Monday, April 11, 2011

Tata Graha dan 5S

Apa itu tata graha? Awalnya gw pikir mungkin ini keliatan nggak gitu penting. Maunya sih, di hari pertama langsung ngelas. Tapi ternyata enggak. Ada first thing first yang harus diketahui. Iya gw pikir, diketaui aja dulu, nggak usah dilaksanakan (kalo misal dirasa gak penting).

Tata graha itu bukan tata rumah, tapi penataan lingkungan kerja. Biar pekerjaan menjadi lebih mudah, gampang dan cepat diselesaikan. Kenapa jadi penting? Here is the deal:

Di sebuah pabrik mass production, kamu ditargetkan mengelas 2000 buah barang produksi. Jika dengan tata graha yang bagus dan teratur, kamu bakal selesai tepat pada waktunya. Jika tidak, kamu harus lembur, dan beberapa perusahaan bisa kejam dengan tidak memberikan uang lembur. Jelas?

Five S, Lima S

Tata Graha yang paling efektif di dunia ini tidak heran dateng dari negara dengan industri yang maju di dunia, yaitu Jepang. Dengan penelitian selama ratusan tahun, berevolusi dan berrevolusi, para manajer di Jepang sudah memiliki sistem yang dinamakan 5S

整理(せいり、Seiri)
いらないものを捨てる
整頓(せいとん、Seiton)
決められた物を決められた場所に置き、いつでも取り出せる状態にしておく
清掃(せいそう、Seisou)
常に掃除をして、職場を清潔に保つ
清潔(せいけつ、Seiketsu)
3S(上の整理・整頓・清掃)を維持する
躾(しつけ、Shitsuke)
決められたルール・手順を正しく守る習慣をつける

5S on Japanese Wikipedia

Gak bisa bahasa Jepun? Sini gw terjemahin.

Seiri alias Rapikan alias Sorting, artinya ya susun. Susun peralatan kerja menjadi hierarki dan penempatan yang mendukung pekerjaanmu. Buang yang enggak perlu, dan simpan dengan baik yang perlu.

Seiton alias Ringkaskan alias Straighten membutuhkan sedikit modal. Untuk mendukung penyusunan, kamu harus mempunyai wadah untuk semua peralatan yang kamu butuhkan. Buat sistem yang baik, dan jangan lupa diberi label yang cukup jelas.

Seisou alias Resikkan alias Sweep adalah hal yang paling “berat” untuk dilakukan. Semua peralatan yang dipakai harus dibersihkan lebih dulu kalau mau disimpan untuk keesokan harinya. Kamu nggak mungkin membersihkannnya pagi pagi sebelum bekerja. Mending besihkan setelah semua selesai.

Seiketsu alias Rawati alias Standarizing. Jika kamu punya rutinitas khusus pekerjaan, lakukanlah secara terus menerus berulang secara berkala, jangan langgar satu untuk mendahulukan yang lain, apalagi jika pelanggaran itu bakalan merusak hasil secara keseluruhan.

Shitsuke alias Rajin alias Sustaining diperlukan untuk merawat keempat standar diatas. Jika kamu hanya bagian dari produksi, kamu harus membantu temanmu untuk merawat standar yang ada, mengingatkannya jika ia membuat kesalahan, dan lain lain.

How this works?

Bagaimana ini bisa berhasil? Percayalah, perusahaan besar di jepang telah menerapkan metode ini, dan hasilnya bisa kamu lihat sendiri jika Jepang telah menjadi negara yang sangat maju perindustriannya.

Beberapa pabrikan Jepang yang ada di Indonesia juga mulai melakukan standarisasi 5S di pabrik mereka. Hasilnya? Tingkat produk cacat produksi (bukan cacat desain ya!) yang rendah, dan tingkat kecelakaan kerja yang juga rendah.

Simpel? Simpel kok. Then let’s do it!

 

Informasi lain soal artikel ini bisa dilihat di:

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...