Wednesday, November 18, 2009

Mata Uang Baru! Namanya Noodle Unit

Sering denger perkataan seperti ini? “Eh, kalo kerja di negara A gajinya gede loh” atau, “hidup di negara X enak, orangnya makmur, pasti banyak duitnya”. Yakin seperti itu? Sebenarnya tidak selalu negara lain lebih subur dari negara kita. Ada hitung hitungannya bagaimana “menyamakan” tingkat kehidupan masing masing negara, baik secara finansial, intelektual, maupun kenyamanan.

Percaya atau tidak, hitungannya cukup rumit. menggunakan konversi berbagai mata uang baik yang ada maupun tidak ada, baik uang secara fisik, maupun secara virtual. Tapi semuanya menurut gw tetap tidak memuaskan. Untuk itulah gw berpikir, harus ada kesamaan bagaimana cara menilai nilai suatu mata uang, dan hubungannya dengan kehidupan sehari hari. Gw pikir, namanya bagusnya adalah noodle unit.

300px-OzawaMakanMi

Kenapa Noodle Unit? Noodle alias mie, adalah makanan yang paling dapat diterima oleh seluruh dunia. Bahkan beberapa negara ribut sebagai pencipta “mie” pertama, seperti Cina, Italia, bahkan Mesir (ditemukan beberapa lembar bentuk seperti mi dalam mangkok di sebuah fosil). Oke, mungkin bukan eksak mie yang gw maksud, tapi sebuah komposisi makanan yang 4 sehat. Alias cukup karbohidrat, cukup protein, cukup vitamin, dan cukup mineral, dan tentu saja air. Uang yang biasanya dibelikan untuk membeli 4 komponen itu harus sudah jadi dan tersedia alias siap makan, itulah “Satu Unit Mie”, alias “One Noodle Unit”.

Tentu saja Noodle Unit ini bervariasi dari negara ke negara bahkan kota ke kota. Justru itulah tujuannya, memberikan gambaran kasar ke orang awam bagaimana cara membandingkan kehidupan di satu daerah dengan daerah lainnya.

Menggunakan Noodle Unit

Cara menggunakan Noodle Unit mudah saja. Pertama, hitung dulu Noodle Unit itu sendiri.

Jika kamu sekali makan dengan nasi, tempe, kangkung, dan pisang seharga Rp. 5000,00 maka itulah 1 Noodle Unit buat kamu. Bagaimana dengan negara lain? Sama saja. Di Amerika misalnya, yang menjadi standar adalah burger, french fries dan coca cola, semuanya misalnya US$ 3. Artinya 1 Noodle Unit di Amerika adalah US$ 3.

Penghasilanmu di Indonesia adalah 4 juta rupiah, di Amerika 4 ribu dolar. Sekilas jauh banged bedanya, sekitar 36 juta. Tapi kalau di Noodle Unit, bedanya ga gitu jauh. Ketika diubah menjadi Noodle Unit, 4 juta rupiah tadi berarti sekitar 800 Noodle Unit. Sedangkan 4 ribu dolar menjadi 1300-an Noodle Unit.

Nah kalau sudah begini, benarkah hidup di Amerika lebih indah daripada di Indonesia? Belum tentu! Sekarang konversikan segala bentuk pengeluaran kamu dapat ke dalam Noodle Unit.

Misalnya, setelah ditotal total, sebulan, kamu menghabiskan 600 Noodle Unit (Rp. 3jt). Di Amerika ternyata habisnya misalnya 1200 Noodle Unit ($ 3.600) termasuk listrik, air, telepon, pajak, utang rumah, rekreasi dll.

Kalau dikurangi dengan biaya yang harus dibayar setiap bulan, maka bisa disimpulkan: Kalau hidup di Indonesia, kamu bakal mampu saving 200 Unit setiap bulan. sedangkan di Amerika, kamu hanya mampu saving 130 Unit.

Sekarang yang jadi pertanyaan, bahagiakah kita dengan sisa 200 Noodle Unit per bulan di negara yang tampak “lebih rendah” daripada yang hanya menyisakan 130 Noodle Unit per bulan? That decision, would be yours…

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...