Wednesday, February 3, 2010

TV Champion, Ahli Pindahan

Masih inget TV Champion? Itu lho acara yang penuh dengan kejuaraan kejuaraan aneh. Dari yang skillfull seperti paling jago masak mie, sampe yang hobi-full seperti orang yang paling jago pengetahuan tentang mie.

Tadi acara itu ada lagi di TPI, sekitar ya… jam 10 lah, kok tapi kenapa pas ketauan siaran udah nyaris Champion Stage. Huhuhu… kayaknya lain kali harus pake note buat ngingetin kalo ada TV Champion deh. Hari ini kebetulan diperlombakan, ahli pindahan.

Tugas ahli pindahan itu hanya membungkus barang dan memindahkannya ke dalam truk. Kemudian menurunkannya di tempat tujuan, biar keluarga baru yang mengatur barang mana ditaruh dimana. Pindahan di Jepang memang tidak simpel, karena selain tidak sembarang orang boleh mengendarai dan menggunakan truk, budaya Jepang yang tenang juga membuat pindahan menjadi lebih rumit. Pokoknya jauh deh sama pindahan Indonesia yang serba ribut dan riweuh.

Acaranya emang full edukatif yah. Pokoknya selain menghibur acara ini juga mendidik banget. Mungkin kalo di Jepang hal ini sudah menjadi hal yang biasa, tapi kalau di Indonesia, mungkin kalau ada ahli pindahan yang seperti ini, disebutnya lebay. Whatever, keduanya yang masuk ke Final Stage menurut gw memang sangat memuaskan kerjanya. Inilah bagaimana cara kerja mereka. Tugas dalam Final Stage ini adalah “pindahan dengan hati”.

TV Champion logo

Pusat Pindahan Arisan

Ketika pertama kali datang ke rumah klien, jangan lupa salam dan beri kartu nama (hal ini sudah sangat umum di Jepang). Kemudian jangan lupa salam ke tetangga dengan memberi kenang kenangan berupa sabun mandi. Di Jepang hal ini sebagai bentuk permintaan maaf karena ada suara suara yang mungkin ditimbulkan akibat pindahan.

Sebagai persiapan, biar rumah nggak rusak, I mean, perabotan dan rumah sendiri tidak tergores. Seluruh bagian dari rumah, seperti pintu dan jendela, sampai tangga dilapisi dengan matras anti selip. Dan pindahan pun dimulai.

Pertama yang harus dimasukkan adalah barang barang dari kain seperti futon, bedcover dan pakaian. Semuanya dimasukkan ke dalam plastik dan dikompres sehingga bakteri tidak masuk ke dalam kain. Furnitur besar lain yang tidak masuk ke dalam plastik kompres, dibungkus dengan kain kanvas yang lembut.

Kasur dipindah lewat jendela, agar efisien dan tidak melalui tangga rumah yang sempit. Barang barang yang kecil dibungkus dengan spons agar tidak rusak, dan/atau tergores. Kemudian sebelum memindahkan isi lemari, foto dulu lemarinya supaya tahu dimana isi dalam dus tersebut tadinya diletakkan.

Perangkat elektronik seperti TV dan player player lain, dibungkus dengan bubble wrap. Lalu dimasukkan lagi ke semacam pelampung yang buat berenang, agar tidak terkena benturan. Peralatan yang besar seperti mesin cuci hanay dibungkus dengan matras, dan tidak boleh dimiringkan ketika dipindahkan. Kalau ada kursi yang terkelupas lapisan karetnya, harus diganti biar tidak menggores rumah yang baru.

Jangan lupa, seluruh makanan, satu per satu dibungkus dalam paperwax dan busa lembut dan ditaur ke dalam coolerbox. Dan kemudian kulkas bisa diangkat dan katanya sih… dijamin dapat cepat dipakai kembali.

Aaku Hikoshi Center

Sama seperti yang sebelumnya, ketika pertama kali datang ke rumah klien, jangan lupa salam dan beri kartu nama. Kemudian salam ke tetangga dengan memberi kenang kenangan kali ini berupa tissue. Pada briefing ditekankan supaya kerjakan dengan cepat dan tidak berisik.

Kasur dan troli bayi kemudian dibungkus dengan kain agar debunya tidak kemana mana. Kemudian petugas memberikan semacam tanda agar tidak ribut karena anak kecil dalam keluarga tidak terbangun dari tidurnya.

Semua kecil non elektronik dibungkus dalam kertas terpisah dan diselotip. Sebagian barang lainnya misalnya yang ada dalam keranjang langsung dimasukkan dalam kardus tanpa dibungkus lagi. Barang yang kotor harus dibersihkan, terutama barang kenangan keluarga seperi album foto maupun bingkai foto. Semua dimasukkan dalam kardus dan diberi gambar agar tahu asalnya darimana.

Gelas dan pisau dan benda dari kaca lainnya dibungkus dalam bubble wrap, dan kemudian untuk pisau diberi gambar bagian tajamnya. Supaya bisa cepat digunakan, seluruh barang dilap dulu dengan alkohol kadar rendah. Ini untuk menghindari bahan berbahaya yang mungkin terhirup oleh anak kecil.

Yang penting, jangan ribut, jangan sampai klien merasa kalau sedang pindahan. Dan di akhir, jangan lupa memberi barang untuk diberikan ke tetangga baru sebagai salam perkenalan.

Hebat

Di Jepang bisnis pindahan ini sangat menguntungkan. Kenapa nggak pindahan sendiri? Karena di Jepang ruang yang sempit membutuhkan ahli yang hebat supaya pindahan bisa berlangsung mulus dan tanpa ada barang yang rusak. Nah menurut lu, pindahan mana yang paling sesuai dengan hatimu?

Sambil ngebayangin ahli pindahan di Jepang, sebaiknya nonton juga TV Champion edisi Juara Tukang Parkir. Silahkan!

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...