Monday, February 1, 2016

Homo Belum Tentu Pedofil, Pedofil Belum Tentu Homo.

Ini adalah rant gw di facebook.

Ceritanya ada seorang temen yang kayaknya kemakan "kampanye anti LGBT". Lah gw bingung, emang ada kampanye "pro-LGBT" ya? Seperti biasa, logika yang dipake ~ kalo kamu gak setuju, pasti kamu bagian dari mereka.

#facepalm

Copy paste start here... :)

Sembuh? Emang sakit? Melanggar kodrat? Kodrat yang mana? Yang bikin bumi ngos ngos-an nge support 7 milyar manusia?

Kalo belum bisa bedain mana LGBT, mana pedofil, mending belajar lagi.

LGBT itu gak pernah "berkampanye". Ngumpul, iya, bikin seminar iya, di luar negeri ada parade, iya. Tapi itu bukan kampanye. Ngerti arti kampanye kan? Kampanye itu usaha untuk merubah pilihan, seperti politisi berkampanye biar orang milih dia. Nah sexuality itu mah gak bisa diubah kale.

Makanya itu gak ada istilah "sembuh" atau "sakit".

LGBT itu bersuara agar masyarakat bisa melihat mereka seperti orang biasa pada umumnya. Bukan orang yang dianggap sakit, dianggap perlu disembuhkan. Sudah pada lihat kan? Contoh kasus yang lagi anget anget tai-nya soal "sembuh" dari LGBT? Iya, seseartis IB.

Lu pikir dia sembuh? Gak kale, dia surpressed. Lama lama meledak, lalu muncullah kasus itu. Yang teken dia siapa? Ya masyarakat yang "sok sehat". Masyarakat yang "sok sehat" itu merasa berhak ngurus ranjang orang lain. Berhak ngatur kehidupan orang lain. Ee... maap, siapa ya? Apa untungnya bagi kamu kamu ngatur siapa naik ranjang gw?

Penyakit? Itu mah masalah jajan seks! Yang jajan PSK dimanapun punya resiko. Jadi intinya jangan jajan, SETIA, bukan masalah LGBT.

Jadi, mbak, mas, om, tante, pakde, bude. Dilihat masalahnya, kalo ada orang dewasa ngedeketi anak kecil, lalu diajak ngeseks, itu namanya PEDOFIL. Yang namanya pedofil itu belum tentu sesama jenis. Banyak lho pedofil yang yang juga menyasar anak kecil lawan jenisnya. Mending ini lho yang kalian "worried" dengan anak kalian, daripada ngurus LGBT dewasa vs. dewasa, yang sudah tau sama tau.

Oke? Mari makan malam.

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...