Thursday, December 2, 2010

McSupersize What?

Gw baru aja selesai nonton Supersize Me, untuk kesekian kalinya. Ditengah krisis beras karena gw belum beli beras, ditengah badai lapar juga karena yang ada di kamar sekarang cuma sayuran. Which is good by the way. But i just don’t feel cooking right now.

Supersize Me setengah mengerikan setengah menyenangkan. Somehow emang teman sering bilang gw addict terhadap internet, dan shopping. Dua duanya bad. Internet entah kenapa bisa dihandle, mungkin karena koneksinya tersedia. Tapi Shopping is bad. Gw kadang gak bisa memenuhinya. Alternatif terbaiknya adalah, gw pergi dan hanya window shopping. Buy some cheap discounted food, eat, then go home. Nice.

Tapi apa yang terjadi saat gw nonton Supersize Me? Film yang menceritakan bagaimana Morgan Spurlock, hanya makan McDonalds selama 30 hari, pagi siang malam. Asupan nutrisinya benar benar hanya McDonalds, nggak ada yang lain. Sehat? Well, as you can see in the movie, NOT. Di Amerika, itulah yang terjadi.

Iklan

Di Amerika pula, banyak orang menyalahkan perusahaan fast food itu sendiri. Setengah benar setengah tidak. Amerika yang kapitalis (dibanding Indonesia yang katanya Pancasilais), belanja iklan perusahaan seperti McDonalds besarnya ratusan kali lipat daripada belanja iklan makanan sehat.

Rakyat Amerika distreaming iklan fast food secara masif. Supersize Me mengatakan seorang anak yang mantengin TV dengan kadar “cukup”, setiap tahunnya melihat lebih dari 10ribu slot iklan makanan cepat saji. Jika satu slotnya saja 15 detik, maka ada 150.000 detik per tahun iklan makanan siap saji. Artinya setiap tahun, anak anak nonton 1 hari 19 jam lebih dikit. That’s a lot!

Tampaknya dan untungnya di Indonesia belum begitu begitu amat. Akhir akhir ini kita emang sedang distreaming iklan iklan Nokia. Iklan makanan yang menyerang Indonesia masih “berupa” makanan ringan, snacks dan air berkhasiat. Ya, seperti Mizone. Coca cola masih belum atau tidak berpenetrasi maksimum di Indonesia.

Akibat fast food yang digambarkan dalam Supersize Me begitu ekstrim. Kalori yang ditampilkan mungkin agak hiperbola, tapi itu memang sebenarnya. Apakah restoran di Indonesia sudah bertipe sama seperti restoran di Amerika? Ataukah Clemmons cuma ayam bertepung biasa tanpa tambahan preservative atau pemanis buatan yang berlebihan?

High Fructose Corn Syrup

Di Indonesia, fast food banyak, berjejer. Terutama fast food tradisional. Misalnya, nasi padang. Itu fast food. Nasi padang disimpan di piring besar, diambil ketika ada yang memesan, dan sampai ke meja makan dalam 3 menit. Apa bedanya dengan KFC kan? But, it’s traditional. Gw ragu apakah nasi padang mengandung pemanis berupa sirup jagung berfruktosa tinggi, atau teh manisnya menggunakan sirup jagung. Gw rasa tidak.

Supersize Me.avi_snapshot_00.20.33_[2010.12.02_01.06.18]

Apakah kita “sejalan” dengan Amerika menjadi negara yang gendut? Semoga tidak, dan gw merasa tidak. Permasalahan diet bagi orang Indonesia kebanyakan bukan pada jumlah asupan makanan. Tetapi pada kurangnya olahraga. Supersize Me mengatakan, typical New Yorker berjalan 8km sehari. Sedangkan Indonesia, gw rasa gw aja males berjalan lebih dari 1km sehari kalo nggak bener bener niat.

Diet Indonesia secara makanan masih “on the line”, apa yang dijual di foodcourt dan resto tidak tampak memberikan impak berlebih pada pemakannya. Kita masih bisa bersyukur, Indonesia masih penuh dengan makanan makanan yang sehat, dan dibuat oleh tangan, bukan oleh pabrik. And I think that’s the key. Make your own food.

Continue to part 2…

1 comment:

  1. Hahaha.... Klo gw sih it's ok" aje ama SUPER SIZEnya maklum gw tuh ceking als begang als kurus so kekurangan kalori wkwk. but, that's right gk smua makanan mahal itu sehatkan ????

    Thanks yah MAS BROW atas infonya !!

    ReplyDelete

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...