Tuesday, July 28, 2009

Rasionalisasi Yang Enggak Rasional

Saya orang yang make otak. Saya "rasional". Saya selalu berpikir,
semua ada jawabannya. Dan kalau memang mikir (atau nemu) dengan baik
dan benar, memang semua ada jawabannya. Enggak salah kan jadi orang
yang "rasional"?

Tapi tunggu dulu, kemarin ceritanya kan baru dua hari pindah ke
apartemen (a.k.a. kos-kosan). Soalnya kamar yang dulu dipakai di rumah
kakak, mau dijadiin gudang senjata (nggak banged deh, nggak usah
protes karena kalo diceritain, bisa nangis tersedu sedu). Tentu aja,
umur 24, baru pertama kali ngekos, seneng buanged donk. Segalanya bisa
diatur sendiri, termasuk layout kamar, apa yang dipasang di dinding,
and finally. Bisa "posting" foto "me and him" di dinding dengan ukuran
10R.

Hari pertama (sabtu) gw sukses mengatur 90 persen isi kamar. dalam
artian TV udah nyala, tapi komputer jebol (bios autorecover dan besok
[atau lusa] mau gw seret ke plaza) dan ga bisa nyala. hari pertamanya
juga gw ngerasain gimana rasanya makan mie instan seharian, me list
apa yang kurang, dan apa yang lebih. Thanks to dad udah ngewarisin SK
Pensiun yang bisa dipakai dapet duit gratis buat bayar apartemen
ini... sampe bulan april tahun depan. So bagi yang mau nyumbang,
silahkan japri ke email, ntar gw kasih nomer rekening gw biar lu lu
semua bisa nyumbang.

Hari kedua, apartemen dalam kondisi rame. maklum hari minggu banyak
aktifitas penghuni yang nyuca nyuci pakean seminggu. dan kebetulan,
karena kamar gw diatas sendiri, dan letaknya bersebelahan dengan
jemuran, gw bisa memandangi bentuk bentuk celana dalam yang digunakan
oleh mereka. Sayangnya, tidak ada celana dalam yang cukup "baik" dari
segi bentuknya. Nggak ada jockstrap, nggak ada g-string.

Di hari yang agak mendung itu, semuanya menjemur di bagian yang make
pelindung sinar matahari, alias atap fiber. Sedangkan bagian yang
direct sunlight justru enggak disentuh.

Hari ketiga, swami ngasih kabar yang nggak gitu ngenakin. Diana harus
diklatsar di Lembang selama 3 minggu, ahasil gw sendirian di
apartemen. Dan keanehan mulai terjadi...

Gw yang masih berusaha mengatur ini itu ditinggal sendirian para
penghuni lainnya jam 11 pagi. Akhirnya gw nyuci baju. Karena cuaca
cerah cenderung terik, maka gw jemur di bagian yang kena sinar
matahari langsung. Apes... jam 12 siang, 2 baju gw yang warna putih
ketiup angin sampe jatoh, padahal udah pake jepit jemuran. Gw cuci
ulang (cuma dibasuh aja sih), lalu gw jemur lagi. Sambil melotot gw
merhatiin cucian biar ga jatuh lagi, angin emang kenceng banget,
ahasil kurang lebih jam 2an, salah satunya jatoh lagi, dan gw basuh
lagi.

Jam 4an, gw kaget setengah mati, soalnya ada PISAU jatuh dari atap...

WHAT THE...

Dalam keadaan agak panik, gw ambil tu pisau, dan berusaha
merasionalkan diri. Kebetulan di sekitar situ emang banyak kabel
melintang, dan gw pikir, oh mungkin itu waktu mereka nginstall tu
kabel, pisaunya lupa kebawa kali yak. Tetep weh, gw agak deg degan.
Akhirnya gw angkat aja itu baju, dan thanks god udah kering. Pisau itu
gw taro di kursi deket pintu masuk jemuran.

Akhirnya, jam 7 malem gw mendapat rasionalisasi yang sebenernya dari swami gw:

Pada hari -1 sebelum gw nginep disana, sebenernya swami melihat
sesosok-you-know-lah-apa-itu, dan sesosok itu mengancam swami agar
meninggalkan tempat itu, karena katanya kamar dan jemuran itu adalah
tempat tinggal dia.

Ketika hari minggu, dan gw diusir dari sana, karena "swami wanna talk
with lawyer", ternyata dia ketemu sama yang punya kos, dan yang punya
kos baru ngaku, kalo kamar itu sudah lama enggak dihuni, purposed as a
storage room. Ternyata juga, penghuni penghuni kamar itu sebelumnya
juga ga ada satupun yang tahan lama. maksimum cuma 2-3 minggu. Hampir
semua tidak memberikan alasan spesifik, cuma ada selentingan, kalau
kamar itu emang creepy. Dan soal PISAU itu, ternyata emang digunakan
oleh si empunya kos, untuk menghantam kekuatan kegelapan (sailor moon
banget sih), agar nggak ganggu sampe ke lantai bawah.

HII...

Ahasil gw jadi mengkeret abis, gw ngungsi balik ke rumah kakak gw, dan
hari ini gw nyari kos kosan baru. Bapak kosnya sendiri minta maaf abis
abisan ke swami (secara dia yang nyewa itu tempat). Bapak kos ngira,
swami gw sebagai anggota, nggak takut sama yang begituan, beliau kaget
ketika tau kalau kamarnya ditempatin oleh gw.

Jadi, itulah kisah rasionalisasi yang enggak rasional, karena ada
pertanyaan yang gw sendiri ga mau tahu jawabannya: kenapa
sesosok-you-know-lah-apa-itu milih tinggal disitu, bukankah "kegiatan"
dia di dunia ini udah beres?

besok gw pindahin barang dari kos kosan itu.

--
Adi Jayanto
"I Love Gratis, Gratis is My Life"
http://electrohide.blogspot.com

-- via archive mail 2009

Sunday, July 12, 2009

F1… kenapa sih nggak ada SuperImpose?

In graphics, superimposition is the placement of an image or video on top of an already-existing image or video, usually to add to the overall image effect, but also sometimes to conceal something (such as when a different face is superimposed over the original face in a photograph).

Bete, kenapa sih Formula 1 nggak ada Superimpose? Sedangkan di NASCAR, superimpose, graphic, dll dimainkan secara apik sehingga menjadi suatu presentasi yang luar biasa!

Bandingkan grafis NASCAR pas Coke Zero 400 yang ditayangin di TNT.snapshot20090712212526Dengan grafis milik Formula 1 pas Robert Kubica menjelaskan sesi kualifikasinya di GP Kanada

snapshot20090712215653

Jauh banget kan? Bagaimana NASCAR jauh lebih elegan dalam mengungkapkan grafisnya. Udah gitu kita bisa melihat kecepatan tiap mobil kalo kita mau. Dan yang paling plus adalah, real time radio communication.

Di Formula 1, entah kenapa setiap radio communication selalu berisi hal hal yang enggak penting, misal “you have someone on your sights” sedangkan NASCAR lebih atraktif dengan “caution to three wide, inside, inside, inside, clear.” Nggak atraktif gitu loh!

Kembali ke masalah superimpose. Kenapa di F1 nggak ada superimpose? Padahal, dengan sirkuit F1 yang begitu luas, nggak ada salahnya kok nampilin Felipe Massa di screen 1 dan Michael Schumacher yang sedang mejeng di pit di screen 2. Kenapa? It just sucks ngeliat replay replay dan replay yang nggak gitu penting!

Anyway, revolusi grafik F1 ternyata nggak se-bagus dan sekeren yang aku perkirakan. Grafik F1 yang lama yang di-enhance untuk televisi Standard Definition dengan huruf segede-gede Tangkuban Perahu itu lebih menarik di mata gw.

snapshot20090712214740

Keren kan? By the way, walaupun cara mengibarkan bendera di NASCAR jauh lebih menarik, tapi jelas ukurannya lebih bagus F1. Segede muka kamu, bahkan lebih gede. Apalagi dibanding bendera IRL yang cuma segede menel.

snapshot20090712215234

Saturday, July 11, 2009

Inget! Jangan Lupa! Kamulah Yang Telah Memilih SBY!

Awalnya hanya sebatas thread di kaskus aja. Tapi rasanya perlu dicatat juga agar 5 tahun lagi, kalo misalnya SBY nggak bener memerintah, nggak ada yang ngeles.

Gw sebel emang karena banyak yang milih SBY karena tampangnya doang. Stability, seperti yang dikatakan seorang pedagang asongan yang melakukan kampanye-diluar-jadwal-diatas-bis ketika gw lagi jalan ke Banjar.

Gw akan diem selama 5 tahun, dan kalo 5 tahun kedepan Indonesia makin ancur, gw bakal tempel post dari kaskus ini ke seluruh dinding yang masih kosong (lebay sih, tapi bae ah…)

Kepada para pemilih pasangan SBY-Boediono

Saya ucapkan "selamat" atas keberhasilannya menghemat uang negara. Jujur saja saya tidak melibatkan diri dalam sejarah tersebut...

  • Mungkin saya terlalu su'udzon terhadap beliau
  • Mungkin saya terlalu ragu terhadap kemampuan beliau mengurus negara
  • Mungkin saya terlalu menganggap penting peran penting beliau dalam "ketidakberesan" Pemilu
  • Mungkin saya terlalu meremehkan integritas beliau dalam memberantas korupsi karena sebetulnya berdasarkan UU dan kewenangan yang dimilikinya, presiden lebih tepat jika dikaitkan dengan kejaksaan daripada dengan KPK
  • Mungkin saya terlalu mengkhawatirkan politik balas budi beliau kepada para donator gelapnya
  • Mungkin saya terlalu takut beliau akan memperkaya, meski bukan dirinya, tetapi orang-orang "sekitarnya"

Tentu saja saya berharap saya salah dan Yudhoyono-lah yang terbaik buat bangsa

Namun...Namun...Namun...

  • Jika dengan segala kekuasaan yang dimilikinya namun ternyata janji-janjinya tak bisa dipenuhi
    Jangan bercanda dengan mengatakan "semua butuh waktu, mari kita lanjutkan saja"
  • Jika pengangguran, kemiskinan, dan musibah tak teratasi
    Jangan bercanda dengan mengatakan "pemerintah kemana saja" dan tolong ingat ini adalah pilihan anda
  • Jika kemandirian dan ekonomi kerakyatan tak kunjung jadi
    Jangan bercanda dengan mengatakan di sana tak ada megawati dan jusuf kalla
  • Jika Indonesia semakin tak dihargai
    Jangan bercanda dengan hanya meributkannya dan mengkritiknya di politikana
  • Jika pluralitas anak bangsa tak lagi dihargai
    Jangan bercanda seolah tak tahu siapa saja yang jadi koalisinya
  • Jika minoritas tak lagi memiliki hak asasi
    Jangan bercanda seolah tak ada lagi konstitusi di Indonesia
  • Jika tak ada lagi kekayaan alam dan BUMN untuk diwarisi
    Jangan bercanda seperti anda tak pernah tahu makna pasal 33 dan paham apa yang dianutnya
  • Jika SBY nanti mendirikan dinasti
    Jangan bercanda seolah tak pernah melihat Ibas sebelumnya
  • Jika lima tahun nanti korupsi tak kunjung mati
    Jangan bercanda seolah tak tahu dari mana sumber dana kampanyenya
  • Jika 2014 SBY bisa dilanjutkan lagi
    Jangan bercanda dengan mengatakan "demi penghematan, UUD 45 kita amandemen saja"
  • Jika program-program dalam kampanyenya banyak tidak dijalani
    Jangan bercanda dengan mengatakan dulu saya hanya sibuk menyatakan SBY tidak bersalah daripada memperhatikan solusi yang ditawarkan terhadap permasalahan bangsa
  • Jika TKI terus menerus disakiti
    Jangan bercanda dengan mengatakan negara sudah berupaya semampunya
  • Jika nanti prajurit TNI kembali mati
    Jangan bercanda dengan mengatakan "ini demi menghemat uang negara"
  • Jika dominasi Barat semakin menjadi disini
    Jangan bercanda seolah lupa kalau SBY pernah menunjukkan bahwa Amerika sebagai negara keduanya
  • Jika "salah urus negara" kembali terjadi
    Jangan bercanda dengan mengatakan "itu salah pejabatnya bukan presidennya"
  • Jika kebodohan pemerintah kembali terjadi
    Jangan bercanda dengan hanya berdebat dengan rekan anda
  • Jika semua yang ditakutkan terjadi
    Jangan bercanda dengan hanya diam saja
  • Jangan bercanda dengan nasib puluhan juta orang yang tidak pernah menyerahkan kekuasaan kepadanya
  • Jangan bercanda dengan hanya mengandalkan perjuangan oposisi yang sesungguhnya tak pernah mempercayainya
  • Jangan bercanda seolah-olah anda tak pernah memilihnya atau seolah-olah anda terpaksa memilihnya
  • Jangan bercanda seolah-olah anda tak pernah menyerahkan kedaulatan rakyat kepadanya
  • Jangan pernah lupa kalau andalah yang memilihnya
  • Jangan pernah lupa dengan sejarah karena sekaranglah anda menjadi bagian dari sejarah

You chose to love Yudhoyono with all his faults
Your choice, our risks, your responsibility.

Best Regards,
bakul_gudeg

(yang berharap dirinya salah memahami Yudhoyono dan sedang berusaha memahami bahwa sebagian besar anak bangsa sedang dalam proses belajar serta agak sedih ternyata "pelajaran kelas 3 SMA belum bisa dicerna pelajar tingkat SMP")

Surat ini didedikasikan kepada emak, embah, adek, n sodara2 saya dan rekan-rekan kaskuser yang dengan segenap ataupun setengah jiwa dan raga mendukung SBY-Boediono. Surat ini hanya ingin memberitahukan bahwa sekarang hak anda telah berubah menjadi tanggung jawab. Maaf jika ada yang tersindir, mungkin itu perasaan anda saja yang bisa jadi hingga kini belum anda pahami apa sebabnya. Jika anda ingin "menyadarkan tanggung jawab" para pemilih SBY-Boediono lainnya mungkin anda dapat mengatakan hal serupa.

Note, yang bikin thread ini di kaskus bukan gw! In case stupid act named Electronic Information and Transaction Act itu dipake, gw surely cuma ikut seiya sekata dengan apa yang bakul_gudeg omongin di kaskus.

Monday, July 6, 2009

Boleh Nyontreng Pake KTP* (lagi)!

Alkisah pada tahun 1994. Gw berumur… sekian tahun (lupa sih), dibawa oleh bapak ke TPS untuk pertama kalinya. Disanalah gw pertama kali mengenal pemilihan umum.

Dulu, bapak emang telat. Di hari yang diliburkan itu, bapak baru nyoblos jam 12-an. Padahal mama udah nyoblos dari jam 8 pagian, waktu TPS masih rame-ramenya. Tau donk, pada jaman itu orde baru + soeharto masih berkuasa. Jadi semua PNS wajib nyoblos GOLKAR.

Whatever, gw ga peduli dengan GOLKAR-GOLKAR-an pada waktu itu. Tapi gw cukup bete dengan sistem pemilu yang sekarang dimana yang boleh nyoblos nyontreng cuma yang udah kedaftar di KPU. What the… perasaan bapak gw dulu cuma ngasih KTP aja deh udah bisa nyoblos!

Katanya sih amanat undang undang. Tapi bikin repot aja gitu deh! Lagian surat suaranya juga dibikin ribet sih. Ga bisa apa dicetak black and white di kertas 60 gram yang gampang sobek kayak dulu lagi? Hehehehe.

Baru tau sekarang kalo yang namanya Daftar Pemilih Tetap itu sangat mempengaruhi banget. Ya iyalah bagaimana enggak, berapa potensi suara yang bakalan hilang? Itu kan pertanyaannya? Tapi syukurlah, sekarang udah boleh lagi nyontreng cuma make KTP*

Tapi tentu saja dengan Syarat dan Ketentuan Berlaku:

  1. Warga negara Indonesia bisa menunjukkan KTP atau paspor yang masih berlaku bagi warga Indonesia di luar negeri.
  2. KTP harus dilengkapi kartu keluarga dan identitas sejenisnya.
  3. Penggunaan hak pilih KTP hanya bisa digunakan di TPS yang berada di RT/RW atau nama sejenisnya sesuai alamat yang tertera di KTP.
  4. Warga Indonesia yang disebutkan di angka 3, sebelum menggunakan hak pilih, terlebih dulu harus mendaftarkan diri pada KPPS setempat.
  5. Warga Indonesia yang menggunakan paspor atau KTP, harus mencontreng paling cepat 1 jam sebelum pemungutan suara selesai.

Lha whatever the syarat kan jadinya lumayan… aku ke Banjarnya nggak harus ngurus dulu ke Kelurahan soal surat suratnya… mending besoknya tinggal langsung nyontreng ajah…

Sunday, July 5, 2009

Online Banget Ga Sih?

Walaupun ga pake IM3, tapi gw agak kumaha denger jingle iklannya yang juga lagu dari SAYKOJI dengan title ONLINE. Jadi inget tuduhan suami kalo gw itu udah internet addict. hehehe…

whatever lah hun, kan gara gara gw dikau bisa download torrent sepuasnya pake account gw.

siang malam ku selalu menatap layar terpaku
untuk on line on line on line on line

tidur telat bangun pagi pagi
nyalain komputer online lagi
bukan mau ngetik kerjaan
e-mail tugas diserahkan
tapi malah buka facebook
padahal face masih ngantuk
beler kayak orang mabuk
pala naik turun ngangguk-ngangguk
sambil ngedownload empitri
colok i pod usb kiri
ngecekin postingan forum
apa ada balesannye? belum
biar belum sikat gigi belum mandi
tapi kalo belum on line paling anti
liat friendster myspace, youtube
me and him, everybody you too

siang malam ku selalu menatap layar terpaku
untuk on line on line on line on line
jari dan keyboard beradu pasang earphone dengar lagu
aku on line online on line on line

nah udah mandi siap berangkat
langsung cabut takut terlambat
tak lupa flash disk gantung di leher
malah lupa sepatu jadi nyeker
flashdisk isinya bokep atau lagu
kalau ada kerjaanpun gue ragu
kalo emang berani coba pada ngaku
cek isi foldernya satu satu
di kantor online pakai proxy
walau diblok server bisa dilolosi
namanya udah ketagihan internet
produktifitaspun kepepet
jam kerja malah chatting ym
ngobrol online sama si ehehem
atasan lewat langsung klik data
pura pura kerja di depan mata

siang malam ku selalu menatap layar terpaku
untuk on line on line on line on line
jari dan keyboard beradu pasang earphone dengar lagu
aku on line online on line on line

makan siangpun aku cari sinyal wifi
mengapa ku kecanduan oh why why
kadang terasa bagai tak berdaya
ingin ku berubah.. eh ada e-mail dah dulu ya

cek e-mail spam semua
email benerannya cuma dua
yang satu email lama
yang satu forwardan yang sama
ngarep komentar buka friendster
loading, gue tinggal beser
pas balik ngecek komputer
kok lagi maintenance server
ya udah download lagu
bajakan gratis gak pake ragu
saykoji satu album
setengah jam bisa rampung
sore sore bosen hambar
ide nakal cari cari gambar
download video dengan sabar
ketahuan pacar digampar

siang malam ku selalu menatap layar terpaku
untuk on line on line on line on line
jari dan keyboard beradu pasang earphone dengar lagu
aku on line online on line on line

siang malam ku selalu menatap layar terpaku
untuk on line on line on line on line
jari dan keyboard beradu pasang earphone dengar lagu
aku on line online on line on line

diambil dari: www.mr-palui.net dengan bantuan Mini Lyrics.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...