Monday, November 15, 2010

Sedikit Review Formula 1 2010

Sebenernya yang namanya Formula 1 itu memang harusnya rame. Bukan sekedar mobil berjejer aja. Tapi hari ini emang formula 1 agak exceptional dari biasanya. Biasanya kan yang namanya balap F1 di cuaca cerah itu nggak jauh dari parade, apalagi setelah start. Boringnya bisa setengah mati.

Sebastianvettel2010

Hari ini emang F1 memasuki balap terakhirnya di tahun 2010. Dan tahun lagu balapan di sirkuit ini (Yas Marina, Abu Dhabi) emang kalo dari segi visualitas bagus ya, pokoknya indah. Bagaimana visualisasi di belakang sirkuit berubah dari siang ke malam. Tapi kalo dari segi lombanya, aduh, menurut gw sih agak parah.

Pokoknya kalo misalnya nggak ada perebutan gelar juara, udah deh sirkuit ini jadi kartu mati. Sama seperti sirkuit Turki misalnya, atau versi panjang dari sirkuit di Bahrain yang jelas jelas diprotes sendiri sama commentator F1 BBC itu sebagai sirkuit yang "boring".

Tapi jadi sedikit pertanyaan. Emang udah nggak jamannya lagi gitu sirkuit yang lurus? Well, gw masih inget GP Hockenheimring yang tahun 97 gitu? Atau 98 yah gw lupa lagi. Dan itu bagus kok, rame seru. Masih inget gw bagaimana mobil F1 membelah hutan. dan berakhir ke kota "bengkel". Dibanding hockenheimring sekarang yang katanya dienhance biar makin banyak susul menyusul. Tapi kok nggak terjadi yah.

Bandingannya begini, antara GP tradisional sama GP modern. Kalo GP modern seperti Cina misalnya, gw pikir mereka ini tergantung banget sama cuaca. Cuaca hujan, balapan jadi good, cuaca cerah, balapan boring. Even with new technical regulations.

512px-Österreichring-A1Ring

Kalo GP tradisional? Janganlah engkau bertanya lagi nak. Lihat saja sirkuit gila seperti Spa Franchorchamps. Udah lokasinya gila, cuacanya nggak nggenah. Pas deh buat yang namanya balapan bagi tontonan TV. GP yang lain misalnya GP Italia, sirkuit Monza atau San Marino. Gw rasa keduanya mendeliver balapan yang sangat menarik, dalam kondisi kering maupun basah.

Lalu salah dimana? Kayaknya sih menurut gw ada something di technical regulations dimana balapan di sirkuit baru menjadi agak kurang mendukung. Terutama di sirkuit yang memiliki karakter cepat dan banyak lurus, dengan tikungan tajam. Masih inget A1? Bukan, bukan A1GP, tapi A1 yang Österreichring. Kalo aja nggak ada skandal Michael Schumacher dan Rubens Barrichello disana, pasti F1 masih digelar disana, dan hasilnya pasti juga luar biasa.

Dead of High Speed Circuit

Gw juga bepikir, jangan-jangan begitu aerodinamisnya si technical regulations F1 yang baru ini, sampe-sampe mereka (yang bikin dokumen itu) hanya memperhatikan gimana kalo mobil itu sedang belok. Jangan-jangan kalo dalam kondisi lurus gak disetel. Ah cuma ngelurusin spoiler apa susahnya sih? Turunin dikit, dapet deh downforce cukup dengan kecepatan tinggi.

Lho kenapa kalo gitu NASCAR bisa rame? Then, something wrong with the engine. Berarti memang ada jeda yang jauh antara mesin dari tim tim papan atas, dan papan tengah dan papan bawah. Bahkan di Korea misalnya, kayaknya baru juga 10 atau 11 lap (plus 18 safety car, dan 3 lap red flag), P1 sudah bisa ng-overlap. Something is really-really wrong with Formula 1 car.

You want the A1 ring? This is the A1 ring in its current state.

spielberg20080403134332hr2

Sad really

MadJay at overclockers uk

Kalo sudah begini bisa aja donk gw berpikir, jangan jangan mobil formula 1 memang tidak ditujukan buat track track lurus? Lha, gimana donk nasib race impianku di Indianapolis (tapi pake trek oval)

2 comments:

  1. gw kirain mau review game f12010 yg baru.

    f1 tujuan utamanya bisnis. tadinya sirkuit legendaris eropa jadi daya tarik utama, buat penggemar balapan (warga eropa), perusahaan (juga eropa), dan tim (yg banyak berbasis di eropa). apalagi f1 sudah dirintis sejak puluhan tahun lalu.

    namun aturan sponsor rokok mulai diberlakukan. di seluruh eropa tidak boleh ada iklan rokok lagi. padahal sponsor rokok jadi penopang utama hidup f1. apa jadinya ferrari tanpa marlboro? memangnya jualan mobil sport cukup untuk membiayai f1.

    lalu bos f1, bernie eccelestone mulai melirik ke belahan dunia lain, terutama asia. asia belum ketat memberlakukan iklan rokok. sponsor bebas pasang iklan. penggemar makin banyak (bukan cuman orang eropa). dan terakhir timur tengah yg mulai berpikir masa depan tidak mengandalkan sumber daya minyak lagi.

    hasilnya, negara asia berlomba2 membangun sirkuit kelas dunia untuk f1 dalam tempo singkat. dalam sejarah, herman tillke dari jerman yang berani mengerjakannya. contohnya sepang. kesuksesan sepang sebagai sirkuit baru di negara asia, dengan jalur yang lebar dan leluasa untuk berdampingan. tim f1 senang karena mobil bisa dipacu maksimum. pembalap senang karena sirkuitnya lebar. sponsor senang karena iklan (rokoknya) bisa dipajang besar2. penduduk asia senang balapan f1 dekat dengan rumahnya.

    ya itu hanya salah satu faktor. hanya monte carlo yang tetap dipertahankan sebagai sirkuit legendaris meskipun dari segi teknis kurang memuaskan. terlalu lambat, terlalu sempit. apa gunanya bawa mobil kencang?

    ReplyDelete
  2. @jim, entah kenapa justru saya enggak suka sepang. bukan karena dia di malaysia, tapi race disana sudah "selesai" hanya dengan setengah lap. pembalap, tim dan sponsor munkin senang. tapi gw selalu ketiduran di tengah race. race di sepang hanya menarik kalo hujan.

    f1 2010 yang game? sori, vga-nya gak kuat. silahkan ke kaskus aja, disana ada tit soal gim f1 2010 yg baru rilis itu.

    ReplyDelete

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...