Friday, February 25, 2011

Bea Film Impor

Taukah anda semua? Bahwa PEMAHAMAN kita akan masalah BEA FILM IMPOR ternyata (dibikin) SALAH KAPRAH? Ada upaya politik adu domba diantara pecinta film, sineas, dan pemerintah melalui pembangunan opini yg menyesatkan. Karenanya, saya akan twit-seri yg simpel tentang apa yg terjadi, supaya gak ada fitnah dan adu domba.

Asal tahu saja, TIDAK ADA yg namanya KENAIKAN BEA FILM IMPOR apapun dari Direktorat Jendral Bea Cukai. Dirjen Pajak cuma mengingatkan kewajiban pajak distribusi/royalty film yg sdh berlaku sejak tahun 1995.

  • Bea masuk 10%,
  • Pajak Pertambahan Nilai 10%
  • Pajak Penghasilan 2,5%.
  • Total 23,75%.

Sesuai kesepakatan WTO pun, film yg diimpor harus membayar:

  1. Bea masuk per copy
  2. Bea Royalty
  3. Bea bagi hasil

Sayangnya, IMPORTIR (grupXX) CM BAYAR BEA MASUK PERCOPY SAJA!. 2 bea yg lain (ROYALTI & BAGI HASIL) TDK DIBAYAR SJK 1995. Kewajiban pajak yang mereka tunaikan selama ini, HANYA  bea masuk, PPN, dan PPH, total 23,75% ATAS COPY FILM SAJA!

Kalau kita produksi film lokal 5 miliar bayar pajak 500 juta. Sementara kalau film Avatar dgn 100 copyfilm CUMA BAYAR 300 JUTA! Padahal salesnya 50an M! Karena Avatar cuma bayar bea masuk per copy. BEA ROYALTI & BAGI HASIL TIDAK DIBAYAR. Padahal pmerintah berpotensi dapat milyaran rupiah.

Berdasarkan pajak royalti, MPAA hrs bayar 23,75% dari share produsen (45 % x sales) Itulah  yang tidak ditunaikan. Nah, pemerintah lagi buka kembali catatan yang ada & temukan bahwa importir grupXX tidak bayar bea royalti dan bagi hasil sejak 1995! Jumlah yang harus dibayarkan 1000% karena tertunggak dr 1995. Importir grupXX tak mau bayar & 'gunakan' ancaman mau boikot film2nya.

Harga pabean film import USA $0,43/meter (Itu diciptakan saat pak Dwi masih sebagai importir) dan sampai skrg tak berubah. Thailand membebankan bea masuk film impor Rp. 30 juta utk 1 copy atau sekitar 12 X DARI ATURAN DI INDONESIA! Di 2010, ada 65 judul film Hollywood yg edar di sini, dgn sales Rp 765 milyar. Pemasukan pajak CUMA 5 milyar dari bea copy film! Sedangkan pajak atas royalti 65 film dengan penjualan 765 milyar rupiah itu belum dibayar sama sekali. Bayangkan berapa puluh milyar pendapatan pemerintah dari pajak royalti 65 film tsb yang hilang. Bayangkan juga, berapa jumlah uang pajak yg tertunggak selama 15 tahun dengan penghasilan royalti setahun rata-rata di atas 700 milyar rupiah!

Sengaja saya twit info ini supaya tidak terbentuk opini yg salah tentang masalah perpajakan ini dan pemerintah hanya menuntut haknya. Untuk info lainnya bisa baca tulisan ilham Bintang di http://cekricek.co.id/go-to-hell-with-your-films/

Twit Berseri ini ditulis oleh @ipangwahid

1 comment:

  1. Nice info mas. Sayang saya ga pernah make twitter. Punya sih tapi ga pernah dipake. Ga tau caranya. Saya minta ijin disebar lewat facebook ya? Thanks.

    ReplyDelete

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...