Sunday, February 14, 2010

Kawah Yang Meledak, Bagian 1

Aku geek kalo soal cuaca. Gini deh, tadi lifehacker menulis soal ramalan cuaca yang bisa dinikmati secara fullscreen. Jadilah gw kemudian iseng nyobain. Kalau kamu mau nyobain, silahkan klik disini.

Ramalan cuaca memang kurang dihargai di Indonesia. Tapi cuek aja lah, yang penting gw tau kenapa hari ni bisa hujan, dan hujannya gede banget. Tanpa harus nunggu ramalan dari BMG yang hanya diedarin sekali sehari. Kadang kalo lagi males kan dua hari sekali. :p

Data dari Full Screen Weather diambil dari Weather Underground, yang dari dulu memang mensupplai kebutuhan cuaca gw sebelum di-take over oleh weather.com. Mapsnya diambil dari Google Maps. Rekomendasi mereka sih menggunakan peta Terrain aja ya, jangan peta hybrid apalagi peta satelit. Kenapa? karena peta satelit mengandung awan awan yang kalau tentu saja diatukan dengan ramalan cuaca ini jadi nggak gitu enak dilihat.

Tapi, kemudian gw tertarik untuk melakukan tour of Indonesia. Mengelilingi beberapa sisi dari pulau jawa, mengupdate pengetahuan geografi. Terutama… peta buta, nama nama gunung yang dulu seringkali dilupakan pada saat pelajaran IPS.

image

Iseng iseng saat melihat kawah kawah, ketemu foto diatas. Gw agak lupa, apakah itu kawah dari Bromo? Let me copy paste it for you:

Menurut sejarah terbentuknya Gunung Bromo dan lautan pasir berawal dari dua gunung yang saling berimpitan satu sama lain. Gunung Tengger (4.000 m dpl) yang merupakan gunung terbesar dan tertinggi pada waktu itu. Kemudian terjadi letusan kecil, materi vulkanik terlempar ke tenggara sehingga membentuk lembah besar dan dalam sampai ke desa sapi kerep. Letusan dahsyat kemudian menciptakan kaldera dengan diameter lebih dari delapan kilometer. Karena dalamnya kaldera, materi vulkanik letusan lanjutan tertumpuk di dalam dan sekarang menjadi lautan pasir dan di duga dulu kala pernah terisi oleh air dan kemudian aktivitas lanjutan adalah munculnya lorong magma ditengah kaldera sehingga muncul gunung - gunung baru antara lain Lautan pasir, Gunung Widodaren, Gunung watangan, Gunung Kursi, Gunung Batok dan Gunung Bromo.

bromo at khatulistiwa.info

Hm, ternyata dugaan gw benar, Bromo dulunya mengalami ledakan yang dahsyat luar biasa hingga membentuk kaldera. Gw pun kemudian melanjutkan ke timur, dan ketemulah satu kaldera lagi, yaitu Kaldera Tambora

image

Look how big it is. I wonder, kira kira bagaimana letusannya kira kira yah dulunya? Wikipedia menyebutkan kalau Tambora termasuk letusan superkolosal. Maksudnya letusan itu mempengaruhi sistem cuaca dan iklim, tidak hanya di lokalan semata, tapi juga ke seluruh benua, bahkan seluruh dunia.

The explosion was heard on Sumatra island (more than 2,000 km (1,200 mi) away). Heavy volcanic ash falls were observed as far away as Borneo, Sulawesi, Java and Maluku islands. The eruption created global climate anomalies; 1816 became known as the "Year Without a Summer" because of the effect on North American and European weather. Agricultural crops failed and livestock died in much of the Northern Hemisphere, resulting in the worst famine of the 19th century.

Mount Tambora at Wikipedia

Bahkan sejarah mengakui kalau Tambora menyebabkan tahun 1816 adalah tahun tanpa musim panas. Kemungkinan besar suhu di seluruh dunia mendingin, sehingga panas yang dihasilkan tidak cukup utuk bercocok tanam.

Ada dua “mantan” gunung yang bakalan gw bahas. Tapi berhubung Persib vs. Persebaya semakin rame, gw nonton dulu. Post kan dilanjutkan sesaat lagi.

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...