Wednesday, January 4, 2017

Whatsapp Group Is Always Fun To Left

Awal desember, gw diajak join sebuah group whatsapp untuk kepentingan suatu organisasi. Gw pun meng-OK-kan. Gw sadar, join grup seperti ini biasanya nanti akan keluar broadcast hoax, fake dan "ambil hikmahnya aja". Sesuatu yang gak gw suka. Sebulan berlalu, nothing. I think this groups is fine. All business

Dan tadi malam, seseorang yang dengan bangga memajang gelar SE sebagai display name Whastappnya, mengirimkan broadcast hoax-nya.

I'm gonna rewrite the thing, biar makin obscene.

"Tadi malam saya ditelepon seseorang yang mengaku dari $operatorseluler, dia bilang jika kartu saya tidak diupgrade ke 4G maka nomornya akan dinonaktifkan. Lalu saya terpancing untuk mengikuti saran dia, dan melakukan beberapa perintah di hape saya. Tapi dalam beberapa menit ternyata sinyal saya HILANG!

Perasaan saya mulai nggak enak, saya tunggu sampe beberapa lama, ternyata sinyal gak muncul juga! Makin nggak enak, saya langsung cek hp saya yang satu lagi, yang pake $operatorselulerlain yang saya gunakan untuk bank. Ternyata ada notifikasi dari $bankswasta kalo saya dana saya di bank itu teklah ditransfer! Dan saya langsung cek Internet Banking saya dan benar saja, saldo saya dikuras!

Hati hati guys! Sebarkan"

implied-facepalm-implied-facepalm-demotivational-poster-1259858393

I don’t wanna be rude. Jadi gw mengingatkan kepada ke seluruh grup, kalo Indonesia saat ini gemar sekali mengkonsumsi fake news. Gw minta agar semua berhati hati menyebarkan suatu informasi, cek dan ricek, apapun alasannya, termasuk alasan alasan apologis seperti “diambil hikmahnya aja”.

All is well… gw bobo.

Ternyata pagi ini, si pelaku membuat posting baru, kurang lebih 6 baris yang intinya dia “stand” atas tindakan dia menyebarkan pesan itu, tidak ada niat bohong, mohon untuk tidaks aling menjatuhkan dan mengadvocate tepat ke hal yang gw gak suka “diambil hikmahnya aja”.

Let me explain, di blogpost ini, apa yang menurut gw hoax dari broadcast itu, and why your excuse is shit.

Part-1, Upgrade Kartu 4G

Tak ada yang salah.

Operator seluler memang sedang mempush pengguna-nya, terutama di kota kota yang sudah tercoverage 4G untuk mengganti kartu SIM-nya agar bisa menangkap network 4G. Tak mau menunggu lama, operator Telkomsel, Indosat, XL, dan 3, sekarang menyediakan upgrade mandiri ke 4G.

Caveat-nya, kita harus memiliki kartu SIM yang baru, yang sudah 4G enabled, di tangan sendiri. Bukan di tangan orang lain, atau di tangan seseorang yang ngaku dari $operatorseluler.

Perintah ini, sebenernya bisa diklasifikasikan sebagai perintah superuser, administrator, tapi entah kenapa operator seluler membolehkan publik langsung mengakses command ini. Lewat USSD lagi…

Part-2, Pencurian Saldo Rekening

This comes the shady part of the broadcast.

Part 2 ini implies, nomor seluler yang dipindahkan itu juga digunakan sebagai banking utilities. Kemudian oleh sang maling, dipakai untuk memindahkan dana, menarik tunai, bertransaksi, atau apapun, sehingga saldo mendekati nol.

Gw menggunakan hampir semua bank tools yang diberikan. gw punya token, gw punya mobile banking, dan SMS banking pun gw aktifkan. Here is the thing. Everything protected. Like… OTP/PIN protected.

Mau Internet Banking? Pertama si maling harus tahu user/pass Internet Banking dulu, sebelum bisa generate OTP ke HP atau token.

Mau SMS Banking? Sama. Setelah command transfer diberikan, misalnya, user akan dimintai PIN SMS Banking.

Mau Mobile Banking? Pemindahan aplikasi mobile banking dari satu hape ke hape lain akan menyebabkan deaktivasi, dan harus melakukan registrasi ulang, dan ini biasanya membutuhkan 16 digit nomor kartu debit/kredit, plus kadang token yang digenerate dari ATM.

Dan tentu saja, masukin kartu ke ATM membutuhkan PIN.

What the chance one of them are happened? Jika kamu careful dengan semua hal diatas 0% chance happening. Kasus bobolnya Internet Banking kemaren juga terjadi karena user nge-klik link phishing, bukan sistem internet banking-nya yang dibobol.

Except, pelakunya adalah orang dekat.

Part 3, sebarkan!

dislike_2

Nice try. But no.

Dan akhirnya. “Ambil Hikmahnya Aja”

This is an excuse orang yang merasa salah, untuk menutupi kesalahannya. Biasanya dilanjut dengan “saya cuma dapet dari orang lain”.

Let me tell you… FUCK YOU.

Apakah kamu juga mengajarkan hal seperti “berbohong demi kebaikan itu gak papa” ke anakmu? Let me warn you, suatu saat yang namanya bohong itu akan terus berkembang, jika terus dibiasakan seperti itu, maka berbohong lama lama akan jadi suatu kewajaran. White lies, lama lama blur menjadi ngeles, dan ujung ujungnya plain bohong.

Sure people lies, but do you like it when people lies to you? That’s why FUCK YOU.

“Ambil Hikmahnya Aja”. Iya, termasuk dirimu, yang sudah menyebarkan hoax diatas, stop broadcasting shit atas dasar “ambil hikmahnya aja”.

And for me? I left the group.

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...