Thursday, December 9, 2010

Perang Dunia Internet

Have you go to internet recently? Selain facebook? Kalo udah, pasti kamu udah denger sesuatu yang bernama Wikileaks. Wikileaks ini jadi rame karena dia berani menyebarkan 250 ribu lebih dokumen rahasia, agak rahasia, dan pergosipan dari diplomat dan kedutaan amerika di seluruh dunia.

Kebanyakan laporan itu emang selama ini hanya jadi rahasia umum, sering jadi gosip, tidak ada yang membenarkan dan ga ada juga yang menyalahkan. Karena itu juga, Wikileaks bisa disebut media pergosipan politik tingkat tinggi. Bocornya informasi di Wikileaks ini membuat banyak orang bete. Menlu Lebanon misalnya, bilang kalau bocoran Wikileaks soal negara negara Arab yang minta AS untuk serang Iran adalah rekayasa, duta besar Arab di Tehran juga bilang begitu.

Lalu Sarah Palin, mantan calon wapres Amerika yang katanya juga mau jadi presiden Amerika, juga marah-marah melihat Wikileaks dibiarin tenang tenang aja. Banyak negara yang bilang itu bohong, tapi anehnya yang bilang justru bukan entitas negara itu sendiri, hanay duta besar, perwakilan, juru bicara, dll. Agak jarang mentri dalam negeri atau menteri luar negeri ngomong soal Wikileaks.

Wikileaks sekarang udah jadi “buruan” dimana mana. Semua pengen tau ada gosip apa yang terbaru di Wikileaks. Ini gosip lebih sip digosok daripada Dewi Perssik (inget, “s”-nya harus ditulis 2 biji) vs Julia Perez. Jadilah Wikileaks dikeluarkan dari Amazon, dan tidak boleh menggunakan Paypal (saat blog ini ditulis, dana Wikileaks di Paypal akan diekstrak ke lembaga lain). Keributan ini juga menghasilkan Perang Dunia Internet yang pertama.

WWW – World Web War

Perang dunia internet seperti juga perang dunia perang dunia lainnya dimulai dari hal bloon. Jika perang dunia 1 dimulai dari ditembaknya putra mahkota kerajaan serbia, perang dunia internet dimulai oleh dibunuhnya servis Wikileaks oleh Amazon.

Kenapa Amazon harus membunuh wikileaks? Kata amazon sih, wikileaks diduga mendapatkan kontennya secara tidak legal. Lho, emang ada yang meminta amazon untuk nutup Wikileaks? Ternyata tidak, bahkan Departemen of Justice pun tidak. DoJ dan DoDefense hanya mengeluarkan statemen kemungkinan, bukan statemen memerintahkan. Jadilah kemudian Amazon diserang dengan cara opt out. Orang yang peduli dengan Wikileaks kemudian keluar dari Amazon dan eBay.

www

Keberanian Amazon diikuti oleh Paypal yang kemudian menutup akun Wikileaks, membekukan dananya. Paypal memang dikenal sangat restriktif, saking restriktifnya, banyak orang yang sekarang menganggap Paypal sudah berlebihan. Walaupun mendasarkan perbuatannya pada “Acceptable Use”, tapi tetap aja, banyak pengguna Paypal yang menutup akunnya.

Hari berikutnya tiga institusi keuangan mendapatkan serangan Operation Payback dari para anon. Mastercard.com down nyaris seluruhnya, Visa mati sebelah dan sebuah bank di Swiss juga mati sebelah.

Sementara pemerintah Amerika hanya berani mengeluarkan pernyataan. Dan Julian Assange hanya di-charge sebagai “pemerkosa” karena ONS-an dengan 2 cewek dalam 1 malam. Maka gw patut menduga bahwa perang ini murni di dalam Internet. Senjata primitif termutakhirnya tetap DDoS.

Amandemen 1

Orang orang seperti @tifsembiring dengan kata kata saktinya “blokir” memang tampak berkuasa. Tapi sebenarnya mereka bastards. Gw tetep mendukung kalau internet dibuka sebebas bebasnya. Kitalah yang harus mengontrol diri, kitalah yang akan memblokir diri kita sendiri dari perang-perang di Internet.

Dan gw pikir, Wikileaks ini juga bisa disebut the best practice of Free Speech. Dalam skala dunia, Wikileaks adalah lembaga terbaik yang mempraktekkan kebebasan berekspresi. Tinggal kita yang mengatur untuk diri kita sendiri, mana info yang bakal kita makan, mana info yang kita simpen aja di buku, buat catetan.

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...