Sunday, January 22, 2012

Yang sudah ketinggalan jaman....

Tahun lalu (ketinggalan jaman)
"Kembalikan saja semua pada fungsinya, kalo itu HP, maka pastikan bisa nelepon, bisa sms."

Tahun ini (updated, modern)
"Kalo itu multimedia device (yang kebanyakan berbentuk HP/smartphone/tablet), maka pastikan semua fungsinya bisa dijalankan dan dimaksimalkan."

Keliatan bedanya?

Kalo misal masih ada yang berpendapat ketinggalan jaman seperti tahun lalu itu. Sebaiknya berhenti beli device mahal, apapun itu OS/mereknya. Cari Nokiyem Pisang aja. Sana nelepon sama SMS.

Lu pegang device yang powerful, ber-prosesor sampe (bentar lagi keluar) quad-core, ROM dan RAM nyaris sama dengan desktop/laptop. dan lu masih whining "gak punya pulsa" ke temen kamu. WTF? Mana "pertanggung jawaban" kamu terhadap device yang sudah kamu beli? Stop juga reason "terserah gw, device device gw mau gw apain juga, mau subscribe layanan atau gak. gak isi pulsa bukan berarti kere". Well, kalo kamu beli Nokiyem Pisang, sisa duitnya bisa buat beli pulsa.

The reason you buy that device, is TO MAXIMIZE ITS POTENTIAL. Setelah dua tahun tiga tahun dan OS nya menjadi obselete dan tidak bisa diupgrade, maka device akan memasuki masa "legacy", dan disinilah kamu baru boleh whining hal hal diatas. Dengan syarat, kamu punya device yang lain, yang sudah keep up dengan teknologi.

Dan sepuluh tahun kemudian, ketika device itu sudah masuk masa "collector's item", you can smile. You and your device will live happily ever after.

Kenapa gw cablak seperti ini?

Karena gw baru sempat baca baca review CES kemarin.

Dalam satu-dua tahun konvergensi akan terjadi....

#stopdululiatsoimahdiglobaltipi

..., yang namanya desktop dan mobile device akan semakin nge-blur. Apple sudah memulai dengan "penyatuan" fitur fitur iOS ke dalam OS.X Lion. Microsoft menjanjikan Windows 8 adalah OS yang bisa jalan di prosesor konvensional (baca: intel, AMD dll.) dan mobile (ARM, Tegra, dll), integrasinya fitur Windows Phone-nya just georgeus, and so far look so good.

Mau gak mau kita harus menghadapi itu.
Siap nggak menghadapi perubahan seperti itu?

Sekali lagi, kalo cuma berkebutuhan nelepon dan SMS, belilah Nokiyem Pisang atau sejenisnya. Supaya kamu punya pulsa. SMS paketan ada, dan murah.

Jika kamu punya device canggih, bersiaplah buat menafkahi dengan subscribing hal hal essential untuk device kamu. Jika essential bagi device kamu untuk bisa nelepon, sms, langganan internet (or some stupid proxy service subscribe), motret, muter musik dan video, dan jalanin apps (mau freeware atau bayarware atau malingware terserah), maka pastikan bisa semuanya.

Ibarat punya mobil mewah, lu harus siap pake Pertamax... atau DEX.
Gak punya duit buat beli Pertamax atau DEX, beli mobil yang premium aja. Atau motor, atau naik public transport <-- this is recommended.

Oh iya, jika device yang kamu pake cuma punya satu-dua fitur keunggulan yang begitu begitu aja dari dua-tiga-lima tahun lalu. Stop using it. Itu juga ketinggalan jaman. Upgrade atau kembalilah ke Nokiyem Pisang.

--
Adi D. Jayanto
"Memasyarakatkan MEME, me-MEME-kan masyarakat"

http://electrohide.blogspot.com

Friday, January 20, 2012

Kesopanan “Timur”

So… I’m copy pasting this form Kaskus. Kalo SOPA udah ada, kayaknya gw gak bisa beginian lagi…


Originally Posted by ujankfahmy

inget masbro kita tinggal di wilayah timur yg identik sama sopan bukan di negara barat yg sudah gak asing lagi sama yg berbau sex..

menurut gw wajar aja KPI menggugat, toh KPI menggugat bukan buat menghapus tayangannya tp diredam sedikit hal2 yg terlalu vulgarnya seksi dan cantik gak harus menunjukkan setengah dari tok#tnya toh? Open-mouthed smile

Agan adalah satu dari sekian banyak korban stereotipe tentang "kesopanan timur".

Saturday, January 7, 2012

Merakit vs. Membuat

Gara gara Jokowi, walikota Solo, jadi heboh dah anak-anak SMK bisa merakit mobil yang judulnya “esemka” (obvious banget ga?). Dan kemudian disambutlah dengan kontroversi dadakan a’la politisi yang setuju vs. tidak setuju. Yang bilang biarin gak lulus uji yang penting nasionalisme vs. yang pengen otaknya masih one-piece setelah naik tu mobil.

Gw gak ikutan, gw belum berencana beli mobil. Mobil Truk yang gw pengen cuma Ford, mau F-150, mau F-650 diterima dengan tangan terbuka, apalagi kalo hratisan. Tapi yang gw bikin agak miris adalah ternyata anak-anak SMK itu baru bisa merakit mobil. Belum bisa membuat mobil.

Aaah biarin, yang penting bisa.

Ada bedanya dodol!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...