Monday, January 21, 2013

Jangan Sembarangan Beli Tablet

Hai… selamat tahun baru! Walaupun sudah tanggal dua puluh satu! Ehehehe. Mari kita mulai tahun 2013 dengan post yang SEO banget.

Jadi ceritanya kan di mall wannabe di tengah kota, ada sebuah stand elektronik kecil. Disana dijual berbagai hp abal abal, nokia dan samsung. Kebetulan di kota kecil seperti ini, mulai menjamur itu yang namanya tablet. Iya sodara sodara, tablet.

Sekarang tablet bukan lagi barang asing plus mahal. Tentu saja iPad dan Galaxy Tab yang premium ituh masih ada. Tapi masyarakat punya opsi yang jauh lebih banyak. Tentu saja lagi, kepopuleran tablet dikomporin sama merek-merek yang… ya… hari ini ada, besok belum tentu, masa depan? I don’t know… suram?

Eniwei, kehadiran tablet murah merah dibawah satu juta ini menghadirkan keasyikan tersendiri di tengah rumah anda. Tablet, apapun OS-nya adalah komputer. iOS, Android atau Windows (RT) semuanya bisa dijadikan alat kerja. Gak heran CES kemarin populasi laptop sangat sedikit. semua bikin convertible atau tablet + dock. Kalaupun masih ada, layarnya sudah touchscreen. Terutama ini untuk mendukung Windows 8.

Seperti juga komputer dan HP, ketika beli tablet, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Tidak sekedar this is Android, atau “yang ini punya space 4GB”. Pepeatah lama masih berlaku. Ada harga, ada kualitas. Apa yang penting?

Operating System

Ini adalah yang terpenting pertama. OS adalah “pilihan” yang akan menentukan, seberapa besar kamu bisa bekerja dengan tablet itu. Berapa banyak aplikasi yang tersedia di ekosistem, dan bagaimana kerja ekosistemnya sendiri. Saat ini, ada 3 OS utama di habitat tablet. iOS dengan versi terbaru 6, Windows (RT/8), dan Android dari F hingga J.

Jangan gampang tergoda dengan OS ini punya sekian ratus ribu apps! Kenapa? Karena kamu gak mungkin install semua apps itu di tabletmu, dan lagi, sebagian besar dari apps itu adalah apps berbayar. Let me tell you something. Download + install apps bajakan untuk tablet, jauh lebih sulit (terutama untuk iOS) daripada OS full fledged seperti Windows atau OS X.

Sekali kamu memilih OS, it’s yours FOREVER. Tentu saja kamu masih bisa upgrade. Tapi itu tergantung seberapa baik provider atau vendor kamu.

Tablet mahal seperti Galaxy Tab, iPad atau Surface, atau dari pabrikan besar seperti Iconia, Kindle Fire atau EeePad, punya support OS bertahun tahun. Walaupun mereka tidak akan support OS terbaru, seperti iPad 1 tak mungkin menjalankan iOS 6, setidaknya perbaikan atas kerusakan software masih mungkin dilakukan. Galaxy Tab 1 misalnya, dapat diupgrade dari Android F 2.2 ke G 2.3.3, 2.3.4 hingga 2.3.7.

Jika kamu beli tablet murah? Hal ini nyaris tidak akan terjadi. Jika kamu medapatkan bug, mungkin bug itu akan selamanya ada di tabletmu. Walaupun kamu “service” berkali kali ke SC, mereka cuma akan mereinstall atau simply resetting your tablet. Almost ZERO updates will be provided. Lebih mimpi lagi kalo misal kamu pikir kamu bisa update dari Android G misalnya ke Android I.

So there it is…

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...