Tuesday, November 10, 2009

Situ Pahlawan Apa Narsis?

Gw ga bakal ngambil definisi pahlawan dari kamus. Karena yang namanya pahlawan itu, sangat sangat abstrak, sangat banyak definisi pasti bagi pahlawan. tapi pada dasarnya, semua pahlawan punya satu kesamaan. Mereka “sangat berjasa” terutama bagi yang merasa ditolongnya.

Di hari pahlawan ini, banyak orang yang ngepost tentang, ya tentu saja, pahlawan, bagaimana pahlawan versi mereka, siapa pahlawan versi mereka, dan bagaimana sejarah hari pahlawan itu sendiri. Gw? bosen… Jadi gw putuskan buat ngambil sudut pandang lain dari pahlawan.

Pahlawan Tanpa Narsis

Somehow, kita kenal berbagai macam pahlawan. Ada pahlawan pejuang kemerdekaan, baik dikenal maupun enggak dikenal. Ada pahlawan tanpa tanda jasa, yang stay cool walaupun tau ada ‘jalur gaza’ di sekolahnya. Ada pahlawan ketika sakit, ketika ban bocor, dan dimana saja ada pahlawan. Tapi ada juga satu pahlawan yang dibenci. Namanya pahlawan narsis.

Siapa sih pahlawan narsis? Pahlawan narsis dapat didefinisikan sebagai orang yang sok pahlawan, sok berjasa, dan yang paling pasti, narsis, alias pengen banget dihormati. Banyak lho pahlawan narsis seperti ini. Nggak sedikit di Indonesia yang disebut pahlawan narsis.

Misalnya… misalnya nih ya. Kamu tadi pagi nolongin kucing yang hampir ketabrak mobil. Eh ya ampun, lu cerita udah nolongin kucing entu sampe ke ujung dunia, dari orang yang kamu kenal sampe orang yang ga kamu kenal tau kalau lo udah nolongin tu kucing. Itulah pahlawan narsis.

Pahlawan narsis juga biasanya minta upah buat hasil kerjanya. Yes, there are certain things yang perlu dikasih upah. Misal, guru walaupun pahlawan tanpa tanda jasa jelas masih butuh makan dari gajinya. Tukang tambal ban walaupun udah berjasa nambal ban motor tetep harus dibayar biar dia bisa makan. Tapi kalau minta, apalagi berlebihan (nambal ban 20 ribu misalnya), ya itu mah bukan pahlawan lagi, tapi maling (apalagi kalo bocornya ban gara gara paku yang dia tebarin).

Mau tetep jadi pahlawan narsis?

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...