Wednesday, June 15, 2016

Perda Yang Dibuang

So...

Facebook gw meledak lagi dengan adanya berita tiga ribu sekian Peraturan Daerah (Perda) yang dicabut oleh Presiden. Mostly karena menghambat investasi baik lokal, nasional atau asing. Tapi Tentu saja, yang dicolek-colek oleh SJW dan anak Facebook masa kini adalah Perda Perda yang "bernafaskan" Syariah.

Ini gambar yang beredar di Facebook.



Dari Facebook
Gw gak tau itu koran apa, tapi kalo dari tipografi, tampaknya koran lokal. Disitu tercantum beberapa Perda Kontroversial yang dihapus oleh Jokowi.

Dan seperti biasa, komentar pertama yang datang adalah...
Presiden laknat.

Sudah mau kiamat.

Mau dikemanakan moral bangsa ini?

Dan komentar semacam itu.

Pertama, jangan main laknat-laknatan, nyumpahin orang itu gak baek. Diajarin begitu kan sama agama? Lupa? Sana baca lagi buku agamamu waktu SD.

Kedua, yang namanya aturan hukum di Indonesia itu bukan aturan Agama. Agama di Indonesia hanya menjadi satu influencer yang menghasilkan produk hukum. Tapi produk hukum yang dibikin itu, harus bisa menampung agama agama lain yang juga dianut masyarakat Indonesia.

Ketiga, ada teori dasar hukum di Indonesia, yang menyebutkan bahwa produk hukum yang dihasilkan lembaga negara tidak boleh bertentangan dengan produk hukum yang lebih tinggi. Jadi UU gak boleh bertentangan sama UUD, Perda gak boleh bertentangan sama UU dan UUD, dan seterusnya, dan seterusnya.

Salah satu contoh Perda yang dicabut itu misalnya mengharuskan peserta didik wajib bisa baca Qur'an sebelum ngambil Ijazah. Ada gitu aturan di UU Sistem Pendidikan Nasional, yang bilang mau ambil Ijazah harus bisa baca Qur'an? Bagaimana dengan yang gak bisa? Ijazahnya ditahan? Kalau Ijazah sampe ditahan, berarti pemerintah, telah melanggar UU Sistem Pendidikan Nasional, bahkan UUD 1945 yang menjamin bahwa pendidikan itu untuk semua. Belum lagi soal kebebasan memeluk dan menjalankan agama masing masing.

Perda yang sama juga mengatur orang yang mau kawin. Lha, terus kalo gak bisa baca Quran gimana? Kawin siri gitu? Nanti mbrojol anak, ribetlah di catatan sipil. Dan seterusnya dan seterusnya.

Perda lain yang bermasalah? Sama juga kewajiban baca Qur'an bagi pejabat atau PNS yang pengen naik pangkat. Ini uopooooo. Apa relevansinya sama jabatan atau pangkat yang akan dipegang? Apakah dengan bisa baca Qur'an terus simsalabim gak bakal korupsi? gak bakal pungli? Yakin? 99% yakin?

Belum lagi Perda Zakat, Perda nutup rumah makan, dan Perda Perda lain.

Dari 3.134 Perda yang dicabut, hanya ini yang dipermasalahkan. Dan seperti biasa, kemudian nyalahin Jokowi.

Terserah lu itu hater apa bukan, tapi yang jelas, Joko Widodo gw pikir bertindak benar dengan mencabut Perda Perda seperti ini dari Indonesia. Indonesia itu negara dengan Penduduk Muslim terbesar, bukan negara Muslim.

Presiden sebelumnya gak papa? Ya tanyak dong, hei SBY, kenapa kamu tak permasalahkan Perda Perda seperti ini? Gw yakin jawabannya ada dua pilihan. Gak berani, atau... tukar dukungan.

It's politic all over again. Dan seharusnya... seharusnya, kamu sudah pernah belajar berkali kali, kenapa agama itu gak bagus kalo dicampur sama politik.

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...