Monday, November 9, 2009

Itu Kan Cuma Nama… Iya Kan?

“Plis deh… jangan dibesar-besarin.” mungkin itu yang jadi pikiran PM Inggris, Gordon Brown waktu ketahuan salah nulis nama. Kalau misalnya itu surat biasa, nggak akan jadi hal yang gede. Tapi ini bukan surat biasa.

PM Inggris – seperti biasa -  nulis surat pribadi – iya pribadi – ditulis tangan – tulisannya jelek deh – kalau ada anggota Tentara Kerajaan Inggris yang tewas di perang. Dalam kasus ini, di Afghanistan. Yang tewas kali ini adalah Jamie Janes.

Seperti biasa PM Inggris menulis surat. Dari apa yang gw baca (damn emang susah bener baca tulisan bule!), kalimat pertama yang ditulis sudah salah:

Dear Mrs. James.

Jah…. cuma salah satu kata. Kenapa sih harus digede-gedein?

Mungkin emang ga harus digede-gedein. Tapi kalau kamu adalah orang yang memerintahkan pasukan tentara yang dimiliki oleh negaramu untuk maju perang. Dengan kemungkinan waktu perang yang lama. Kemudian ada diantaranya yang tewas, apa yang akan kamu perbuat?

Minta maaf ke keluarga? Tidak… Kita semua tahu, kalau yang namanya perang itu pasti ada korbannya. Setidaknya, ada seseorang yang “harus” menjadi korban. Dan yang menyedihkan dalam hukum perang, kalo kamu nggak membunuh, berarti kamu akan dibunuh. Siapa dan bagaimana kamu harus “membunuh”, itu ditentukan bukan oleh kamu, tapi oleh komandanmu.

SNN0904GX3-280_924722j

Bagaimana cara mengekspresikan “maaf, saya terpaksa mengorbankan nyawa anak anda demi jutaan nyawa lainnya.” itulah yang sulit dilakukan oleh seorang komandan seperti Mr. Brown.

Kalau kata psikolog, tulisan yang semakin ke kanan, lalu kesalahan kata-kata itu menandakan Mr. Brown dalam posisi yang sangat tidak nyaman untuk menulis surat itu. Jarak antar kata yang lebar, tulisan yang acakadut dan sangat sulit buat dibaca. Mr. Brown ingin penulisan surat itu segera berakhir. Satu-satunya yang terlihat lancar dalam penulisan surat itu cuma tanda tangannya.

Apakah itu artinya Mr. Brown tidak menghormati pahlawan perangnya sendiri? Kalau gw sih lebih melihatnya Mr. Brown sedang bingung. Dia melihat masa depan Inggris di Afghanistan suram. Bingung antara biaya perang dan bagaimana mengembalikannya. Di saat kayak gini, eh malah ada yang tewas. Apakah Inggris harus memaaafkan Mr. Brown? Ya, tunggu saja sampai pemilu berikutnya…

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...