Sunday, October 24, 2010

Jadi Bener Anakmu Diculik? Atau…

Akhir akhir ini semakin banyak berita yang, bisa dibilang kurang menyenangkan. Anak baru gede umur belasan taun diculik dari rumahnya ~ tepatnya dari sekolahnya. Nggak pulang selama berhari-hari setelah les atau main. Membuat orang tua khawatir banget. Apalagi ditambah dengan “itu cuma anak satu satunya”, atau “itu anakku yang paling cantik”.

Well, sebagai orang tua emang wajar keresahan itu terjadi. Tapi jangan-jangan ada hal lain yang lebih menghornikan daripada sekedar culik menculik. Seperti di kasusnya Devi Permatasari. Cewek yang masih muda kinyis kinyis belum tahu apa apa. Bahkan mungkin baru nginjek masa pubertas di usia 13 tahun. Jangan-jangan, anak seperti Devi ini pergi dengan sukarela? Bisa jadi.

penculikan_anak

Menurut orang tua, anak diculik. Menurut anak ~ awalnya sih ~ enak, kok belakangnya berantakan? Eh iya, ini tulisan cuma spekulasi aja. Banyak kasus penculikan sama sekali enggak menghornikan. Malah mengerikan. Jadi sekali lagi, ini tulisan cuma buat memahami yang diculik aja, bukan yang menculik, apalagi orangtua dari anak yang diculik. In case nanti ada yang marah marah.

Balik lagi, awalnya sih enak, tapi kok belakangnya berantakan? Seperti biasa yang namanya kasus penculikan itu berawal dari iming-iming sesuatu. Seperti misalnya kalo yang di jalanan diculik buat jadi pengamen, itu biasanya ditawarin liburan ke Dufan, atau kalo nggak kuat modal, cukup dengan snack ringan yang kayaknya menggiurkan ~karena gak bisa langsung dibeli sama anak kecil~, seperti permen loli, atau jus orange orisinil. Tapi yang ada kemudian ~dalam kasus penculikan yang sebenernya~ bukannya liburan ke Dufan, tapi ngemis di Dufan, bukan dibeliin permen, tapi tidur di emperan toko permen.

Kehornian yang Berujung Drama “Penculikan”

Untuk kasus kasus penculikan Facebook, dan kebanyakan kasus lain yang melibatkan ABG ~ sehat dan tidak mengalami penyakit kejiwaan yang sering diakui oleh para pelapor penculikan ~ dan orang yang tampak tidak terbiasa menculik, gw kok gak gitu yakin ya kalo anak itu bener-bener diculik? Kayaknya emang something happened telah terjadi. Ada sesuatu yang lebih deep daripada culik menculik. Jangan-jangan ini soal selangkangan?

PenculikanDLM

Ya bener, gw menduga satu sama lainnya apalagi kalo “pelaku penculikan” juga sama sama masih ABG, gw menduganya sih mereka bukan menculik dan diculik. Tapi kawin lari. Bisa berasal dari yang namanya hubungan gelap, backstreet (halah ini istilah taun berapa), atau hubungan yang enggak disetujui sama orang tua.

Awal awalnya mereka lari bareng, hahah hihih kesana kemari, party, jual hape jual perhiasan. Lama kelamaan, mereka berdua sadar realitas hidup nggak segampang itu. Sang cowoknya mulai bingung bagaimana mensuplai uang, sementara sang cewek masih dalam kondisi euforia kebebasan dari kedua orangtua. Sang cewek kemudian mulai mencak mencak dan mengancam kepada sang cowok untuk “kembalikan aku pada orangtuamu”. Dan terjadilah, sang cowok kemudian dengan bete dan pasrah mengembalikan kepada orang tua, dengan tidak lengkap (maksudnya ilang keperawanan), dan kemudian ditangkep polisi.

Salah Enggak Salah Sih

Lalu kalo udah gini salah siapa? Apa “adil” bagi sang cowok untuk mendapatkan hukuman? Kalo ngeliat dari segi hukum sih, salah satu atau keduanya masih dibawah legal age, jadi agak tidak wajar kalo mereka dihukum seberat-beratnya. Yang ada juga biasanya disembunyikan kok, aib itu. Tapi yang jelas, UU Perlindungan Anak memang telah dilanggar. Siapapun yang merasa diculik boleh menuntut. Itu kalo diluar etis dan tidak etis yah.

Jadi emang bagi para orangtua, yang paling penting itu bukan marah marah kepada anak anda kalo dia pacaran. Tapi berikan bimbingan. biar dia mengalami masa pacaran dengan orang yang jelek mukanya, toh mungkin wajah suami atau istri anda sekarang nggak bagus bagus amat. Kalo misal itu anak udah puber mau pacaran, ya dibimbing donk. Jangan sampe jebol dan h-mil di luar nikah.

1258887066Tersangka Penculikan (5)

Kalo misalnya muka pacar anak anda nggak seperti Dao Ming Xie, ya berdoa aja supaya mereka putus secara alami. kalo misal anaknya pacaran sama orang yang profesinya kayaknya nggak jelas, kasih pengertiannya jangan pake melotot kayak di sinetron. Karena itu semua bisa menyebabkan anak anda “diculik”. Mending kalo anak anda kemudian terus hidup bahagia dengan penculiknya. Kalo enggak? Bisa bisa pulang terus mewek udah diperkosa deh. Sebagian ini juga salah anda lho karena memberikan proteksi yang salah.

Eh BTW, gambar terakhir itu diambil dari penculik anak balita buat dijadiin pengamen, kok lucu yah. penculiknya imut imut gitu deh.

 

Gambar diambul dari cybersumut, detiknews, dan blog Adiwirasta

1 comment:

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...