Thursday, March 15, 2012

Sudah waktunya-kah BBM naik?

#kelasatas dari kemarin ribut banget soal itu. In fact, they’re making it like most of Indonesian are #kelasmenengahngehe. Siapa itu kelas menengah ngehe? Kelas menengah ngehe ada banyak di sekitar gw. Tetangga sebelah yang sempat beliin anaknya hp padahal buat makan rada angop angopan. Anak SMA yang pake Blackberry padahal ke sekolah ngangkot dan BBM-nya cuma dipake gosipin cowok. Pasangan muda yang sibuk ke mall belanja ini itu tapi pake kartu kredit a.k.a. ngutang. Puluhan orang yang indent iPad 3 ke Apple Store cuma buat facebookan sama twitteran. Dll.

What about real life? Real people. Orang yang gw lihat hampir tiap hari menggeret ember berisi frutang, akua, panther. Atau tukang koran yang semakin sepi karena orang lebih sering liat berita di internet. Atau Tukang ojeg yang anaknya punya blackberry tadi. Atau si pembantu rumah tangga yang dari pasangan muda yang hobi ngridit. Atau… atau… atau masih banyak lagi.

Milis Undercover ID yang gw ikutin termasuk yang screaming dengan kenaikan BBM ini. Setuju vs. gak setuju. Biasa. Gak aneh. Tapi kemudian ada member yang meng-oversimplified kenaikan BBM ini, atau justru meng-overgeneral-kannya ya? In fact his not so exact words are:

“Kalo BBM naik, emang Indonesia langsung ancur, langsung mati? Lalu emang orang bakal bergeletakan di jalan. Mati gitu? Gak kan? Jadi kenapa harus ribut BBM naik?”

Some Asshole @Undercover ID

That, is a big asshole.

Kalo gw mau jahat sama kelas menengah ngehe, gw tentu saja setuju sama kenaikan BBM. Gak masalah, toh gw ake transportasi publik yang bernama Kereta Api, yang naik tarifnya paling sekali tiga tahun. No probs.

Kalo gw mau jahat sama ababil, menjatuhkan harga Blackberry, gw juga tentu setuju sama kenaikan BBM. gak masalah wong gw gak pake Blackberry. Dan smartfren maupun 3 masih terlibat perang tarif dan tarif bicara, text dan internet gw praktis belum berubah. No probs.

Tapi. Gak usahlah ngomong pengemis pinggir jalan, tukang akua di atas kereta, tukang koran, sol sepatu, tukang becak, petani. Bagaimana dengan orang yang gw cintai, gw sayangi. Bagaimana dengan teman-teman gw yang finansialnya tidak terlalu kuat.

Bagaimana dengan orang yang dekat dengan kamu?

Hey asshole, if you’re not so selfish, you should be thinking about them too.

Oh yeah, ngapain mikirin mereka? Asshole gonna said. I care. I care about people I like and love. Like Ana yang satpam. Adi yang TNI, Nina yang perawat, Sita yang akuntan, Bram yang programer, Ecep, Irvan, Sandi, Mike yang welder, Inda yang anaknya habis operasi, Teguh yang polisi, dan… beberapa teman lain yang pengangguran.

How this thing impact them?

Dalam studi singkat gw gw menulis beberapa hal. Inflasi, Nilai Tukar, Komunikasi, Psikologi, Sosiologi, Kriminologi, Ekonomi. And for this things, this asshole said. It would NOT impact us. How can this asshole life in world of electric switch? Dimana cuma ada nyala/mati. Ngefek, gak ngefek.

How?

Kenaikan harga BBM pasti menimbulkan inflasi, perubahan nilai tukar, dan tatanan ekonomi bergerak. No doubt. Now, bisa kita bicara mangnitude-nya? According to this asshole. yang menolak BBM naik, akan menganggap jika BBM naik maka akan terjadi hal-hal seperti ekonomi Indonesia hancur, hiperinflasi, rupiah jeblok.

Inilah yang gw sebut dengan saklar senter.

Ekonomi Indonesia memang tidak hancur. Tapi makin keropos. Nilai tukar memang akan tidak berubah terlalu jauh. tapi utang negara bisa mengubah segalanya. Inflasi memang akan mencapai dua digit, tapi harga mie instan masih dibawah 2000.

Is it something good? Think again.

Everybody has a dream. To be happy. Kenaikan harga BBM tidaklah membuat kita jadi lebih mudah to be happy. When you think about it, cara orang berkomunikasi akan berubah, psikologi baik personal maupun massa pun berubah, tingkat kriminalitas akan berubah. What I’m thinking, its gonna be worse.

Are we gonna survive? Maybe… yes.

Are we gonna suffer? Maybe… more yes than no.

Do you think you can handle it to see people you loved most suffer? A BIG NO.


Apa kamu percaya tuhan ngatur rejeki kita semua? Seperti yang gw katakan di milis, ini adalah saat saat yang gw pikir, gw bakal membuang “tuhan” dari hidup gw. Tuhan menjadikan manusia terlalu permisif, asshole, dan hilang akal.

If you know what I mean…

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...