Friday, August 24, 2012

Ketika SBY Berbahasa Inggris (Lagi)


Jadi, kemarin presiden kebo SBY menyampaikan pidato kenegaraan a.k.a. State of The Union gitu deh. Pas deket 17an. Tanggal 16 kalo gak salah. Dan karena gw males nongton kebo SBY ngomong, makanya gw pindah channel.

Eniwei busway. Kayaknya seperti biasa, diana nyampurin bahasa enggres dengan bahasa indonesia di pidatonya. Lupakan UU tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, pasal 28 yang bilang, bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi Presiden, Wakil Presiden, dan pejabat negara yang lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri. Let’s take a look, apakah enggres dalam pidato presiden itu bener bener sangat penting, harus, kudu, apalagi karena nggak ada padanannya dalam bahasa indonesia, atau malah bikin ngaco dan mbingungi.

“What The Fuck” word…

Sebagai bentuk terima kasih kepada para “founding fathers” dan para pemimpin terdahulu...

Founding Fathers dengan sangat mudah ekuivalen dengan Pendiri Bangsa. Tak perlu di-english-kan.

Seraya terus mendukung proses demokratisasi dan “Nation Building” di Myanmar...

Yang ini juga ekuivalen dengan Pembangunan Negara, kalau mau di-rada lokalin karena masalah luar negeri, bisa dibilang Pembangunan setempat. Gak jauh beda

Kita menyayangkan, pertemuan ASEAN pada tingkat menteri tahun ini belum berhasil mengeluarkan joint communique.

Joint Communique ekuivalen dengan Pernyataan Bersama atau Keputusan Bersama

Di forum KTT Rio + 20, kita telah menyampaikan platform...

Gagasan, apa susahnya ngomong gagasan…

Alhamdulillah, saat ini negara kita tampil sebagai sebuah negara emerging economy, dan menjadi kekuatan ekonomi ke-16 dunia.

Emerging Economy? Istilah baru? Ekonomi Berkembang? Apa kabar istilah jaman mbah ‘To Negara Berkembang

...termasuk menjamin terciptanya pemenuhan pendapatan masyarakat---income generating---secara berkelanjutan. … tetap didasarkan kepada empat pilar utama: pro-growth, pro-job, pro-poor, dan pro-environment, dan sektor riil dengan investasi senilai lebih dari Rp 490 triliun, telah dilakukan ground breaking.

Yang pertama juga ngapain diterjemahin? Yang kesananya, begini ya, awalan pro- itu sudah ada dan diadaptasi sebagai awalan impor di dalam Bahasa Indonesia. Atau kan bisa jadi mendukung pertumbuhan, mendukung pembuatan lapangan kerja, membantu masyarakat miskin, dan menjaga lingkungan. Ground breaking? Kenapa gak as simple as ‘dimulai’ sih?

 

Keenam isu itu adalah Pemberantasan Korupsi; Reformasi Birokrasi dan Good Governance … agar tercipta jajaran aparatur negara yang handal, profesional, dan bersih, berdasarkan kaidah-kaidah good governance and clean government.

Pemerintahan yang baik dan bersih!

Untuk dapat lebih mengoptimalkan ‘golden opportunity’.

Kesempatan emas gak perlu dioptimalkan, tapi harusnya dimanfaatkan!

“What The Hell Is This” word…

Untuk itu, melalui mimbar ini, saya mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin ASEAN atas dukungan dan kesepakatannya untuk memberikan prioritas bagi penyelesaian code of conduct di Laut Cina Selatan.

Code of conduct? Maksudnya SOP? Code of conduct kan kode etik. Apa hubungannya dengan Laut Cina Selatan? Kenapa gak pake Keputusan Bersama, atau Pakta Kerjasama

Kita terus mendorong koordinasi G-20 bagi terciptanya keamanan pangan dan energi, pembangunan infrastruktur, proteksi sosial, financial inclusion, perdagangan yang adil, dan penciptaan lapangan kerja.

Hapah hinih financial inclusion? Keikutsertaan finansial?

...pembangunan pasca 2015 yaitu sustainable growth with equity

Gak ngerti. Pertahanan pembangunan dengan aset? Pantes ekonomi nggak tumbuh-tumbuh

Strategi percepatan dan perluasan pembangunan infrastruktur, merupakan terobosan untuk menghindari middle income trap.

Apa pulak ini? Maksudnya #kelasmenengahngehe?

Inilah bagian penting dari pemerintahan yang melibatkan partisipasi publik. Inilah esensi dari sebuah pemerintahan “open government”.

Wat? Serupa Swiss atau Yunani jaman dulu gitu? Yang jelas ngomongnya napa?

I Posted It Again, LOL. I Posted It Again, LOL, I~ word…

...agar rakyat mendapatkan hak-haknya atas tanah, seraya tetap menjunjung tinggi dan menegakkan pranata hukum (rule of law).

Jaminan Kesehatan untuk Rakyat Miskin dan hampir miskin (near poor) dalam bentuk Jamkesmas terus kita perluas.

...ekonomi biaya tinggi (high cost economy), dan hilangnya kesempatan untuk mendapatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkualitas.

Kita terus berkiprah dalam berbagai organisasi internasional dan menjadi bagian dari solusi- part of the solution.

Inilah peluang emas atau “golden opportunity” yang tidak boleh disia-siakan.

Ketersediaan dan kualitas infrastruktur merupakan syarat keharusan (necessary condition).

Keseimbangan antara kebijakan fiskal yang mampu memberikan stimulus pembangunan sekaligus mengedepankan semangat kehati-hatian (prudent) perlu dilakukan.

Persoalan angka subsidi yang terlalu besar juga mengurangi ruang gerak anggaran kita (fiscal space).

...dan bahkan suatu “quite revolution”, atau revolusi diam-diam.

“This is Okay” word…

Atas berbagai permasalahan dunia, semakin sering kita dimintai pendapat; “What does Indonesia think?

Karena yang nanya adalah dunia internasional, maka kalau pake bahasa inggris sebagai ilustrasi cara bertanya orang bule. It’s okay.

Dunia melihat desentralisasi dan otonomi daerah sebagai ‘big bang’...

Gw gak setuju dengan konteks kalimatnya karena agak lebay, tapi penggunaan big bang untuk mensuperlatifkan konteks kalimat tidak dapat diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Ledakan besar is not gonna work.


Jadi, kesimpulannnya, dari 30 istilah bule yang tercatat oleh merdeka.com, hanya ada 2 yang bisa diterima. Sisanya, bisa di-Indonesia-kan. Bahkan 9 diantaranya diucapkan setelah atau sebelum terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

Kalau ngeliat ini momen 17an. Gak seharusnya lah presiden pake Bahasa Inggris, untuk istilah yang sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia.

4 comments:

  1. belajar bahasa inggris lagi pak hehe

    ReplyDelete
  2. Setuju, sebisa mungkin menggunakan bahasa dan istilah Indonesia yang sudah disepadankan.

    ReplyDelete
  3. setuju kurang tepat bahasa inggrisnya
    haduh

    ReplyDelete
  4. pemerhati pidato rupanya :-)

    kalo saya pribadi agak risih dengan ucapan "kemudian" yg nggak penting..

    lihat saja gaya para pembawa acara di tv. khususnya siaran berita...

    semuaaa pake "kemudian"

    ReplyDelete

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...