Monday, January 31, 2011

Kereta di-Kosong-in, Keputusan Konyol

Hari Sabtu yang lalu, gw keluar buat donor darah di PMI sama temen temen dari Kaskus. Kemudian, ma’em ma’em sambil ndengerin cerita bahasa sunda tentang bahasa sunda dari…. eee… lupa lagi. Beres ma’em dan nggosip. Kemudian jalan ke BEC buat liat-liat harga monitor LCD yang yang bakal disamber pas duid buku sudah keluar. Pulangnya ah naik kereta aja, ada kereta jam 4 dua bijik. Yang satu ke Cicalengka, yang satu lagi ke Cibatu. Berangkatlah ke St. Hall.

Kereta yang dateng rada telat (biasa) pun langsung dijejelin penumpang. Eh bukan sulap bukan sihir. Kereta no. 1 dan terakhir dikosongin bo! buat apa Cobak. Padahal saat itu penumpangnya rush hour banget jam 4! Yang biasanya hari sabtu enggak terlalu rame, ini jadi bejubel abis! Bayangin aja KRD yang cuma isi 7 kereta, dipotong depan belakang (sebenernya gw gak liat yang belakangnya, cuma yang depan aja). Akibatnya apa coba? Ya tentu sadja penumpang naik ke atas atap!

Selidik punya selidik, dari milis Keretapi ditemukan ternyata Menteri Freddy Numberi, asal Papua, tidak ada kereta disana. Tampanknya cukup setres dengan kejadian tabrakan kereta kemarin di Langen. Belum juga kecelakaan kapal something itu. Akhirnya, dia atau jajaran direktorat jenderal KA atau petinggi PT Kereta Api*, mengeluarkan keputusan bodoh itu. Kosongkan kereta paling depan dan belakang.

Dalam kasus kereta Bisnis dan Eksekutif, sebenernya mengosongkan kereta depan atau belakang gampang banget. Di depan kasih pembangkit, di belakang kasih barang. Restoran tetep di tengah. Perjalanan bisa jalan dengan 10 kereta kan?

Nah ini, mbok ya mikir to pak… bu… KRD, KRL dan Penumpang Lokal itu seseknya bukan main. Kok bisa bisanya ada kebijakan ketololan ngosongin gerbong ik yo opo seh! Ketika gerbong tak dapat dimasuki. kemudian kereta yang tersisa sudah penuh, kemana penumpang desperate naik? Ya ke atap. Lebih bahaya lagi! Nggak inget di jalur Rangkas – Tn Abang pernah ada kereta yang ambruk atapnya?

Mbok kalo mau ya diperbanyak jadwal perjalanan, Public Service Obligation segera dibayar. Kok ini ya terus netek ke industri Otomotif dengan membuat terus jalan tol! Inget lho, pak mentri, di manapun negara maju, nggak ada yang mengandalkan pergerakan manusia dengan mobil. Bahkan negara seperti Jepang sangat mengandalkan kereta. Hasilnya apa? Tingkat pencemaran lingkungan yang jauh lebih rendah! Efisiensi waktu yang jauh lebih tinggi.

Jadi mentri ya jangan bloon-bloon banget to pak!

 

* Coret yang tidak perlu

11 comments:

  1. Jadi mentri ya jangan bloon-bloon banget to pak!

    setuju banget!!
    moso tol dibangun terus, kereta dikerdilin terus. yg ad, nanti tanah jawa sumpek sama jalan..lm2 kereta dihapus jadi jalan tol tuh relnya, tambah aj tol trus, lm2 jg macet.org yg bli mobil tambah byk, sementara yg kluar/dirucat g ad..hayo, mau jadi apa tanah jawa nanti kalo isinya macet doank??atau, para petinggo2 negara ini yg dah macet pikirannya??

    ReplyDelete
  2. Andhika Wahyu2/5/11, 11:05 AM

    sudah berapa menteri, tapi kok ya g ad yg bagus ya

    ReplyDelete
  3. klo emang yg ngurusin kereta pada pinter dan mau majuin kereta kita mungkin akan mikir jauh kedepan seperti buat konstruksi kereta yg lebih kuat, sehingga manusia yg ada didalamnya lebih aman, seperti di link ini :

    http://www.youtube.com/watch?v=l-VcxWtqhvc
    http://www.youtube.com/watch?v=9bqPBIqeFR8&feature=related
    http://www.youtube.com/watch?v=ApXBXUpqYsE&feature=related

    mahal? sudah tentu, tpi bisa bermanfaat bagi orang banyak, bukan malah membuat masalah baru. yang konyol dan memalukan diri sendiri..... ingat ilmu yang bermanfaat amalnya terus mengalir lho bapak-bapak yang terhormat.... tapi terserah bapak-bapak lha, mau denger suara rakyat atau dengar suara atasan bapak-bapak yang hanya cari gampang.

    ReplyDelete
  4. Krisnah Arel2/5/11, 11:17 AM

    Sbtulnya saya tidak stuju dgn masinis d jadikan umpan seperti ini, sekali lagi masinis adalah ujung tombak, garis depan atau FRONT LINER keselamatan para penumpang diperjalanan, dan dbantu oleh PPKA. y seharusnya mencari alternatif/ solusi lain..jgn2 nnti kedepan gak ada yg mau jadi masinis lho....piye om agus..

    ReplyDelete
  5. Nurcahyo Mukardi2/5/11, 11:20 AM

    Adanya gerbong aling2 bisa dibaca begini:

    "PT KA gak punya niat mencegah tabrakan". Dengan kata lain begini: biar saja tabrakan, lha wong kereta paling depan sudah kosong. Bakalan gak ada penumpang yang terjepit di bagian rangkaian yang ini.

    "Tidak menganggap Masinis sebagai aset yang signifikan". Harus diingat bahwa lokomotif letaknya LEBIH DEPAN daripada gerbong yang pertama (Gerbong atau kereta?). Nah, dengan hanya mengosongkan gerbong aling-aling yang di depan berarti Masinis di-"umpankan" begitu saja terhadap sesuatu yang menabraknya dari depan.

    Gimana ya?

    Saya berharap apa yang saya tulis di atas SALAH TOTAL.

    ReplyDelete
  6. Kan seperti yg saya bilang, BERANI nya cuma SAMA YG KECIL

    MAS dianggap orang KECIL, karena MAS kan perlu pekerjaan (gaji), jadi (diangap) MAS pasti diem, walaupun jelas2 dijadikan aling2. Yg ditakuiti (hayo jujur) bukan Rakyat Pengguna KA (orang kecil), tapi itu lho yg duduk diatas, alias yg GEDE, karena bakalan ketendang itu periuk nasi gua, kalau ada korban PLH lagi. Jadi keluarlah aturan yg Konyol ini, demi mengamankan periuk nasi.

    ReplyDelete
  7. Maaf, pak Lili,

    kalau agak "keras' (pakai huruf BOLD), yg saya benar2 gak ngerti itu lho KEPUTUSAN NYA, siapapun orangnya dibelakangnya.

    Lhaa. wong solusinya koq :
    - desperate - langsung nyerah gak cari solusi yg CERDAS
    - panik - gak pikir panjang, balapan sama ketakutan dipecat dari jabatan
    - boros - mengorbankan kapasitas kereta kosong dua buah
    - menjengkelkan - penumpang berdesak2an di tengah
    - pake tumbal - MAS tetap dipasang didepan dengan asumsi salah sendiri kalo ngantuk, rasain lu.
    - GAK LOGIS - dari jenis transportasi yg PALING AMAN, tiba2 berubah menjadi jenis transportasi "adu nasib", koq cuma diselesaikan dengan kereta Aling-aling
    - karenanya TETAP TIDAK MENJAMIN, bahwa PLH bakal berhenti setelah ditemukan metode "aling-aling"

    Akar masalahnya TIDAK DISELESAIKAN, "Kenapa MAS (sekarang) sering Microsleep?  Dan bagaimana mencegahnya? Jawaban ini yg ingin di dengar oleh Penumpang (dan RF) yg ingin perjalanan KA itu aman dan selamat, demi kebaikan bersama.

    Kereta Aling-aling itu kan sama juga menjawab, "berhubung kami tidak yakin akan bisa mencegah PLH (lagi), maka kami melapis penumpang dengan tembok spesiyal, yaitu kereta kosong dua buah".

    Sama kan dengan penduduk yg ketakutan oleh maling dan rampok, yg lalu melindungi sendiri rumahnya dengan tembok berlapis2 tebal, tinggi, plus kawat duri, plus alarm, plus beling, plus herder galak, plus ini plus itu.

    Ini kan semua "reaksi negatif" penduduk yg "desperate" dan "jengkel", karena tidak melihat "aksi positif" dari para manager Republik ini untuk mengatasi masalah ini.

    Koq gak nyari solusi positif dan aktif, koq orang lain gak perlu pake kereta Aling-aling, koq bisa rekor PLH akibat MAS Microsleep lebih sedikit, koq lebih mampu menyenangkan pemakai jasa KA dst dst.

    Kalau memang lebih baik conto dari tetangga, koq gak ditiru.

    ReplyDelete
  8. Lili Tiharuli2/5/11, 11:30 AM

    Wah kalo begawan per ka an murka begini giman nieh ? gara2 pake aling 2 petinggi ka di bodoh2 in , serem juga nieh .

    Mudah2 an petinggi per ka an kalo ngambil keputusan hendaknya di lempar dulu ke forum ini supaya cerdas dan lancar pelaksanaannya.

    Segeralah cabut gerbong alingdarma ini mendingan buat nyaman penumpang yang sukanya umpel2 an. Yang jelas ka lokal sudah kembali ke keadaan semula tanpa aling2 lagi sapapait samamanis maju bareng masinis

    ---- tariiiik mang-------

    ReplyDelete
  9. Agus Sopandi2/5/11, 11:32 AM

    Terkesan konyol dan tidak tau menahu tentang Reglemen.

    Kereta yang memakai aling2 itu hanya : kereta campuran, kereta barang yg memakai 2 dan 4 gandar. Jadi apabila ada rangkaian 2gandar dan 4gandar bergandengan, harus dipisah dgn aling2. Terus yg memakai aling2 itu lok sendirian atau loks.

    Yang saya sesalkan managemen itu terkesan :
    1. Dengan memakai aling2, seakan2 managemen tidak percaya terhadap masinis.
    2. Jika aling2 digunakan untuk menjaga keselamatan penumpang, lalu untuk menjamin keselamatan masinis pake apa?
    3. Ini yang membuat saya sampe mikir 7keliling ; sejak kapan yang namanya kereta penumpang memakai aling2?! Di R.8 yang mengatur tentang pemakaian materiil, tidak ada satu fasal/ayat pun yg menyatakan kereta penumpang harus memakai aling2.

    Demikian...

    ReplyDelete
  10. Komentar diatas adalah rangkuman puluhan respon dari Mailing List Keretapi dimana post yang sama juga dikirimkan abstraknya.

    ReplyDelete
  11. saya suka pendapat anda, sebagai RF saya sangat tidak setuju dengan kebijakan konyol mentri perhubungan terbodoh yang pernah saya lihat!!!

    pecat pak mentri ndeso!!!!

    ReplyDelete

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...