Jauh banget performance-nya…

Menginjak ke Firefox 3, gw merasa firefox semakin solid. Perkembangan besar gw dapatkan dengan yang namanya Awesome bar, alias bar penyimpan segala bentuk history dan favorites. Dulu gw ga gitu peduli yang namanya Favorites, kesulitan buat ngudek, nyari apa yang gw mau adalah hal yang ngebetein. Dengan awesome bar, cukup ketik beberapa huruf, gw udah dapet apa yang gw mau.

Addons

Sekarang di Firefox 3.5, gw merasa Firefox adalah bagian yang harus ada di komputer gw. Sistem addon yang open source, membuat Firefox menjadi punya banyak rasa. Walaupun Chrome dan Safari sempat booming, tapi kembali lagi, Firefox + addon, adalah hal yang tidak bisa ditandingi.

Fuck semua yang namanya browser speed test, walaupun katanya Chrome enginenya lebih cepat, gw ga gitu peduli. Firefox standar mungkin kalah. Ketika ditambah addon, haiyah… Firefox mampu mengalahkan semuanya.

2 comments:

  1. My team use chrome and firfox both are good but i suggest firefox because firefox is faster than chrome and adds-on facility in firefox is really helpful

    ReplyDelete
  2. Yeah i totally agree with Power cords chrome work great but firefox is better then chrome

    ReplyDelete

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...