Monday, March 31, 2014

Volume, Berat, dan Toko Ritel

Sekira pukul 13:00 tadi gw belanja di sebuah mini-supermaket. Saat bersamaan ada seorang ibu menanyakan, apakah sebuah mayones bertuliskan 430cc lebih besar atau lebih kecil daripada yang bertuliskan 300ml.

Dan kemudian dia nanya lagi, “maksudnya, cc ini apa ya?”.

Setelah serangkaian tanya jawab yang overheard tadi, si sales counter yang mejeng di ruang daging kebingungan menjawab. Instead of menjawab “maaf saya kurang ngerti” yang masih bisa dibilang polite, walaupun tidak dapat diterima juga sih. Si sales counter bilang…

“Itu nilai vitaminnya ibu.”

WHAT THE ACTUAL FUCK?

Oh come on… kamu kerja di ritel. Tiap hari melewati berbagai display produk. Dan harusnya hal ini basic pelajaran SD! Sekolah dasar! Why the fuck did you NOT REMEMBER?

CC alias CENTIMETER CUBIC alias sentimeter kubik alias 1cm^3!

ml alias MILILITER alias 1/100 LITER!

Perasaan dari SD gw diajarin, 1cc sama dengan 1ml. Singkat padat jelas. Kemudian waktu SMP atau SMA ditambahin lagi. 1cc sama dengan 1 ml hanya berlaku pada air 4 derajat celcius, tepat pada saat berat jenis air 1.

Kenapa kamu nggak inget! Haduuuuh! Kamu kerja di ritel ya… ritel. Apalagi kalo suruh ngartiin fluid ounce, cup, dan satuan lokal seperti “gelas belimbing”.

Tapi selanjutnya gw jadi mikir, kenapa minuman kemasan biasanya dikemas dalam volume 330ml? Usut punya usut begini ceritanya.

Pada zaman dahulu kala, pengemasan produk cair kalengan, dilakukan dalam fluid ounce. Satu kemasan ditaksir sekitar 12 fl oz, atau setara kurang lebih 355ml.

Saat mengadopsi sistem metrik, angka 355 ini dianggap ribet dan tidak bulat. Maka itu dikurang dikit menjadi 330ml, atau nyaris sepertiga liter. Karena yang namanya cairan itu volumnya nggak tepat bener. Jadi dengan toleransi, tiga kemasan bisa dianggap satu liter.

Kemudian berkembanglah kebutuhan yang berbeda, Makin kesini, makin banyak kemasan dengan volume 500ml. Biasanya dipake di minuman botolan seperti teh. Lalu ada versi anak anaknya, 150, 200 atau 250ml. Susu nih yang banyaknya seperti ini. Lalu kemudian muncul volume “keluarga” dan raksasa, seperti kebanyakan cola di 900ml, 1liter, sampe Big Cola yang 3,1liter.

Nah sekarang tau kan?

Jadi jangan sampe kamu yang kerja di ritel gak tau tangga satuan berat, volume dan bagaimana konversinya. Ini pelajaran SD.

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...