Friday, June 16, 2017

Kenaikan Tarif Listrik Yang Mengada Ada

Tarif listrik naik! Yay!

Subsidi dicabut! Yay!

Mari marah bersama! Yay!

listrik-tersedia-570c5cba3193739f0dabd506

Now now now… kamu mungkin akan medapatkan broadcast di BBM atau Whatsapp dari teman, yang katanya katanya, ada seseorang yang mengalami kenaikan tarif listrik yang luar biasa, dua kali lipat. Kalimatnya bisa seperti ini:

Gila ini pemerintah! Biasanya gw bayar tagihan semuanya 1 juta, ini 2 juta cuma cukup buat bayar listrik doang!

Atau varian sejenisnya. Apa yang salah dari kalimat diatas? Kalimat diatas jelas hoax, alias tidak mungkin terjadi.

Lho, listrik di tempat saya juga naik dua kali lipat kok. Jangan macem macem ya! Situ bilang aja pendukung Jokowi! Bla bla bla, crat cret crot.

Udah nyinyirnya? Mari lanjut.

Adalah benar, jika kamu bandingkan dengan tarif bulan desember 2016, tarif listrik sekarang naik sekira 2 kali lipat bagi pelanggan R1M alias rumah tangga mampu. Tolong diperhatikan ada kata MAMPU karena ini akan menjadi kunci artikel ini.

Kamu juga mungkin akan cocod, hei, saya tidak mampu, dan kriteria soal mampu segala macam. Terserah. Silahkan protes ke pemerintah bagaimana mereka mendefinisikan mana yang “mampu” dan “tidak mampu”.

Fun fact:
Pak mantan pernah akan menetapkan masyarakat yang bisa membeli cabe merah sebagai orang yang mampu. Menghapusnya dari hitungan inflasi nasional menandakan cabe adalah barang mewah yang ngikut inflasi, bukan sebaliknya.

Tapi yang jelas, orang/keluarga yang bisa bayar listrik seharga satu juta dalam kondisi subsidi, bahkan lima ratus ribu dalam kondisi subsidi adalah orang yang mampu.

Mengapa?

Ketauan kale dari hitungannya.

Tagihan sebesar satu juta disubsidi atau dua juta tidak disubsidi adalah jumlah yang sangat besar dan tidak mungkin. Sebuah sambungan listrik 900VA (a.k.a Watt) hanya akan menghasilkan tagihan sebesar 400 ribuan sebelum subsidi atau 900 ribuan setelah subsidi. Tapi dengan syarat dipake secara konstan terus menerus selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan. Begini hitungannya:

KWh Daya Maksimum: 900W / 1000 = 0.9KWh

Dengan subsidi
0.9KWh x Rp.605 = Rp.544.5 per jam
Rp.544.5 x 24jam x 30 hari = Rp.392.040 per bulan

Tanpa subsidi
0.9KWh x Rp.1.352 = Rp.1.216 per jam
Rp.1.216 x 24jam x 30 hari = Rp.876.906 per bulan

Ingat bahwa angka diatas adalah jika listrik 900W dipakai terus menerus 24/7/30. Pada kenyataannya, efisiensi listrik di kabel rumah tidak akan mencapai 900W kadang cuma 850 kadang 750, tergantung kualitas kabel dan sebagainya. Jikapun 750W dipakai secara terus menerus, gw akan bilang… caranya?

Menghabiskan 750W dengan bohlam CFL atau LED biasa 7.5 watt akan membutuhkan 100 bohlam. satu bohlam menerangi 3m persegi maka luas tanah/bangunan yang bisa diterangi adalah 300m persegi.

Atau dengan kombinasi satu buah AC, satu komputer, satu televisi LED, satu kulkas, satu penghangat nasi, dan beberapa bohlam, bisa menyentuh 750W. Tapi ingat aturan 24/7/30. Nobody watch TV 24/7/30 while also playing with a PC, kecuali PC-nya dijadikan farming server buat bitcoin atau something. In short, if you know, use and farm bitcoin, very likely you’re mampu.

Balik lagi ke klaim satu juta tagihan listrik. Tagihan listrik satu juta hanya dimungkinkan dalam beberapa hal:

  • Tagihan listrik seharga Rp.333.333 dibayar tiga bulan sekaligus, which is gak mungkin karena bulan kedua belum bayar langsung putus sambungan sementara.
  • Atau rumah tersebut punya sambungan ganda, which is not permittable by PLN, untuk menghindari penyalahgunaan subsidi. Ini yang paling mungkin terjadi.
  • Jika seseorang/seserumah perlu sambungan 2x bahkan 3x 900W untuk menghidupi rumah itu, apakah mereka masih perlu mengklaim subsidi?

    They’re the reason subsidi ini dicabut. The greedy one.

    No comments:

    Post a Comment

    Apa yang kamu pikirkan tentang post diatas? Omongin aja, jangan malu malu.

    Tapi...
    - Ga terima iklan colongan, komen yang bener dan sesuai dengan artikel.
    - Kualitas diatas kuantitas, gw gak bisa terima komentar 'one liner' yang cuma buat masang URL
    - Gak ngerti artikelnya, gak usah komen.
    - be nice, gw gak ngomersilin blog ini, jadi jangan manfaatin blog ini buat tawarin diri/barang lo.

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...