Wednesday, April 13, 2011

Membuat Rutinitas Kerja

Why do we need this? Why not directly get on the job and everything is done? Why must using routine table? Gw jamin, tanpa tabel rutin semuanya jadi kacau. Produktivitas gak turun jauh sih, tapi yang jelas lupaan semakin banyak. QC-akhirnya bisa jadi payah. Bahkan harus repair kalo lupaanya banyak banget.

Contoh jelas, waktu bikin warnet kemarin, gw belum punya tabel rutin, siapin ini itu dari internet. Pas pelaksanaan lupa semua. Install menurut apa yang ada di mata duluan. Ahasil, setting di beberapa komputer beda jauh dengan apa yang diinginkan. Akhirnya, semua balik lagi di kloning. Pret.

Bagaimana cara membuat tabel rutin?

Pertama, harus tau dulu apa yang akan dibikin, gimana cara bikinnya dan alat dan bahan yang diperlukan. Simpel kan? Nggak juga. Langkah ini memerlukan penelitian yang intensif, apalagi kalo benda yang akan dibuat belum pernah dibuat.

Misalnya kalau misalnya pengen buat kubus dari alumunium. Tentu saja aa bahan alumunium yang terlibat, lalu ada gambar kerja, gerinda pemotong dsb dst dll. Kalau perlu, sejak persiapan, minta bantuan orang yang lebih ahli buat menjelaskan apa aja yang dibutuhkan.

Kemudian, setelah semua bahan dan alat siap, tuliskan langkah itu dalam sebuah kertas. Nanti deh formnya gw uploadin kalo sempet. Soalnya ini nulis darurat banget. Hehehe. Okelah kalo nggak mau paperwork demi alasan lingkungan, tapi for god sake tulis aja dimana gitu. PDA kek, tablet kek… sukur sukur kalo punya database.

Ketiga, dokumentasikan semua yang udah pernah dikerjakan. pleus laporan kerjanya. Biar suatu saat kalo misal nanti kembali harus buat sesuatu yang sama, gak harus bikin dari awal.

Keempat, update jika perlu. Jaman berubah lho, nggak mungkin teknik gitu gitu aja kan? Sapa tau mesin yang kemarin rusak, cara nyoloknya beda, stekernya pindah, dll deh.

Sampel

Routine Table: Membuat Mi Instan

Persiapan.

Target Akhir:

  • 1 Mangkok mi instan dengan atau tanpa aksesoris.

Bahan / Alat

  • Sebungkus mi instan
  • Air
  • Mangkok
  • Panci
  • Kompor
  • Aksesoris / bahan lain
Proses

Cara Kerja

  • Nyalakan kompor, panaskan air dalam panci
  • Potong aksesoris dan bahan lain
  • Masukkan aksesoris padat atau lama matang ke dalam air mendidih
  • Masukkan mie, masak sesuai aturan dalam kemasan
  • Masukkan aksesoris lunak
  • Matikan kompor, hidangkan mie
Quality Control
  • Cek apakah mie sesuai standar rasa yang ditargetkan
  • Cek apakah mie terlalu lunak
  • Cek apakah cara dan metode memasak masih perlu diupdate
  • Cek apakah ada bahan yang perlu didefiniskan cara memasaknya
  • Cek apakah rutin ini perlu diupdate.

Simpel kan? Nggak usah rumit rumit kayak yang dikasih sama instruktur juga nggak papa kok. Asal semua aturan yang sudah disederhanakan dipenuhi, semua bakal berjalan lancar kok

 

Lebih lanjut soal rutinitas kerja bisa dibaca di:

  • Belum ada tautan

Form kosong rutinitas kerja

  • PDF File Format (memerlukan Adobe Reader 7 keatas)
  • DOCX File Format (memerlukan Office 2007 keatas)

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...