Saturday, May 27, 2017

Sore Dame! Begini Cara Memasak Beras Yang Baik Dan Benar

Indonesia adalah negara yang makan beras/nasi dalam jumlah yang sangat besar setiap tahunnya. Kita itu addicted dengan beras, bahkan pernah denger gak, kalo ada ungkapan, belum makan kalo gak makan nasi, yang artinya, lu bisa makan roti, kentang, gandum dan kawan kawannya. Tapi kalo belum makan nasi, maka lu dianggap belum makan.

Tanaman Beras

Tapi, konsumsi beras Indonesia yang luar biasa besar ternyata nggak berbanding lurus dengan hal hal yang biasa dilakukan saat memproduksi beras. Lupakan penelitian bagaimana membuat beras "rasa", atau beras yang lebih pulen, atau beras specialized untuk tukang nasi goreng. Yang ada cuma kita tanam sebanyak banyaknya atau impor sebanyak banyaknya, lalu makan sepuasnya.

Not much culture.

Lain Indonesia lain pula Jepang. Negara ini juga sama sama makan nasi. Tapi beras yang dijual di pasar, sudah terspesialisasi. Ada beras khusus untuk sushi, yang bulir panjang, bulir pendek, bahkan akhir akhir ini ada beras "rasa", dimana saat pertumbuhan, sawah disemprot dengan madu dan susu agar beras terasa lebih manis. Kalo kita melakukan itu, kayaknya kita agak sulit, karena nanti selain hama, maka harus juga ribet dengan semut.

Tapi ada yang dapat kita tiru dari Jepang. Terutama dalam hal memasak beras. Sangat berguna sekali, apalagi mengingat beras yang dibeli dari pasar kualitasnya agak bervariasi walaupun harganya mirip mirip. Kadang bagus, kadang agak apek, kadang kayak kotor tapi enggak, kadang pulen, kadang pera.

Sore Dame on TV Tokyo

Ini ada beberapa tips yang gw ekstrak dari tayangan Sore Dame, di TV Tokyo tentang bagaimana cara memasak beras yang baik dan benar, sehingga nasi dari beras apapun akan lebih enak dimakan. Kamu bisa menggunakan penanak nasi jenis apapun untuk memasak nasi ini.

Sebelum Memasak

Setiap penanak nasi mempunyai batas maksimal, ada yang 1lt, 2lt dan sejenisnya. Yang menyebalkan, mereka hadir dalam satuan liter, bukan gram. Untungnya kita dikasih sebuah gelas ukur untuk itu. Takar beras sebanyak maksimum 80% di kapasitas penanak nasi. Sedari pengalaman gw, sebuah penanak nasi yang paling kecil, dapat menampung maksimum 2x gelas ukur yang disediakan.

Setelah beras ditakar, biasanya kita langsung masukkan ke pancinya, dan cuci langsung diatas panci. Sore dame! Jangan lakukan itu! Kotoran pada beras akan tertampung di panci dan lebih sulit untuk keluar. Maka itu gunakan saringan yang agak besar.

Cuci beras dengan air mengalir

Pada cucian pertama, gunakan air yang lembut. Air yang lembut adalah air yang mudah menghasilkan busa. Biasanya air lembut ini adalah air mineral galonan. Tapi ya kan air mineral galonan itu mahal. Maka itu gunakan air yang sudah diendapkan.

Lalu cuci beras dibawah air mengalir. Jangan rendam beras di air cucian. Gosok beras dan bilas. Cara mencucinya? Biasa saja, seperti yang kamu lakukan setiap kali. Ulangi hingga 4-5 kali, pertanda beras siap dimasak adalah air cuciannya menjadi jernih.

Saat memasak

Gunakan es batu atau air dingin sebagai air untuk memasak nasi. Untuk menghilangkan bau apek pada beras, cara yang cukup efektif adalah membiarkan beras terendam dalam air, maka itu rendam beras dalam air selama 30 menit sebelum memasak. Air dingin mencegah agar beras tidak “cepat matang”, sehingga beras akan mendapatkan waktu yang lebih lama untuk menyerap air.

Berapa banyak air yang dituang pada beras? Gw menggunakan 250ml air setiap takaran beras. Untuk membuat nasi yang lebih pulen, tumpuk beras di tengah penanak.

Apakah kamu terbiasa menggunakan daun pandan pada beras yang akan dimasak? Go ahead, use it.

Nasi Hoka Hoka Bento

Setelah nasi matang

Orang Sunda selama ini sudah melakukan hal ini, tetapi dengan hadirnya penanak nasi yang sekaligus menghangatkan, tradisin seperti ini sudah mulai ditinggalkan. Proses “akeul” bertujuan untuk menguapkan bulir air yang tersisa diantara nasi. Membuat nasi lebih pulen, tapi tidak cepat basi karena basah di bagian bawah.

Jika kamu, seperti saya, menggunakan penanak nasi yang tidak bisa menghangatkan (untuk penghematan listrik). Segera setelah nasi matang, bagi 4 nasi dan balikkan secara perlahan (akeul).

Jangan memencet nasi, cukup belah, dan balikkan. Kemudian ratakan kembali di tengah. Tutup kembali. Tunggu sekitar 15 menit lagi, dan nasi hangat siap untuk disantap.

Hasilnya

Pemasakan nasi dengan cara seperti ini akan menghasilkan nasi yang lebih glossy, lembut dan pulen. Kalo kamu pernah makan di Hoka Hoka Bento, kira kira konsistensinya seperti itu. Nasi di Hokben dicurigai memang dicampur ketan. Tapi karena harga ketan lumayan, maka cara ini menjadi alternatif yang paling mendekati.

Silahkan dicoba cara memasak nasi seperti ini, dan posting foto hasilnya dibawah ya!

No comments:

Post a Comment

Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

Tapi...
- Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
- Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
- Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
- be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...