Wednesday, September 15, 2010

Sebaris Aja

Sejak ada blackberry (dan device lain yang bisa push email), problem lawas internet kembali bermunculan. Salah satunya ada yang dinamakan dengan Email Sebaris Aja, alias One Liner Email. Masalah klasik ini practically muncul sejak awal email dan internet mulai dibangun. Tapi kenapa sih, yang namanya One Liner itu jelek? Mari kembali ke masa lalu….

Di masa yang lalu, hujan rintik rintik. Terpukau kita menatap monitor… Dengan kecepatan 59.6 kbps bahkan lebih rendah di awal awal internet/email berdiri, ngedownload 4kb aja sebenernya udah setengah mampus deh. Pipanya bahkan sedemikian kecil jadi kalo bisa, tolong donk yang lewat di pipa itu yang penting penting aja. Disinilah mulainya masalah dengan One Liner.

Mail

One Liner bisa didefinisikan sebagai “email satu baris yang kepentingannya sangat rendah dibanding email lainnya”. Bagaimana bisa disebut sangat rendah? Bukannya itu jadi sangat relatif? Contoh paling nyata kira kira email seperti di bawah ini:

From: Adi
To: Jayanto
Subject: Makan Siang Yuk?

Oy, makan siang yuk? laper nih.

Pertanyaan pertama ketika menerima email seperti ini adalah: kenapa nggak lewat Instant Messenger aja sih? Bukannya bakalan lebih praktis dan lebih bisa cepat dijawab? Ngabisin bandwidth aja. Lho, cuma secuil gitu kok ngabisin bandwidth? Gw jawab, yakin cuma secuil? Kayaknya jauh dari secuil. Email diatas adalah conton yang nampak pada mata, lalu apa yang tidak tampak? Ini contohnya…

Delivered-To: adjayanto@gmail.com

Received: by 10.216.59.149 with SMTP id s21cs246680wec;
Tue, 14 Sep 2010 08:02:09 -0700 (PDT)

Received: by 10.142.49.14 with SMTP id w14mr48079wfw.167.1284476528141;
Tue, 14 Sep 2010 08:02:08 -0700 (PDT)

Return-Path: sentto-7083909-214904-1284476525-adjayanto.archive10=gmail.com@returns.groups.yahoo.com
Received: from n52.bullet.mail.sp1.yahoo.com (n52.bullet.mail.sp1.yahoo.com [66.163.168.38])
by mx.google.com with SMTP id v30si586616wfh.63.2010.09.14.08.02.06;
Tue, 14 Sep 2010 08:02:07 -0700 (PDT)

dan terus… dan terus…

Estimasi dari semua huruf diatas itu sekitar 3kb. Jadi untuk membuat sebuah email menjadi fungsional, dibutuhkan paling sedikit 3kb data.

Sekarang kenapa One Liner itu buruk? Bayangkan sebuah surat keong yang dikirim dengan hanya sebaris “hai apa kabar”. Lalu kemudian dijawab oleh penerima, “baik, kamu?”. Dan seterusnya chatting. Ini sebenarnya adalah pemborosan yang luar biasa. Dimana untuk menulis sebuah kalimat diperlukan selembar kertas. Kertas itu kemudian dimasukkan ke dalam amplop dan dikirim.

Kalau Kertas surat itu dianggap email dan amplop serta pak pos dianggap pipa bandiwidth, maka pipa bandwidth dalam sekejap menjadi lalu lintas yang overload oleh sesuatu yang tidak terlalu esensial. Esensial mungkn bagi dua orang saja, tapi tidak bagi orang lain. Jika kemudian makin lama orang terbiasa menggunakan One Liner, pipa akan semakin sempit saja, bahkan pipa yang diperlebar pun niscaya akan habis kan? Inget bahwa Internet adalah sumber daya yang terbatas teknologi.

Sebaris butuh 3 kb

Lalu seberapa buruk sih? Bayangkan kalimat tadi dikirim ke 5 temanmu, berapa bandwidth yang terbuang percuma? 10kb? 12kb? Walaupun internetmu unlimited, tapi speednya tetap limited.

Dengan membatasi one liner, berarti kamu juga ikut mengurangi trafik ke jaringan global, yang ahasil bisa meningkatkan bandiwidth yang tadinya sangat tidak efisien menjadi lebih usable, misalnya, buat download <beep>. Lumayan lho, walaupun kecuil, internet indonesia (bisa sedikit) lebih cepat kalau kamu menghentikan one liner.

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...