Monday, February 7, 2011

Kebanyakan Orang Pinter

Baru aja lihat linimasa Twitter, dan ada satu hal yang menarik. Multiply, iya multiply, satu jejaring sosial yang cukup terkenal buat ngeblog, bagi bagi musik gratis, dan dulu suka dipake bikin toko online sebelum orang mengenal skrip toko online dan Facebook Tags, sedang punya lowongan kerja untuk orang orang di Indonesia.

Syaratnya cukup ringan kok, bisa baca disini, atau gw kutip sedikit aja…

  • Regional Vice President for Online Advertising Sales: S1
  • Vice President of Merchant Sales: S1
  • Merchant Sales Representative: SMA

Multiply Jobs

What? Perusahaan sekelas Multiply aja marketing representativenya SMA? Okelah syarat turunannya seperti mampu menghandle komunikasi B2B memang agak berat dan hanya bisa dicapai oleh orang yang berpengalaman. Tapi ini jadi sangat menarik. Sebab, jika dibandingkan dengan perusahaan lokal, setiap buka iklan lowongan kerja, itu pasti syarat administratif seperti ijazah sangat sangat sangat ngehe sekali.

Sekretaris Direksi misalnya, tak cukup dengan SMK Sekretaris, tapi harus D3 Sekretaris. Sales Representative, tak cukup dengan SMA yang berpengalaman, tapi harus D3 bahkan S1 di bidangnya. Beberapa perusahaan (baca: Home Industry) lebih miris lagi. Dibutuhkan guru les privat lulusan universitas terkenal. Jeee… plis deh.

Kadang gw emang gak ngerti dengan dunia manajerial di Indonesia. Kok para HRD ini lebih mementingkan aspek administratif daripada aspek skill. Merasa yang punya ijazah pasti punya skill? Bukannya banyak HRD yang koar koar kalo ijazah para pelamarnya kebanyakan nyangkut di otak doang gak sampe tangan?

Gw ngerti banget kerjaan seperti Offshore oil memang nggak bisa dihandle sama anak SMA, atau suster di sebuah rumah sakit swasta tentu gak boleh dihandle hanya sama anak SMK. Tapi untuk sebuah pekerjaan yang “common”, seperti Sales Representative consumer product atau sebuah pekerjaan yang lebih mementingkan skill seperti programmer dan designer. Apa mau terus nyepnyep dengan "harus S1 dari universitas ternama”?

Jika Multiply memang bisa berkembang dengan tenaga kerja yang hanya dari lulusan SMA/SMK dengan gaji yang lumayan lebih gede pastinya. Mungkin omongan mantan presiden Habibie memang benar.

"Kalau Anda mengimpor gelas (sambil mengangkat gelas), mengimpor meja (sambil menggebrak meja) dan mengimpor mic (sambil menunjuk mic) maka Anda membayar jam kerja orang sana. Bayarlah jam kerja rakyat agar semua bisa mandiri!" ujar Habibie berapi-api di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (31/1/2011).

detikcom

Gak nyambung? Terserah. Gw pikir, HRD dan pemilik perusahaan memang tak mau membayar orang untuk ide. Mereka lebih suka membayar ijazah.

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...