Wednesday, January 15, 2014

Salah Kaprah “Wani Piro?”

Akhir akhir ini, gw gabung sama FJB FJB lokal di Facebook, dalam rangka memperluas pasar. Walaupun pasaran gw yang terbesar tetep Bukalapak sama Tokopedia sih, Kaskus juga kadang kadang. Tapi ada satu trend yang di FJB lokal yang menurut gw “ngaco total”

Wani Piro.

Hah? Maksudnya?

Misalnya posting seperti ini…

dijual hp %insert merek cina here%, sms, nelepon lancar, bisa facebook. batangan, charger rusak, ngecas pake desktop. wani piro???

-- some idiots

What?

Kenapa kamu ngomong “wani piro”? Tapi gw akan bahas sisi psikologis dari “Wani Piro” dulu.

Istilah “Wani Piro?” sebenarnya istilah lama dalam bahasa jawa, artinya baik secara literal maupun psikologis, adalah “berani berapa?” Istilah ini biasanya dilontarkan oleh orang yang memiliki kemampuan lebih dan menawarkan barang atau jasa kepada banyak orang.

Sama aja dong?

Nope. Sama sekali enggak sama. Masih ada lanjutannya.

Kemampuan orang yang nyebut “wani piro” ini biasanya jauh diatas orang awam atau target konsumennya.

Misalnya, kalau kamu bisa bikin website, sementara temen kamu nggak bisa bikin website. Maka ketika temenmu minta bikinin website yang bagus, kamu bakal ngomong “wani piro?”. Disitulah nilai jasa yang akan kamu curahkan untuk bikin web tersebut. Makin gede nilainya, makin bagus hasilnya (harusnya lho!)

Atau jika ada suatu barang sangat langka, misalnya lukisan Picasso, Monet atau siapalah, yang dilelang. Maka sebagai pengendali lelang kamu bisa mengatakan kepada publik, “hei, gw punya lukisan picasso nih, mau gw jual, lu berani bayar berapa?”

Intinya, baik barang atau jasa, value-nya sangat tinggi, dan demand-nya atas barang itu juga meskipun niche tapi tinggi.

Kembali ke iklan iklan busuk yang bilang “wani piro”.

Yang namanya HP cina itu 1001 biji ada di pasaran, harganya pun murah meriah. begitu juga laptop bekas, dan bekas bekasan lainnya. Dengan performance yang tentu aja udah turun.

Dan lu bilang “wani piro”?

Maaf ya, barang yang kamu jual itu nyaris tidak berharga. Berani bener lu sebut “wani piro” seakan-akan itu adalah emas batangan murni 1kg? Ngaca deh.

Jika yang kamu jual adalah HP langka macem Motorola V3i aja, mungkin kamu masih boleh sebut “wani piro”, walaupun baterenya udah agak ngedrop,  cuil di sana sini dsb.

Tapi kalo HP Cina? Bitch please…

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...