Saturday, September 7, 2013

Teror HTI

Mengingat kasus ustad abal abal, ustad jualan agama, ustad berpolitik, politik ber-ustad, banyak terjadi di Indonesia. Maka gw merasa perlu copy paste postingan dari Facebook Page “Kongkow Bareng Gus Dur” ini.

Silahkan disimak. Semoga membukakan pikiran.


Pada tanggal 6 september Ada yang inbox admin DI FP KHGD dari mbak "Elie Shanti" sepert ini :

Assalamuallaikum...saya mau curhat nie.. tolong saya dikasih jln keluar ya..
saya dulu pernah ikut ngaji di hti..trus saya keluar.alasan keluar krn udh gk cocok lg.yg di bahas kog ya itu2 ae.ttg pemerintahan lah...orang barat lah..yahudi lah.. itu salah satu alasannya..yg kedua ortu gk se7 saya ikut hti(kl suami sih netral ae).

nah itu dia..setelah saya berhenti,tiap minggu saya di datangi orang2 hti..selalu di tanya alasan gk mau ngaji lg knapa,..apapun alasan yg saya bilang,semua di mentahkan..mereka selalu punya dalil,..

saya bingung mau ngomong apa lg..

tolong saya di bantu ya..apa yg harus sy omongkan kl mereka datang lg...
trims sebelumnya ya mas...

wasallamualaikum..

Kemudian admin berkonsultasi kepada gus rijal tentang hal ini, apakah benar HTI seperti ini ?

Gus rijal menjawab :

Waalaikumsalam..alhamdulilla sae, matursuwun pandunganipun...

HTI memang seperti itu. Ini bentuk gerakan yang militan. Jika mereka sudah membesar, bukan hanya mendatangi anggota yang tidak lg aktif melainkan juga mengancam dan meneror: psikologi, mental maupun fisik. yang dialami mbak tsb baru teror psikologis

Cara menghindarinya:

  • Mbak tsb perlu LEBIH fokus dalam berkeluarga terutama mendampingi suami dan mendidik buah hatinya.
  • Bergabung di komunitas pengajian sekitar rumah maupun pengajian yang diasuh oleh ulama. bukan ustadz abal abal.
  • Dekat dengan ulama non HTI.
  • Ketika sahabatnya yang HTI datang merayu ke rumahnya tanpa bosan. Ia perlu LEBIH TEGAS lagi. Maaf, bisa langsung to the point saja: "Saya punya pilihan dan kehidupan sendiri. Anda tidak perlu terus menerus merayu kami. Biarkan kami mejalani hidup dengan tenang. Terus terang, anda mengganggu kehidupan saya. Jika belum berkuasa saja terus mengganggu seperti ini, saya tak bisa membayangkan bagaimana jika nanti HTI berkuasa. Jadi, HORMATI KAMI, SEBAGAIMANA KAMI MENGHORMATI ANDA SEBAGAI TAMU, SAHABAT, DAN SEBAGAI SESAMA MUSLIMAT. Seandainya anda terus menerus didatangi sales, padahal sudah tidak tertarik produk jualannya, apa yang anda lakukan? Sekali lagi mohon pengertiannya!"
  • Jika masih terus didatangi, sampaikan langsung saja ke ketua RT maupun tetangga sekitar, bahwa ada tamu yang tidak menyenangkan yang membuat keluarga ya tergangggu.

Lebih baik TEGAS kepada sahabat sendiri, daripada kehidupan kita tidak nyaman.

Kita punya hak dan pilihan, sebagaimana mereka punya hak dan pilihan. Kucinya hanya satu: tak perlu memaksakan kehendak kepada orang lain.

Ngapunten bileh salah

Wassalamualaikum
Rijal


Inti dari artikel ini:


Bergabung di komunitas pengajian sekitar rumah maupun pengajian yang diasuh oleh ulama. bukan ustadz abal abal.

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...