Wednesday, February 24, 2010

Motivator Itu Bukan Nabi

Jadi, kenapa kita mesti dengerin mereka? Hehehe. Yap bener, ini soal @MarioSenduMTGY @MarioTeguhMTGW yang kemarin bikin heboh jagad twitter Indonesia. Kenapa? Bagi yang lom tau, ini kenapa-nya:

Wanita yang pas untuk teman, pesta, clubbing, begadang sampai pagi, chitchat yang snob, begadang nn kadang mabuk-tidak mungkin direncanakan jadi istri

@MarioTeguhMTGW | Twitter

What’s wrong with that sentences? Gak ada? Ya jelas, ga bakalan ada, kalau diucapkan oleh elu, gw, kakak lu, mami lu, papi lu, sodara lu, atau semua orang yang deket dengan kamu. The problem kalimat itu diucapkan oleh seorang MOTIVATOR, baca sekali lagi MOTIVATOR. Kenapa kalo diucapkan seorang motivator ini jadi salah nggak karuan?

Motivator vs. Nabi (Dan Pekerjaan Lainnya)

Mari kita tarik garis yang sangat sangat ekstrim sekali, motivator versus nabi. Apa bedanya? Dua duanya ngasih “petuah”, dua duanya memberi “solusi” kehidupan. So? Apa bedanya?

Bedanya tipis tipis aja sih. Yang namanya nabi, segala aspek yang dimiliki dan menempel padanya boleh ditiru, ini tidak sekedar pada omongan, tapi juga pada sifat dan perilaku dia. Nabi juga memberikan suatu semangat untuk hidup, semangat untuk memperbaiki kehidupan, untuk membuat kehidupan kamu lebih baik.

image

Lalu apa bedanya dengan motivator? Motivator ini “bekerja” atas asas duit. Bukan atas asas tuhan. Yang perlu diperhatikan dari motivator, hanyalah omongannya. Artinya, kamu nggak perlu nyonto perilakunya. Bahkan seorang motivator “memiliki” privasi yang tak boleh disentuh orang luar. Beda dengan nabi yang kehidupannya seakan ditelanjangi oleh mata mata pengikutnya.

Lalu, lain lagi masalah tugas. Motivator hanya bertugas untuk meningkatkan kebahagiaan, kedamaian orang yang dimotivasinya, motivator tidak harus memperbaiki perilaku kliennya (baca: bukan psikolog), bahkan motivator tidak mempunyai kemampuan menganalisa, intinya cuma cuap cuap doank.

Lalu apa yang salah dengan tweet @MarioTeguhMTGW?

Failed

Indikator seorang motivator berhasil atau tidak, bisa dilihat dari kemampuannya “mendamaikan” kliennya. Maksudnya memberikan perasaan damai dan indah kepada kliennya (walaupun terkadang palsu), supaya si klien bisa menjalani kehidupan yang lebih baik.

Yang salah dari tweet itu, adalah simpel, tweet itu menimbulkan polemik. Tweet itu tidak menciptakan kedamaian. Yang ada, malah terjadi dukungan dan cemoohan. Alias Pro dan Kontra. Kalau dalam dunia nyata sebuah pro dan kontra itu sangat wajar, pro kontra juga memberi kesan bahwa ada sesuatu yang tidak damai.

image

Melihat indikator keberhasilan motivator, artinya, @MarioTeguhMTGW gagal menjadi motivator yang baik. Walaupun dia tak sengaja menyulut “api”, tetap saja, dia gagal.

Bukan Nabi Kok Didenger?

Lalu kenapa kamu kamu (gw kagak ya!) lebih suka ke motivator daripada ke psikolog misalnya? Simpel, karena motivator selalu ngasih yang indah indah buat kamu. Sedangkan psikolog selalu membongkar kehidupan kamu, sedalem dalemnya, kemudian membeberkannya di depanmu, dan memberikan jalan keluar.

Mungkin orang Indonesia emang lebih suka yang rumit rumit yah. “Ajaran” motivator sebenernya cenderung mbundet dan banyak “look at yourself” dibanding pointing out what’s wrong. Atau apa ini karena orang Indonesia yang tak suka dikritik? (Ngelirik @tifsembiring)

Jadi, motivator bukan nabi, dia bisa salah, maafkan dia secara personal. Kamu juga jangan menganggap motivator itu nabi, sampe semua perkataannya selalu bener. Karena menurut gw, motivator gak lebih dari seseorang yang nyari duit dengan memberikan kebahagiaan semu kepada kliennya dengan bungkus “investasi hati”.

1 comment:

  1. Emang sekarang sudah ndak ada Nabi, o.k.i, buat masyarakat, Motivator pun jadi,hehe. kalau ada Nabi ya malah jadi polemik juga. Hehe

    ReplyDelete

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...