Saturday, June 2, 2012

Kenapa POLRI Membuka Lagi Pendidikan Tamtama?

TL; DR? Males Baca? Baca pengantarnya dulu…

Sejak artikel ini diterbitkan, banyak komentar yang gw terbitin nuduh gw gak tau apa apa. In fact, memang gw “gak tau apa apa”. Tapi pikirkan ini:

Tidak semua manusia berkemampuan sama. Officer (Perwira) dituntut lebih menggunakan otak. Enlisted (Tamtama/Bintara) dituntut lebih menggunakan otot. Pekerjaan menjadi polisi dimanapun tidak sama dengan Ketentaraan. Officers di ketentaraan lebih banyak mengerjakan tugas leadership and strategy, sedangkan di kepolisian lebih banyak mengerjakan tugas managerial. Enlisted di ketentaraan lebih banyak lebih banyak mengerjakan tugas ground and exercise bagi level E1-E4 dan communication and management bagi level E5-E9, sedangkan di kepolisian, tugas E adalah tugas communication.

Ngerti sampe sini?

Sekarang, POLRI membuka lagi level setara prajurit (E1) hingga kopral (E6). Pertanyaan, untuk apa? Jawabannya sudah ada di update paling bawah: “Untuk penempatan Brimob dan Polair”. Struktur Brimob dan Polair yang merupakan pasukan semi-militer memang membutuhkan ekspansi ini. Tugas E1 hingga E6 di POLRI juga akan disetarakan dengan TNI.

Jadi… sekali lagi, bagi kamu-kamu yang cuma bisa bilang di blog ini, kalau “gw gak tau apa-apa”. Gw lebih yakin kapasitas otakmu memang lebih pantas untuk masuk Tamtama daripada Brigadir atau Perwira, karena itulah kamu tidak bisa mengerti, apalagi menjawab “tantangan” yang gw berikan di artikel ini.

Open-mouthed smile

It just don’t makes senses. Well at least to me.

Ok, if you gonna be angry please do explain to me why POLRI need to recruit… a recruit?

Tamtama, atau mending gw kode-in sebagai E (Enlisted), adalah level terendah di jenjang karir Kepolisian dan Kemiliteran. Kalau di TNI, tingkat Tamtama dimulai dari Prajurit Dua (E-1) hingga Kopral Kepala (E-6).

Di TNI, tugas tamtama sangat jelas dan… well memang diperlukan. Dari mulai merawat harian markas, sampai tentu saja, being shot at kalo di Infantri. God bless the grunts. Tapi untuk Polisi, gw bingung dengan apa tugas dari tamtama. Nangkep maling ayam? Apakah nanti E-1 akan hanya bisa nangkep maling ayam dan E-7 (Bripda) akan boleh nangkep koruptor? Dunno. Sama sama nangkep maling. Apakah nanti E-1 tugasnya ngepel markas dan E-7 ngelap jendela?. Well that just doesn’t make sense.

Let’s take a look at the equivalent.

image

Diatas adalah jenjang kepangkatan dari NYPD. Look simple? Yes. Lalu bayangkan tugasnya seperti ini:

  • Officer : Daily job
  • Detective / Support : Yes, detective / support
  • Sergeant : Mengatur dan mengawasi Officer. /Ka. kesatuan support tingkat pasukan atau polsek jika ada.
  • Lieutenant : Kapolsek
  • Captain : Kapolsek / Ka. kesatuan support tingkat polres
  • Dept. Inspector : Kapolres
  • Inspector : Kapolres / Ka. Kesatuan support tingkat polda
  • Dpt. Chief : Kapolda
  • Ass. Chief : Kapolda / Ka. Kesatuan support tingkat nasional
  • Bureau Chief : Wakapolri
  • Chief of Department : Kapolri

Officer, Detective dan Support adalah Enlisted. Sergeant adalah NCO, Lieutenant keatas adalah Officer. Police Academy menghasilkan Officer. Dan tidak ada shortcut seperti di Indonesia biar bisa langsung masuk ke perwira. Semua harus “merasakan” daily job. Jika kamu kerja baik, gak lama bakal upgrade jadi Sergeant, dan kemudian Lieutenant.

Nyambung kan? Nyambung dong. Kenapa kapolsek/res/da bisa pegang 2 rank. You know… kan ada minimum 2 level, ngurus polsek yang terpencil dan aman tentu saja “lebih mudah” daripada polsek yang sering terjadi tindak kejahatan. atau tentu saja yang satunya baru menjabat selama 2 tahun dan yang satu lagi sudah 4 tahun. Level 1 dan level 2. Simpel.

But… next look at this…

  • High ranking officers
    • Jenderal Polisi (Jend. Pol.)
    • Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.)
    • Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.)
    • Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.)
  • Mid rank officers
    • Komisaris Besar Polisi (Kombespol)
    • Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)
    • Komisaris Polisi (Kompol)
  • Low rank officers
    • Ajun Komisaris Polisi (AKP)
    • Inspektur Polisi Satu (Iptu)
    • Inspektur Polisi Dua (Ipda)
  • Warrant officers
    • Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu)
    • Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda)
  • Non-commissioned officers
    • Brigadir Polisi Kepala (Bripka)
    • Brigadir Polisi (Brigadir)
    • Brigadir Polisi Satu (Briptu)
    • Brigadir Polisi Dua (Bripda)
  • Enlisted
    • Ajun Brigadir Polisi (Abrip)
    • Ajun Brigadir Polisi Satu (Abriptu)
    • Ajun Brigadir Polisi Dua (Abripda)
    • Bhayangkara Kepala (Bharaka)
    • Bhayangkara Satu (Bharatu)
    • Bhayangkara Dua (Bharada)

Banyak banget beud! Gw tipisin lagi deh sekalian diisiin tugasnya.

  • HR-O (4 level) – Mabes Polri / Kapolda / Kasupport
  • MR-O (3 level) – Staf Polda / Kasupport Polda
  • LR-O (3 level) – Staf / Kapolres / Kasupport Polres
  • W-O (2 level) – Staf / Kapolsek
  • NCO (3 level) – Daily Job? / Support?
  • E (6 level) – Daily Job? / Support?

Dengan penipisan aja, ada 9… bayangin 9 LEVEL yang kerjanya bertumpuk. Dari Bripka sampai Bharada. What the hell is this?

Di militer, ada pasukan atau peleton, di dalam pasukan ada squad yang masing masing punya spesialis. Nah. Ini rencananya mau gimana?

  • Bharada : Liat yang nangkep
  • Bharatu : Bantuin yang nangkep
  • Bharaka : Yang nyuruh nangkep
  • Abripda : liatin yang mroses
  • Abriptu : bantuin yang mroses
  • Abrip : yang mroses.

Gitu?

Mau tau apa yang gw pikirin?

BLOATED SYSTEM. Mundur lagi ke sistem TNI / Militer yang jelas tidak kompatibel dengan sistem Polisi.

Oh well…

Now, somebody please do EXPLAIN, why we need TAMTAMA in our Police System?!

 

UPDATE:

Untuk Brigpol yang akan kita ambil sebanyak 8000 Orang dan Tamtama Polri sebanyak 2000 Orang (Untuk penempatan Brimob dan Polair). Total Kuota 10000 orang untuk seluruh Indonesia.
-- Divisi HUMAS Mabes POLRI

Well… seperti yang gw tulis sebelumnya, “dari mulai merawat harian markas, sampai tentu saja, being shot at kalo di Infantri.” #ifyouknowwhatimean

God bless the grunts.

36 comments:

  1. Mudah2an anda yg jadi kapolri

    ReplyDelete
    Replies
    1. *futurama.jpg*

      Not sure if just trolling...
      Or honest sarcasm...

      Delete
    2. Tamtama Polri4/6/13, 9:18 AM

      Polri lebih pinter mas dari sampean,,simple

      Delete
  2. hanya untuk meningkatkan nilai remun saja itu mah karena pangkat terendah di pori dan tni berbeda jadi nilai remun jg berbeda

    ReplyDelete
  3. kenapa remun lebih banyak TNI?padahal kepangkatan sama, tugas lebih berat polisi, TNI cuma nyabutin rumput doank....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tugas lebih berat polisi?

      I wonder if this anon is police, atau ngeliatnya pake kacamata kuda.

      Delete
  4. Hanya orang yg telah..menjadi anggota yg bisa merasakan berat ato tidak beratny bekerja..!! Berat ato entengny..pekerjaan tergantung Orang tersebut menikmati pekerjaanny..!! TNI n POLRI..mempunyai..tugas yg sam2x..berat..brow..!! Jangan hanya lihat dari satu sisi...dmana tentara sukanya kurvei..n polisi..sukanya duduk2x n ambil uang dijalanan...!!! Liahat kedalamnya...bila perlu anda bergabung bersama TNI or POLRI..!! By BRIPDA Iqbal Ramadhan GUMAY

    ReplyDelete
  5. saya sepakat dengan sistem kepolisian di amerika.jgn macam di indonesia yang langsung ada akpolnya, mereka ga merasakan dari bawah jadi seenaknya.

    ReplyDelete
  6. Yg Nulis Bloq ini coba deh bantuin masyarakat Patroli malam minimal bantuin Jaga malam org tidur gitu... Biar tau susahnya jadi Polisi yg msyarktnya Majemuk..

    ReplyDelete
  7. semua program sudah dipikirkan oleh petinggi Polri
    kita liat aja nanti apa tamtama ada manfaatnya atau tidak
    apabila bermanfaat bakalan di tambah apabila tidak paling di alihkan lagi golongannya jadi bintara

    ReplyDelete
  8. sistem kepolisian di amerika aja kacau
    asal anda tahu di america anda bisa jadi detektif seumur hidup dan kadang2 pangkat aja tidak bisa naik2.
    di amerika polisi aja sering berebutan kasus ama lembaga hukumj lain seperti fbi dea jaksa wilayah dll. dan kalau jaksa wilayah bilang penyidikkan di hentikan mau ngak maw polisi harus berhenti menyidiki kasus itu. dan yang kedua disono pangkat kapten bisa main mecat orang seenaknya tinggal suruh lepas senjata dan lepas lencana tanpa melalui proses. di filipina dulu mengikuti sistem kepolisian amerika malah jadi tambah kacau eh malah dia ngikuti sistem kepolisiannya indonesia dan disono malah di buat pasukan semacam brimob namanya tagaligtas. di thailand apa lagi sama juga mengikuti kepangkatan kepolisian indonesia nah di cina polisi di bilangannya people armed police alias polisi bersenjata dan keduanya itu mempunyai tugas dan tanggung jawab mempertahankan invasi dari bangsa asing alias polisi juga bisa bekerja layaknya militer. jadi kenapa anda harus protes soal kepangkatan kepolisian di masing2 negara2 wong semuanya sudah di atur kok. lebih baik anda tidur minum kopi kalau ngak bantuin brimob lawan opm di papua mau ngak

    ReplyDelete
  9. Punya nilai informasi yang cukup tinggi dan lumayan berguna namun sayang tata bahasanya acak kadul.
    Mau inggris apa Indonesia? pilih salah satu, kalau mau pamer keahlian bahasa dan intelektualitas anda tidak begini caranya.
    Sebuah bahasa lahir dari budaya dan bangsa, jika anda mencampur adukan bahasa tanpa memahami esensi-tata bahasa dari bahasa itu sendiri maka anda telah melecehkan suatu budaya

    PS:
    oke gw ngerti keknya anda mau di cap pinter tapi intinya ga gitu, jangan suka mencampur adukan bahasa kawan. Bikin bingung, mau baca malah jadi males, ga jelas, sayang kan informasinya kalo nyampeinnya aja ga bener

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan baca ini: http://electrohide.blogspot.com/2013/09/kalo-ngirim-komentar-jangan-gagap-budaya.html

      Delete
  10. Biar informasi sebagus apapun jikalau penyampaianya tidak benar maka tidak berguna

    Saya baca tulisan anda pusing, mau Inggris apa Indonesia pilih saja salah satu

    Mungkin anda mau terlihat pintar tapi bagi saya anda hanya pria setengah baya yang tidak bisa mengekspresikan pikiran anda dalam karya tulis

    salam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan baca ini: http://electrohide.blogspot.com/2013/09/kalo-ngirim-komentar-jangan-gagap-budaya.html

      Delete
  11. Taunya cuman protes doang, wakakakakaka.
    Mudah2an lu jdi kapolri.
    Baru deh bisa lu ubah sesuka hati lu.
    Biar pangkatnya polisi bintang semua pun gpp kok.
    Hahahaha

    ReplyDelete
  12. jngan cuma bisa ny mngkrtik polisi coba gantiin tugas ny sprti ap susah ny jd polisi. klo polisi gk ad syp yg mau jaga keamanan tok ud puny tugas msing2 ad yg jg keamanan negara dan ad yg jaga keutuhan dan ancaman negara dr ngara laen,

    ReplyDelete
  13. Gak komersil yah mas? Google AdSense nya gak aktif? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak. Lagian kalopun gw mau, gw punya blog lain yang pageview-nya 1.5 dan 2x lipat dari pageview blog ini. :D

      Delete
  14. Moga aja tamtama cepat di hapuskan dari Polri... Aku sejujurnya minder dengan pangkatku. PEDIS rasanya jadi tamtama Polri. "syukuri apa yang ada hidup adalah anugerah" Salam Brigade XL

    ReplyDelete
    Replies
    1. jngan merasa minder, sebab itu sudah menjadi pilihan anda

      Delete
    2. itu sudah resiko dari pilihan anda yang mendaftar tamtama, jadi anda seharusnya malu berkata seperti itu

      Delete
  15. akuuu dukung kok kritikan nehhh... Tapi aku juga mensyukuri apa yg telah ku raih meskipun aku seorang bhayangkara dua 2000... Dan sekarang bumi kandungku hamil lagi, moga saja menghasilkan bhyangkara2 muda terbaik.

    sejujurnya menjadi polisi dengan pangkat bharada itu sangat pedis. Kami dilema dan terhina dengan senior yg sebenarnya senior kami di banding mereka yang berpangkat bripda karena kami dulua lahir dibanding mereka yg berselisih 2 bulan.... Tapi mau di apa..... Salam brigade.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ijin let

      anda tidak sendirian kawan...ada 1999 orang di luar sana yang mengalami apa yang anda alami.....

      dan roda itu berputar tidak selamanya kita seperti ini...
      asal kita yakin dan berusaha dengan kuat....pasti bisa....
      ingat SETIA, TABAH ,dan selalu WASPADA

      tidak semua manusia di negeri ini mau menyerahkan segalanya untuk negara waktu bahkan nyawa kita untuk negara ini....
      dan itu sebuah KEHORMATAN bagi kita....

      salam AIRUD 34

      Delete
  16. gak usah pada ribut masalah kerjaan , yg paling berat itu petani rakyat kecil , pedaggng kaki 5 , tkang becak yg sering di zalimi aparat maupun pemerintah . Biar Allah aja yg tau nanti siapa yg berhak mndapat kbenaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cablak apa sih kowe?

      Kamu tau pedagang kaki lima itu mengambil hak pejalan kaki? Dan Tukang Becak itu 99% buta warna merah, kuning dan ijo?

      Delete
  17. tamtama tdk perlu ada, memang benar utk mjd bintara di butuhkan kemampuan bergikir yg lebih, dan utk mjd perwira di butuhkan kemampuan yg lbh di bandingkan bintara, skrg klo polri menghilangkan posisi tamtama maka persyaratan utk mjd polisi pun semakin ketat dan itu bagus utk indonesia krn syarat masuk polisi itu boleh dr SMP maka dr itu kelakuan polisi kt ga profesional.

    mnrt sy seorang polisi itu hrs mempunyai kombinasi 60% otak (kepintaran atau IQ) 20% itu otot (kesehatan jasmani, dan 20% itu adlh intuisi sbg seorang polisi, dmn seorang polisi di harapkan utk mengedepankan sifat persuasif dlm penegakan hukum dan jg seorang polisi di harpakan mempunyai intuisi untuk membaca gerak-gerik seseorang dan membaca pola tindak kejahatan. itu yg perlu

    seorang polisi di harapkan bs menghindari kontak fisik dgn para pelanggar hukum, dan lebih mengarah ke himbauan sampai penindakan secara fisik,

    oleh sebab itu seorang polisi sdh sepatutnya memiliki keterampilan menganalisa dan berfikir pola yg baik,

    dan karenanya tamtama tdk bs mengadop itu semua makanya hrs ilang,

    dan sdh sepatutnya negara memperhatikan bintara2 dgn cara menambah silabus pendidikan dan menyekolahkan anggotanya yg berprestasi utk dinaikan pangkat.

    ReplyDelete
  18. setelah aq baca pendapat and komentar2 nya: itu semua memang benar salah satu tugas pokok Polri (Tupoksi) namun dalam hal ini kita jgn hanya memahami salah satu Tupoksi saja namun seluruhnya, nah yg diungkapkan diatas itu semua lebih mengarah ke tupoksi polisi tugas umun ( Polsek, Polres, Polda) namun dalam polri itu sendiri bukan hanya polisi tugas umun tpi terdiri dri beberapa fungsi yg berbeda tupoksi dan basic nya yaitu Brimob dengan tupoksi menangani kejahatan tinggi dan pemeliharaan kamtibmas tingkat tinggi sehingga seorang brimib hrs mengikuti beberapa ujian kualifakasi, dan di brimob terbagi lgi dlm 2 stuan berbeda dengan tupoksi berbeda yaitu Pelopor yang mempunyai kualifikasi Rangger, Para, Sar, Pertempuran kota dan jarad dekat, gerilya anti gerilya dan hadang anti hadang, survielance intelijen tempurdll, sedangkan utk gegana harus mempunyai kualifikasi EOD, Jibom, wan teror, Sar dll,....lalu ada Pol AIR yang tupoksinya sama namun lebih di khususkan ke laut dan perairan....dan Pol Udara yang udah tentunya menitik beratkan ke udara....jdi seperti yg udah disampaikan mas diatas memang klo untuk polisi tugas umum memang belum terlalu mendesak klo ada tamtama karna lebih menekankan tindakan persuasif tpi perlu diketahui malah di amerika sono yg negaranya udah maju malah pangkat kopral masih ada di polisi tugas umun. ( saya sering liat di TV FOX CRIME)

    ReplyDelete
  19. dasar kemapuan anggota Brimob, Pol Air, Pol Uadara, Pol Tugas Umun atau bahkan K9 memang berbeda dan mempunyai kualifikasi atau keahlian masing2 dan memang kecuali polisi tugas umum, masih membutuhkan tamtama karena mereka adalah para militer.

    ReplyDelete
  20. menurut saya pangkat kepolisian itu cuma ganti nama dari militer indonesia, ribet dan cuma jadi ajang bully atasan kebawahan, bawahan ke masyarakat. sipil berasa paramiliter. ga rela jadi sipil beneran.mencla mencle, berani sama orang yang patuh hukum, takut sama masyarakat yang bergerombol.(plus bawa atribut), terakhir contohnya polisi dimaki maki sama pria ga bawa stnk dan helmnya di ganti sorban. model begini kalau di amerika sudah ditaser + borgol, masih melawan di gebuk tongkat sampai diam. tuh baru tegas, ga usah banyak pangkat, petingginya juga seneng pamer seragam+pangkat+keahlian tektek bengek (wing terjun payung dicantelin ) wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. satu yg ane bingung
      kenapa klo mau daftar polisi tuh kg boleh 21 lewat yah??
      emang masalah yah?? padahal 9 bulan dari saat test'a di mulai ane masih 21
      info dong agan agan^^

      Delete
  21. mav nih melenceng dari topik
    saya punya temen yg kecewa gara-gara usia 21 lewat 7 bulan ga bisa ikut brigadir
    emang kenapa yah??
    tolong info'a dong ^^

    ReplyDelete
  22. Tamtama itu semi militer digunakan untuk antisipasi kericuhan jika polisi umum sudah tidak sanggup menangani keadaan,, anda gausah sok pintar, memang jabatan anda apa ? Jendral? Kombes ?
    Omongan sok pintar menggunakan bahasa jg gak karuan, kuliah sastra dulu sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Males bales... baca ini aja: http://electrohide.blogspot.com/2012/06/kenapa-polri-membuka-lagi-pendidikan.html?showComment=1377837642121#c878156023768748533

      Delete
  23. Akhirnya dapet juga artikel yang mudah dicerna ttg per pangkatan ini krn gw orang awam banget. Tks gan! ^o^

    ReplyDelete

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...