Tuesday, August 30, 2011

Gak Jadi Lebaran

so… the government has fuckin’ done it again. thanks to certain observer. fuck ups in interpretating God words, And they easily tell us, we gonna push eid one day, and ramadhan will be gone overtime.

Fuck.

Bukan hanya gw yang ngomong begitu. Nyaris semua ibu ibu yang udah selesai masak bakal mencak-mencak abis abisan. Kalau kamu tau, kadang kadang emang enak sih makan opor yang kemarin, atau ketupat yang keras di luar tapi lembut di dalam. Tapi…

Nggak semudah itu honey. Ini bukan hanya soal selebrasi aja, ini bukan soal agama. In fact, gw gak bakal nyentuh soal agama. Gw akan lebih menyentuh psikologis yang terjadi di hati para ibu rumah tangga, anak kos, dan karyawan.

Ibu Rumah Tangga dan Anak Kos

Kamu yang pernah ngekos atau jauh dari orangtua pasti tau, bagaimana istimewanya lebaran. kamu pasti saving duit lebih buat hari yang seharusnya jatuh hari ini. Artian… kamu sudah masak nasi, sudah nyiapin lauk istimewa, untuk pesta kemenangan.

Di lain tempat, ibu ibu sudah siap memanjakan keluarganya, dengan masakan yang dibuat dari segenap raganya dalam kelaparan puasa (lagi pengen puitis). Hanya untuk mendengar pengumuman bahwa puasa ditambah satu hari lagi.

Jadi… jadilah makanan itu seperti juga makanan sisa. It’s stale. It’s broken. It’s not celebration food anymore. Rasa kemenangan yang terjadi sudah hilang. Jika kamu makan opor yang “kemarin”, rasanya akan seperti makanan sisa kemarin, yang ditunda sehari.

That’s fuck isn’t it?

Karyawan dan Perusahaan

Baru aja temen efbeku mencak mencak. Besok dia harus masuk kerja. Padahal secara penanggalan, besok tanggal merah. Tapi perusahaan nggak mau bayar lembur. Kenapa? Karena pemerintah akan menggeser lebaran.

Liburnya yang dari satu hari setengah berkurang jadi satu hari. Plan awal, sebenarnya lebaran pertama dia libur, lebaran kedua buka siang, jauh lebih siang daripada hari biasanya. Sekarang dia hanya libur di hari pertama, dan hari keduanya tetep masuk pagi.

Kenapa perusahaan gak mau bayar lembur? Semua ini keputusan pemerintah via departemen agama dan MUI.

Ketika beberapa orang mengappraisal ini dari segi agama dan kedamaian yang ditimbulkan, mereka hanya melihat dari satu sisi. What I can see is only fuck ups in people’s life, business alike.

Gw pikir, kita harus menghentikan perbedaan ini. Kalender haruslah ditetapkan dengan baik. Dengan kebijakan Happy Monday seperti di jepang misalnya? Gw gak tau. Tapi ini nggak bisa terus berlanjut, karena penggeseran liburan, tidak baik untuk bisnis dan dapur.

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...