Friday, September 2, 2011

Etika Online

Pagi ini ICTWatch ngeluarin survey berhadiah kaos. Nggak ngarep kaosnya sih, cuma pengen berpartisisapi aja. Surveynya tentang Etika Online. Ngemeng ngemeng yang namanya etika kan sesuatu yang nggak tertulis tapi enforced kepada semua penghuninya. Semacam hukum nggak tertulis lah.

Biasanya yang namanya etik ditentukan sama komunitas. Karena itu yang namanya etika jadi cair banget. gampang berubah, gampang diinterpretasikan berbeda. Kecuali yang udah pasti pasti. Kayak Etika Kedokteran misalnya, beberapa cair, tapi beberapa juga pasti padet kan? URL survey ada di bawah setelah break. So, let’s start. TVR!!!

Pertama. dimana anda mendapatkan sumber informasi. Social Network, Mikroblogging… lho ini nyaris semuanya. Gw mendapatkan info dari Kaskus juga, terutama forum Berita Politik. Twitter, dan sebagian juga dari stream facebook. terutama buat berita-berita teknologi. Jadi gimana ini? Ya sudah, Forum aja. gw emang lebih banyak dapet info dari situ.

Secara umum, pengguna Internet Indonesia saat online atau ketika menyampaikan pendapatnya via Internet? Hm… kalo buat gw sih cukup beretika. beberapa orang tidak beretika, dan kebanyakan beretika. cuma karena pilihannya 3 derajat saja. gw pilih yang sudah beretika. Itu mayoritas.

Perlukah dan sudah adakah acuan/panduan etika online khas Indonesia? Ini pertanyaan mudah. Jawabannya Tidak Perlu tapi Sudah Ada. Porsi terbesar untuk masuk di dalam acuan/panduan etika online? Ini juga pertanyaan mudah. Orang Indonesia paling susah berkomunikasi dengan baik dan benar. Bukan masalah cara penyampaian aja, tapi komunikasi secara keseluruhan. Konsep Free Speech masih terhambat bukan oelh birokrasi, tapi oleh kemaluan.

Landasan terpenting dalam acuan/panduan etika online? Gw curiga pertanyaan ini bener bener titipan dari mentri miring. Apa hubungannya pornografi dan etika? Gak penting. Jawaban gw: penegakan kebebasan berekspresi/berpendapat.

Media apa… ya ya ya… twitter, dan blog. Tapi kebanyakan gw mencak mencak di blog. Yang sudah beretika… tentu saja Facebook. subjektif karena isinya temen temen gw doang sih. satu kali fake tagging. Wajar. belum atau kurang beretika? Gw gak mau ngasih false hope. Tapi Twitterlah yang paling nggak beretika. Kebanyakan yang beretika justru para Ababil yang gak tau apa apa tiba tiba nimbrung.

Yak. Tiga pertanyaan selanjutnya itu soal program ICTWatch yang nggak ada hubungannya sama etika online, so gw skip.

Jadi… yang pengen dapet kaos silahkan isi surveynya disini. Deadline anda 11.9.2011

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...