Wednesday, January 15, 2014

Path dan Bakrie, Uninstall

Gw punya akun Path, tapi punya doang. Nggak pernah dipake. Itu gw lakukan karena gw sekedar “booking username”.

Kemudian beberapa hari yang lalu hebohlah berita Bakrie beli Path. Maksudnya bukan beli sa’ perusahaannya, tapi cuma beli saham. Nggak banyak kok, cuma… katanya 6% aja.

Tapi kemudian banyak yang ngamuk.

Namanya Bakrie, pasti dikaitin sama Lumpur Lapindo. Untuk sekarang selain Lapindo, juga dikaitin sama nasabah Bakrie Life yang katanya klaim-klaim-nya belum dibayar.

Bagi yang nggak bertempat tinggal di sekitar Porong, Sidoarjo, atau jadi nasabah Bakrie Life, ada cara lain untuk menunjukkan solidaritas. Yaitu dengan uninstall Path.

Ngaruh?

Banyak orang yang bilang, nggak ngaruh. Hipster banget. Dan lain lain.

Emang sih, uninstall path di satu dua device kayaknya nggak gitu ngaruh. Buat apa? Path masih punya jutaan pengguna lain kan? Sayangnya tidak begitu. Pengguna alias User Base adalah hal yang sangat penting di dunia Social Network.

Gw pernah baca, entah twit siapa, atau dimana, yang bilang social media punya angka keramat, yaitu 200 juta. Gw nggak tau angka 200 juta itu ngitungnya gimana dan dapet dari mana. Tapi katanya setelah sebuah social media, atau service mencapai jumlah pengguna 200 juta, mereka bisa dibilang bebas menentukan model bisnisnya.

Gw gak gitu yakin Path punya 10 juta user. Apalagi penggunanya terbatas ke pemilik device Android dan iPhone. Pengguna berbasis web nggak boleh ikutan. Pemilik Path juga dibatas cuma bisa berteman kepada 150 orang. Jadi gerakan kamu nggak terlalu lebar.

Model bisnis apa yang bisa diciptakan? Nggak tau.

Tapi ketika banyak user di satu negara kecewa, dan bukan karena service yang disediakan Path “rusak”, you have trouble.

Misalnya, sekarang sudah bisa dipastikan petinggi-petinggi partai dan antek-antek dibawahnya selain Golkar sudah keluar dari Path. Yang kesel sama Bakrie juga sudah keluar dari Path. Artinya, sangat besar kemungkinan user base Path di Indonesia berkurang. Artinya, Path Indonesia nggak bisa dibikin profit.

Kenapa Bakrie beli path? Nggak tau. Tapi dengan itu aja, bikin Path menjadi brand yang perlu diwaspadai.

Jika orang Indonesia nggak mau install Path, berarti nggak ada profit dari Indonesia. Sesimpel itu.

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...