Friday, May 20, 2016

Pengen Ikut Ikut Kuis Di Internet? Ntar Dulu

Gw pernah ikut, "lomba nge-review". Kebetulan yang gw ikutin adalah lomba nge-review sebuah situs. Yang gw kamsud adalah artikel yang ini.


Yang dulu gw rasain adalah, jadi sapi perah, blog dijadiin tempat banner gratisan. Dansebagenyah. Apalagi dulu traffic Electrohide masih lumayan. Gw juga masih rajin nulis, gak kayak sekarang, nulis kalo inget aja.

Dulu gw kesel super crot. Yang diminta adalah "review", alias ulasan. Ya kan ulasan? Tau ulasan kan? Yang namanya ulasan, atau mengulas, adalah membongkar suatu produk, lalu menilainya. Apakah tu produk layak dibeli atau kagak.

Kalo gak percaya, ini gw kutipin KBBI:
ulas3 v, mengulas/meng·u·las/ v memberkan penjelasan dan komentar; menafsirkan (penerangan lanjut, pendapat, dan sebagainya); mempelajari (menyelidiki): banyak surat kabar ~ keterangan pemerintah tentang tindakan keuangan;

ulasan/ulas·an/ n kupasan; tafsiran; komentar: ~ ini merupakan tanggapan atas perubahan tugas Keluarga Berencana;~ berita ulasan di televisi mengenai berita-berita yang aktual; ~ buku pertimbangan mutu buku yang dalam pembicaraannya lebih ditekankan pada penilaian ilmiah dengan mengemukakan argumentasi yang cendekia; resensi; ~ pers siaran yang berisi komentar atas tajuk-tajuk surat kabar

Baca yang gw label merah.


Ulasan gw cukup rave, waktu itu, dimana gw sebut tu situs jualan "alakadarnya", karena tidak menyediakan berbagai tools yang "standar". Gw sadar, dengan bikin tulisan gitu, besar kemungkinan gw kalah, karena lomba ulasan biasanya yang menang yang manis manis. Pokoknya produk harus dinilai woke, top, tanpa kekurangan se-encrit pun.

Fast forward beberapa minggu kemudian. Jengjeng... yang menang bukanlah sebuah "ulasan", tapi sebuah "tutorial".

What... The... Fuck...

Yang menang adalah sebuah blog yang katanya "mengulas" cara membuat akun, memasang produk, lalu menjualnya. 50% tutorial, 50% iklan. Tak ada penilaian, walau sekedar "ini situs bagus untuk...". Gak... yang menang adalah tukang buat tutorial "klik sini, maka muncul ini, masukin ini, lalu ini, ok deh."

What... The... Fuck...

Seketika itu pula penyelenggara kontes dihajar oleh berbagai tuduhan permainan orang dalem. Tuduhan ini gw dukung seratus persen. Gw langsung copot semua persyaratan banner yang diminta si penyelenggara kontes. Buat apa gw "sisihkan" space untuk iklan perusahaan yang tidak kompeten?

Itu beberapa tahun yang lalu. Fast forward ke 2016...

Sekarang terulang lagi. Terima kasih tuhan, bukan gw yang ngalamin. Yang ngelakuin kali ini adalah sebuah brand hape merek "lokal". Mereka diduga keras memalsukan pemenang, karena pemenangnya cuma punya blog baru dengan satu postingan saja, tanpa sosial media dan tanpa lain lain yang menjadi persyaratan peserta lomba.

Lebih lengkap boleh dibaca di blognya mbak Andy Hardiyanty disini. Asumsi cewek ya, soalnya avatarnya cewek. :3

Ini bukan hanya memalukan, tapi juga menyebalkan. Apalagi buat yang ikut.

Maka itu, bagi kalian kalian yang baca artikel ini. Kalo mau ikut lomba lomba macem gini, dipikir dulu deh untung-nya sebanding gak dengan resiko bete jika kontes ternyata abal abal.

Gw pribadi gak bakal lagi ikutan kontes kontes yang pemenangnya berdasarkan jumlah like, share tiap hari, atau harus no. 1 di search engine. Why? Kemungkinan manipulasinya 99.9%.

MALES.

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...